Jumat, 28 Maret 2014

Ada Bunga di Kepalamu Sayoong..


Ibarat orang pacaran, kami berdua adalah sepasang kekasih yang sudah mendapat izin untuk naik ke pelaminan.. (icikiwiirr..) :D

Memulai tulisan ini dengan majas perbandingan namun pada dunia aslinya tak ada yang ingin aku bandingan, namun banyak hal yang akan aku katakan. Perkataan yang menurutku bisa sebagai curhatan, pengakuan, celotehan, gombalan atau apala namanya yang penting kita bahagia dan senang (yeeyy). Berawal dari sebuah perjalann pendidikan Sekolah Dasar, Aku, Haniah kecil mau tidak mau harus bertemu dengan perempuan yang sama-sama kecil bernama Nadira Sukma Amiini. Awalnya biasa, tapi lama-lama jatuh cinta haha…jatuh cinta pada seorang  kawan yang mampu membuatku menangis sedih tapi juga sering menuai senyum dari bibir ini.

Di Sekolah Dasar Negeri 03 Matesih, sekolah yang cukup ternama waktu itu kami saling berjabat tangan berkenalan. Hai namaku Haniah, rumahku Moyoretno, Matesih. Hai juga, aku Sukma. Dari peristiwa saling kenal, terbuktilah bahwa sebenarnya kami tetanggaan. Hari demi hari, waktu bergulir tanpa permisi, rutinitas kami adalah pulang sekolah bareng. Bagiku, jalan kaki pulang sekolah berdua denganmulah yang membangun kebersamaan sampai saat ini.
Ada satu rahasia besar yang aku pegang lohh hehe, tapi tenang, gak aku tulis disini kok. Kasihan kamunya nanti gak bisa makan sebulan gara-gara ingat kejadian SD dulu. Enam tahun disekolah dasar kami lalui penuh deru dan liku (mulai alay..). kita berdua punya sisi yang sangat bertolak belakang 180 derajat. Sukma gak pernah yang namanya telat atau melanggar peraturan, selalu datang pagi bahkan yang paling awal sendiri. Nah, aku,,,(jreengg) kalau dulu ada pemilihan murid telad(t)an ya itulah aku pemenang selama enam tahun tanpa tersaingi haha. Jujur sih, rumahku memang agak jauh dari punya sukma, tapi bukan itu alasan utamanya, melainkan karena kecintaanku pada satu aktivitas yang sangat nikmat dan menyenangkan hingga aku lupa dengan satu dunia yang namanya dunia nyata,,aktivitas yang aku maksud adalah tidur. Dan sampai sekarang pun, kuliah semester empat, tidur menjadi hal favoritku.
Ya begitulah kami berdua diciptakan oleh Tuhan YME begini adanya, sukma dengan kerajinannya, aku dengan prestasi telad(t)an yang tak tertandingi (aku bangga hloo..). oiya, ada satu lagi, sukma terkenal tertib, sedang aku sering melanggar aturan, sering lupa bawa atribut upacara sampai langganan pinjam milik sekolah. Tiap senin tuh, dasi sama topi aku yang pinjam paling, keringatnya juga keringatku tok mungkin yang nempel disitu. Terus gak jarang atau malah gak pernah bisa ikut selesai upacara, ditengah-tengah mesti keok duluan, dibawa ke UKS sama guru terus tidur deh, kalau pelajarannya enak ya bangun tapi kalau enggak enak kayak matematika ya bablas tiduran sampai pelajarannya selesai. Kalau sukma beda pakai banget, rangking selalu dapet, badan sehat wal afiat dan jarang bolos sekolah. Tapi inilah yang aku suka, karena perbedaan kita maka kita saling melengkapi satu sama lain.

Lanjut ke jenjang SMP, kita selama tiga tahun satu kelas terus di SMP N 1 Matesih. Sekolah terbaik di matesih (dan sekitarnya). Seingatku sih dulu sukma daftarnya di salah satu SMP di karanganyar  tapi memang kita berdua ini jodoh mau gak mau ya harus mau barengan lagi. Di SMP aku mulai merasakan tanda-tanda keapesan, dan satu kejadian yang membuatku malu sepanjang waktu itu tersangkanya adalah sukma itu sendiri. Tidak akan aku tulis disini, gak mauuu..kita deal, imbang ya. Kisah di SMP tak jauh beda sih dengan SD, masih Sembilan-sepuluh, sebelas-duabelaslah. Sukma masih rajin aku masih begitu juga gak ada yang berubah, cuma kenakalanku agak sembuh dikit, udah punya rasa malu juga, atribut selalu aku bawa (gak pernah dikeluarin dari tas lebih tepatnya hehe). Bagian SMA yang agak nyesek dihati, udah janjian mau satu sekolah tapi aku harus pergi jauh ke kota solo, menuntut ilmu di salah satu SMA disana. Tiga tahun berpisah tidak memutuskan benang batin kita, masih sering main juga meski cari waktunya agak susah. Aku ingat banget, kado yang diberikan pas aku masuk SMA itu buku diary warna biru. Sampai sekarang masih ada dan rencananya dulu mau aku buat kerangka novelku dikemudian hari (Amiin, semoga terlaksana). Aku gak pernah memandang dari harga atau bentuknya, udah dikasih aja makasih banget, ucapan dan doa menurutku udah cukup sebenarnya.

Masuk dijenjang kuliah, kita terpisahkan kembali, Sukma diterima di UNY dan aku di UNS. Kita berdua masih sering bareng kalau liburan datang, sampai aku buat tulisan ini kami masih baik-baik saja, belum putus cuma LDR aja ahaha. Dulu sih sama-sama pengen di jogja, tapi Allah berkehendak lain, ya kita harus menjalani kehidupan ini di tempat yang sudah disediakan oleh-Nya. Tidak terasa ya kebersamaan ini terjalin lama, seperti baru kemarin kita pulang sekolah bareng dan menghadapi musuh dari sekolah lain yang mencoba menghadang kita (berubah jadi power rangers).
Ada bunga dikepalamu sayoong, itu adalah ungkapan doaku. sayoong adalah panggilan sayangku. Bunganya memang tidak terlihat, namun doanya nyata terucap dariku. Bunga yang indah adalah simbolisasi doa yang indah pula. Satu harapan yang selalu aku panjatkan adalah semoga ketika kita sudah benar-benar dewasa, punya keluarga sendiri-sendiri, udah sukses dibidang yang digeluti, jangan pernah lupakan kenangan manis ini. Kalau perlu besok kita tetanggan lagi aja biar anak kita bisa pulang sekolah bareng kayak kita dulu hehe..
Jalan kita masih panjang, daftar impian kita masih banyak, jodoh kita juga belum datang haha. Jadi teruslah maju, berprestasi, jaga iman, jaga hati dan jaga pacarmu (uppss..jomblo ding hehe).

Salam sayang untukmu Nadira Sukma Amiini, andai dulu kita sering mengabadikan moment, pasti udh banyak banget foto kita. Tapi tak apa, ya sudahlah begini adanya, foto memang tak ada, namun kenangan-kenangan itu akan tetap abadi selamanya..

- Haniah-
Matesih, 6 Februari 2014
01.23 WIB

0 komentar:

Posting Komentar