Ibarat orang pacaran, kami berdua
adalah sepasang kekasih yang sudah mendapat izin untuk naik ke pelaminan..
(icikiwiirr..) :D
Memulai tulisan ini dengan majas
perbandingan namun pada dunia aslinya tak ada yang ingin aku bandingan, namun
banyak hal yang akan aku katakan. Perkataan yang menurutku bisa sebagai
curhatan, pengakuan, celotehan, gombalan atau apala namanya yang penting kita
bahagia dan senang (yeeyy). Berawal dari sebuah perjalann pendidikan Sekolah
Dasar, Aku, Haniah kecil mau tidak mau harus bertemu dengan perempuan yang
sama-sama kecil bernama Nadira Sukma Amiini. Awalnya biasa, tapi lama-lama
jatuh cinta haha…jatuh cinta pada seorang kawan yang mampu membuatku menangis sedih tapi
juga sering menuai senyum dari bibir ini.
Di Sekolah Dasar Negeri 03
Matesih, sekolah yang cukup ternama waktu itu kami saling berjabat tangan
berkenalan. Hai namaku Haniah, rumahku Moyoretno, Matesih. Hai juga, aku Sukma.
Dari peristiwa saling kenal, terbuktilah bahwa sebenarnya kami tetanggaan. Hari
demi hari, waktu bergulir tanpa permisi, rutinitas kami adalah pulang sekolah
bareng. Bagiku, jalan kaki pulang sekolah berdua denganmulah yang membangun
kebersamaan sampai saat ini.
Ada satu rahasia besar yang aku
pegang lohh hehe, tapi tenang, gak aku tulis disini kok. Kasihan kamunya nanti
gak bisa makan sebulan gara-gara ingat kejadian SD dulu. Enam tahun disekolah
dasar kami lalui penuh deru dan liku (mulai alay..). kita berdua punya sisi
yang sangat bertolak belakang 180 derajat. Sukma gak pernah yang namanya telat
atau melanggar peraturan, selalu datang pagi bahkan yang paling awal sendiri. Nah,
aku,,,(jreengg) kalau dulu ada pemilihan murid telad(t)an ya itulah aku pemenang
selama enam tahun tanpa tersaingi haha. Jujur sih, rumahku memang agak jauh
dari punya sukma, tapi bukan itu alasan utamanya, melainkan karena kecintaanku
pada satu aktivitas yang sangat nikmat dan menyenangkan hingga aku lupa dengan
satu dunia yang namanya dunia nyata,,aktivitas yang aku maksud adalah tidur. Dan
sampai sekarang pun, kuliah semester empat, tidur menjadi hal favoritku.
Ya begitulah kami berdua
diciptakan oleh Tuhan YME begini adanya, sukma dengan kerajinannya, aku dengan
prestasi telad(t)an yang tak tertandingi (aku bangga hloo..). oiya, ada satu
lagi, sukma terkenal tertib, sedang aku sering melanggar aturan, sering lupa
bawa atribut upacara sampai langganan pinjam milik sekolah. Tiap senin tuh, dasi
sama topi aku yang pinjam paling, keringatnya juga keringatku tok mungkin yang
nempel disitu. Terus gak jarang atau malah gak pernah bisa ikut selesai upacara,
ditengah-tengah mesti keok duluan, dibawa ke UKS sama guru terus tidur deh,
kalau pelajarannya enak ya bangun tapi kalau enggak enak kayak matematika ya bablas
tiduran sampai pelajarannya selesai. Kalau sukma beda pakai banget, rangking
selalu dapet, badan sehat wal afiat dan jarang bolos sekolah. Tapi inilah yang
aku suka, karena perbedaan kita maka kita saling melengkapi satu sama lain.
Lanjut ke jenjang SMP, kita
selama tiga tahun satu kelas terus di SMP N 1 Matesih. Sekolah terbaik di
matesih (dan sekitarnya). Seingatku sih dulu sukma daftarnya di salah satu SMP
di karanganyar tapi memang kita berdua
ini jodoh mau gak mau ya harus mau barengan lagi. Di SMP aku mulai merasakan
tanda-tanda keapesan, dan satu kejadian yang membuatku malu sepanjang waktu itu
tersangkanya adalah sukma itu sendiri. Tidak akan aku tulis disini, gak mauuu..kita
deal, imbang ya. Kisah di SMP tak jauh beda sih dengan SD, masih Sembilan-sepuluh,
sebelas-duabelaslah. Sukma masih rajin aku masih begitu juga gak ada yang
berubah, cuma kenakalanku agak sembuh dikit, udah punya rasa malu juga, atribut selalu aku bawa (gak pernah dikeluarin dari tas lebih tepatnya hehe). Bagian SMA yang agak nyesek dihati, udah janjian mau satu sekolah tapi
aku harus pergi jauh ke kota solo, menuntut ilmu di salah satu SMA disana. Tiga tahun berpisah tidak memutuskan benang batin kita, masih sering main juga meski
cari waktunya agak susah. Aku ingat banget, kado yang diberikan pas aku masuk
SMA itu buku diary warna biru. Sampai sekarang masih ada dan rencananya dulu
mau aku buat kerangka novelku dikemudian hari (Amiin, semoga terlaksana). Aku gak
pernah memandang dari harga atau bentuknya, udah dikasih aja makasih banget,
ucapan dan doa menurutku udah cukup sebenarnya.
Masuk dijenjang kuliah, kita
terpisahkan kembali, Sukma diterima di UNY dan aku di UNS. Kita berdua masih
sering bareng kalau liburan datang, sampai aku buat tulisan ini kami masih
baik-baik saja, belum putus cuma LDR aja ahaha. Dulu sih sama-sama pengen di jogja, tapi Allah berkehendak
lain, ya kita harus menjalani kehidupan ini di tempat yang sudah disediakan
oleh-Nya. Tidak terasa ya kebersamaan ini terjalin lama, seperti baru kemarin
kita pulang sekolah bareng dan menghadapi musuh dari sekolah lain yang mencoba
menghadang kita (berubah jadi power rangers).
Ada bunga dikepalamu sayoong, itu
adalah ungkapan doaku. sayoong adalah panggilan sayangku. Bunganya memang tidak terlihat, namun doanya nyata
terucap dariku. Bunga yang indah adalah simbolisasi doa yang indah pula. Satu harapan
yang selalu aku panjatkan adalah semoga ketika kita sudah benar-benar dewasa, punya
keluarga sendiri-sendiri, udah sukses dibidang yang digeluti, jangan pernah
lupakan kenangan manis ini. Kalau perlu besok kita tetanggan lagi aja biar
anak kita bisa pulang sekolah bareng kayak kita dulu hehe..
Jalan kita masih panjang, daftar
impian kita masih banyak, jodoh kita juga belum datang haha. Jadi teruslah
maju, berprestasi, jaga iman, jaga hati dan jaga pacarmu (uppss..jomblo ding
hehe).
Salam sayang untukmu Nadira Sukma
Amiini, andai dulu kita sering mengabadikan moment, pasti udh banyak banget
foto kita. Tapi tak apa, ya sudahlah begini adanya, foto memang tak ada, namun
kenangan-kenangan itu akan tetap abadi selamanya..












0 komentar:
Posting Komentar