Sebait Pesan

Kau boleh mencaciku sesuka hatimu. Setelah itu selesaikan urusanmu bersama Tuhan yang menciptakan aku.

Menjadi Diriku

Menjadi diri sendiri adalah kekayaan yang tak dapat dirupiahkan.

Legenda Sebuah Pertemanan

Ia adalah kado pada persimpangan kehidupan.

Hidup adalah sebuah pilihan

Setiap pilihan yang kita ambil mengandung resiko. Tak ada kata lain selain menikmati resiko.

Kau Air Laut dan Aku Pasir Pantai

Percayalah, pada akhirnya kita akan bersanding menumbangkan segala beda.

Minggu, 21 September 2014

Palestina, Hujan Doa

"Jangan pernah putus asa mengirimkan doa, karena setangguh-tangguhnya kekuatan adalah kekuatan doa yang dia tak memiliki tandingannya"
#PrayForPalestina
hari ini, 10 Juli 2014 bangsa yahudi kembali menbarkan bibit-bibit kematian dilahan Gaza. Puluhan warga sipil melayang syahid nyawanya dan ratusan lainnya terluka, terluka tubuhnya namun lebih terluka hatinya.
http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/07/10/n8gfr9-netanyahu-israel-akan-gencarkan-serangan-ke-hamas
ini adalah luka bersama, luka untuk Indonesia pula yang katanya memiliki jumlah umat muslim terbesar diseluruh dunia. Ditengah hiruk-pikuk pilpres, mewabahnya pamer kemenangan kita lupa bahwa dibelahan bumi sana saudara kita memanen ketakutan dan tangisan pilu.
Saya dengar dari seorang ustad yang sangat saya kenal, bahwasanya perang kemanusiaan kaum yahudi kepada palestina memang tak akan pernah padam hingga kiamat menjelang dipelupuk mata. Sebagai umat yang mengerti akan itu, sebagai warga sipil Indonesia dan sebagai muslim dunia mari kita panjatkan doa, kerahkan segala yang kita bisa untuk membantu mereka.

Pesta politik di negara kita hendaknya tidak menjadi obat bius kemanusiaan dihati kita sesama muslim. hujani palestina dengan doa karena mungkin hanya itu yang bisa kita lakukan. jangan merasa pesimis karena hanya doa yang kita punya untuk mereka, karena sungguh doa adalah kekuatan yang tak memiliki penangkalnya. Dimana Allah berkehendak maka disitu semua tunduk pada-Nya. Sungguh, melantunkan doa itu lebih baik daripada hanya melihat saja. Allah dan Al-qur'an akan memunculkan yang benar dan menghempaskan yang salah.
http://adakabarapa.wordpress.com/fakta-qur%E2%80%99an-tentang-konflik-palestina/
Kini kita sedang menunggu waktu, waktu dimana yang benar akan menang, yang benar adalah yang darahnya mengalir di jalan syahid. Laa ila ha ilallah, tiada Tuhan selain Allah.

Pada Sepasang Mata




Siapa sangka tatapan tajam itu adalah alat bicara. Ia mencari sebuah arti yang terkubur dalam hati. Menelisik, merasuk dan mencari-cari jawaban dengan penuh harap. Satu kali tak ia temukan, dua kali ia kerjakan, tiga kali sang pemilik mata tajam mengakhiri pencarian. Apa sudah kau temukan jawaban?

Mari bertanya pada seluruh perempuan di alam semesta. Adakah yang berani menjatuhkan pandangan pada lensa jernih itu? Tidak. Apalagi aku, melihatmu diujung jalan saja aku jadi kaku, berbicara denganmu membuat kata-kata indah yang sudah aku susun tiba-tiba rontok tak menentu.
Aku memilih berteman dengan diam untuk meredakan degub jantung yang tak karuan. Biarlah, biarlah aku simpan bersama doa ditiap malam.
 Ingat, tak usah kamu memintaku mendoakanmu, karena itu sudah menjadi urusan wajibku.
Ibarat kau berdiri pada sebuah kapal, aku tidak akan pernah melarangmu untuk berlayar. Berlayarlah, berlayarlah sejauh apa yang kamu mampu. Berkelanalah seluas hingga kamu puas. Jauh-jauhlah dariku agar kamu sadar siapa yang sedang merindu dan kamu rindu. Tanyalah pada hatimu, siapa itu?
Apa yang bisa kita lakukan selain saling mendoakan dan mengingatkan. Sampaikan pesanmu melalui hati dalam ibadah di sepertiga malam, yakini Allah-lah yang akan menyampaikan. Begitu pula aku, aku sampaikan doa dan harapan untuk kesehatanmu bersama simpuhku. Percayalah, bila sesuatu itu disampaikan melalui hati maka sampainya juga ke hati.
Jikalau kamu lelah dalam usaha memberitahuku, maka tulislah pada selembar kertas putih dan simpanlah dengan rapi hingga suatu hari nanti aku siap memiliki dan dimiliki. Hingga gunung keberanian sudah meninggi dan awan mendung yang menutupi telah pergi.
Pada sepasang mata,  lihatlah bulan ketika purnama menyapa maka pandangan kita akan bertemu disana. Pada saat itu akan aku sampaikan jawaban yang kamu mau.