Selamat bulan September :D akhirnya ada moment buat nulis
lagi hehe. In this time, I will explain to you about my experience. What is it?
Yes, to be tourist ambassador of Karanganyar. Keinggris-inggrisannya udahan ya,
takut kesleo lidah. Kembali ke bahasa Indonesia yuh. So, eh..jadi kemarin saya dapat
kesempatan menjadi finalis duta wisata Kabupaten Karanganyar 2017. I write this
just for you, lahh inggris maneh haha.
Tulisan ini saya buat untuk teman-teman yang mungkin di
kesempatan sebelumnya belum lolos, atau punya keinginan untuk jadi “Putra-Putri
Lawu” di periode selanjutnya, atau mau ikutan ajang sejenis di daerah kalian
masing-masing. Soalnya, kemarin-kemarin pas searching google, sedikit sekali
informasi yang bisa saya dapat tentang event ini. Belajar dari pengalaman sih,
semoga pengalaman saya yang tak seberapa ini bisa bermanfaat yah untuk
teman-teman semua.
![]() |
| Logo Paguyuban Putra Putri Lawu |
Sebenarnya kalau dibilang gak niat sih bukan, tetap niat
kok. Hanya saja niat utamanya adalah mengukur dan mengupgrade kualitas diri. Saya
tidak mengejar kemenangan, harus juara atau gimana gitu, tidak!. Sudah sampai
di tahap top ten bagi saya sudah syukur Alhamdulillah, karena visi saya yang
utama adalah mengukur kemampuan diri tadi. Apa yang saya inginkan sudah tercapai pula,
apalagi kalau bukan pengalaman. ya kan? Sulitlah untuk menjelaskan lebih rinci
kenapa tiba-tiba bisa bermanuver ke sektor pariwisata (karena banyak teman yang
kaget juga haha). Dasarnya saya orang yang ubet, dan suka coba-coba gitu
(kecuali buat anak, jangan coba-coba kata caplang). Pas pengumuman top ten saja
saya tinggal tidur hehe. Baru ngeh pas dihubungi salah satu finalis juga yang
ngucapin selamat dan akhirnya jadi pasangan dinas sampai sekarang. Sumpah, dulu
itu antara percaya enggak percaya. Sempat bimbang mau mundur loh L
tapi karena saya membawa nama pihak tertentu juga, dengan bismillah saya jalani
semuanya.
![]() |
| Photo session top 10 |
Untuk
pihak-pihak yang merasa saya kecewakan, saya mohon maaf sebesar-besarnya ya. Sungguh
saya tidak pernah ada niatan untuk membuat kalian kecewa terhadap saya :’.
Kemudian, untuk teman-teman yang sudah mendukung secara langsung maupun tidak
langsung, saya ucapkan terima kasih sedalam-dalam, seluas-luasnya, dan
sebesr-besarnya yah. Semoga kebaikan kalian dibalas sama Allah karena kalian
sudah menjadi orang-orang baik di kehidupan saya.
Oke, selesai sesi curhatnya. Kita mulai bagian inti
tentang seleksi duta wisata khususnya wilayah Kabupaten Karanganyar tercinta. Pertama-tama
sebelum mendaftar, ada beberapa hal yang perlu disiapkan gais:
Percaya Diri (Behavior)
Bisa
dibilang ini adalah fondasi dasar kamu untuk ikut ajang yang seperti ini. Yah,
tidak perlu dijelaskan ya kalau yang namanya “duta” harus siap jadi public
figure. Akan banyak mata yang melihat, bahkan mengomentari apa yang ada di
dalam diri kamu dan apa yang kamu lakukan. Kalau kamu tidak punya percaya diri
lebih, takutnya baru dikomen sedikit saja, jiwamu goyah, terus stress, terus
down, terus ngambek dan mundur. Padahal banyak hal baru yang akan kamu temukan
dengan menjadi seorang “duta.”
Percaya diri disini
bukan berarti harus menganggap diri paling baik ya. Bukan begitu. Percaya diri
disini adalah sikap yang mendasari kamu agar lebih tahan banting terhadap
hal-hal yang tiba-tiba datang. Contoh kecil dari pengalaman saya kemarin adalah
fashion show. Itu pengalaman pertama hehe. Dulu pas kecil sih pernah punya
cita-cita jadi model, dan Allah mengabulkannya di usia 23 tahun ini. Alhamdulillah
yak. Mungkin bagi orang yang tidak percaya diri, fashion show adalah ujian yang
berat. Salah dikit kelihatan, jadi wajib banyak belajar. Saya juga masih harus
banyak belajar kok.
Bicara soal fashion
show, ada hal yang membuat saya cukup sedih, bajunya gak pas. Padahal sudah
diukur. Yang harusnya saya pakai baju tertutup (karena berjilbab) mau tidak mau
harus ganti dengan dress di bawah lutut karena adanya itu. Sebagai catatan
untuk kalian, yang namanya fashion show memang mau tidak mau harus memakai baju
yang ada. Kita tidak bisa meminta “mau kita” ke desainer, kecuali ada
kesepakatan sebelumnya seperti saya tadi (trouble tadi di luar kendali ya). Jadi, buat kamu yang tidak mau ambil
resiko, pikir-pikirlah lagi untuk jadi model kalau ideologi berpakaian kamu
kaku. Jujur saya terbiasa dengan jilbab agak lebar sebenarnya, tapi mau tidak mau
harus berjilbab lilit (seleher) karena fashion show itu. Akhirnya antisipasi
yang paling memungkinkan adalah menutupi dada dengan slempang. Buat para
muslimah yang tidak berani ambil resiko, jangan coba-coba yah. Biar saya saja
yang dapat dosa. Semoga informasi ini bisa menjadi antisipasi kalian.
Kalau ada yang nyeletuk, kamu kan muslimah, kok kayak gitu sih? Jujur susah sekali menjawabnya. Saya bukan nabi yang harus selalu di jalan kebenaran. Ada kalanya manusia terpleset. Mungkin ini adalah bagian dari ujian hidup yang harus saya hadapi. Tolong sekali, biar saya dan Allah saja yang menilai. Kalau mau berkomentar, silakan kasih solusi/ masukan buat saya, bukan menghakimi. Via japri lebih afdol. Saya siap menerima masukan teman-teman. Ada kalanya iman di atas, ada kalanya iman di bawah. Bagian ini skip ya, bikin nangis soalnya.
Lanjuuttt.
Selain percaya diri, perilaku (secara umum) kamu juga harus baik ya. Pelajari bagaimana
bersikap dengan orang-orang di sekitar. Bagaimana cara mengungkapkan pendapat,
menolak argument, sampai melakukan aktivitas sehari-hari. Intinya adalah kamu
harus ngerti apa itu sopan santun dan bagaimana aplikasinya.
Penampilan (Beauty)
Penampilan di sini tidak harus cantik, putih, tinggi,
berambut panjang atau ganteng, rambut klimis, tinggi, six pack ya. Penampilan dalam
hal ini lebih ke iner beauty sih kalau menurut saya. Soalnya, saya juga biasa
saja, maksudnya enggak cantik-cantik amat kayak Soong He Kyo atau Min Ah
(ngekek parah). Kalau perilaku kamu baik, kecantikan dan kegantengan itu akan
terpancar sendiri tanpa kamu harus bilang ke semua warga negara Indonesia kok
kalau kamu itu cantik/ ganteng. Kalau penampilan secara fisik, cukup dengan
menjaga kebersihan dan kerapian. Coba belajar berpakaian yang baik, artinya
jangan sembarangan pakai baju gitu. Jilbab merah, baju hijau, celana biru laut,
beehhh..jemuran jalan Mbak/ Mas? Paham ya maksud saya J
Kecerdasan (Brain)
Jangan coba-coba menjadi duta wisata tanpa belajar. Eh,
semua hal ding, tidak hanya duta wisata atau duta-duta lainnya. Belajar adalah
tugas kita sebagai manusia hidup. Ilmu pengetahuan berkembang terus cuy, jadi
jangan sampai kita diam kalau enggak mau dibilang manusia purba ditengah
kemajuan zaman ini. Ada banyak cara untuk belajar. Google sudah menyiapkan
semuanya. Kamu bisa mulai dengan membuka situs web remi milik pemerintah
kabupatenmu (klik di sini). Download semua informasi yang ada seputar kepariwisataan dan anak
cucunya. Dari ajang ini saya merasa tiba-tiba pintar wkwk. Tahu sih tahu, tapi
setelah menikmati proses belajar, banyak sekali pengetahuan yang saya dapat. Akhirnya
merasa makin bodoh deh. Ternyata banyak hal yang belum saya tahu. Tidak ada
ruginya belajar hal baru, suer!
Buat kamu yang sudah punya kenalan duta wisata periode
sebelumnya, bisa tuh di WA. Banyak-banyakin tanya tentang proses/ tahap
seleksinya, apa saja yang perlu disiapkan, boleh juga ngasih harapan tapi
jangan palsu. Misalnya, “Mas/ Mbak, nanti kalau aku lolos, aku traktir seminggu
deh” wkwk. Dijamin Mas/ Mbaknya siap 24 jam balesin WA. *bercanda ding haha
Gitu dulu yah, ada banyak sebenarnya yang harus dibahas. Untuk
detailnya di post selanjutnya insyaallah. Mungkin tulisan selanjutnya lebih ke
proses dari seleksi sampai final. Selamat membaca, semoga bermanfaat bagi kalian
semua.















