#brosurjihadpagi
Ahad, 02 September 2018/21 Dzulhijjah 1439
Brosur No. : 1920/1960/IF Shalat (1)
~
Wajib mendirikan shalat
~
Firman Allah SWT :
~
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [QS. Thaahaa : 14]
~
Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. [QS. Huud : 114]
~
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat). [QS. Al-Israa' : 78]
~
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-'Ankabuut : 45]
~
Dan agar mendirikan shalat serta bertaqwa kepada-Nya." Dan Dialah Tuhan Yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan. [QS. Al-An'aam : 72]
~
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. [QS. Al-Hajj : 78]
~
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan tha'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. [QS. An-Nuur : 56]
~
Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. [QS. An-Nisaa' : 103]
~
Hadits Nabi SAW :
~
Dari Ibnu 'Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Bersaksi bahwa tak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Bukhari juz 1, hal. 8]
~
Dari Ibnu 'Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya 4 dengan sesuatupun, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Muslim juz 1, hal. 45, no. 20]
~
'Abdullah (bin 'Umar) berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Muslim juz 1, hal. 45, no. 21]
~
Dari Ibnu Syihab, dari Anas bin Malik ia berkata : Dahulu Abu Dzarr bercerita, bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, "Terbukalah atap rumahku ketika itu aku di Makkah, lalu turunlah Jibril, lantas ia membuka (membelah) dadaku, lalu ia membersihkannya dengan air zamzam. Kemudian ia datang membawa sebuah bejana dari emas yang penuh hikmah dan iman, lalu ia menuangkannya ke dalam dadaku, lantas ia menutupkannya. Kemudian ia memegang tanganku lalu membawaku naik ke langit dunia". Ketika aku datang ke langit dunia, Jibril berkata kepada penjaga langit, "Bukakanlah !" Penjaga langit bertanya, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Jibril". Penjaga langit bertanya, "Apakah engkau beserta seseorang ?" Jibril menjawab, "Ya, aku beserta Muhammad SAW". Penjaga langit bertanya, "Apakah ia telah diutus ?". Jibril menjawab, "Ya !" Maka setelah ia membuka, kami naik ke langit dunia, tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sedang duduk, di sebelah kanannya ada orang banyak dan disebelah kirinya ada orang banyak. Apabila ia melihat ke sebelah kanannya, tertawalah ia, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, menangislah ia. Kemudian ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan anak yang shalih". Aku bertanya kepada Jibril, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Adam, dan orang banyak yang ada di kanan dan kirinya adalah roh-roh anak cucunya.
Orang-orang yang di sebelah kanan, mereka itu adalah ahli Surga, dan orang banyak yang ada di sebelah kirinya itu adalah ahli Neraka. Maka apabila ia melihat yang ada di sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila melihat ke sebelah kirinya, ia menangis". Lalu naiklah Jibril bersamaku ke langit yang kedua, dan ia berkata kepada penjaganya, "Bukakanlah !" Lalu penjaganya berkata kepada Jibril seperti yang dikatakan oleh penjaga langit yang pertama tadi, lalu ia membukakan. Anas berkata, "Lalu ia (Abu Dzarr) menyebutkan, bahwasanya Rasulullah SAW bertemu di langit-langit itu dengan Adam, Idris, Musa, Isa dan Ibrahim sholawaatulloohi 'alaihim, namun ia tidak menerangkan bagaimana kedudukan (tempat-tempat) mereka itu, selain beliau SAW bertemu dengan Adam di langit dunia dan bertemu dengan Ibrahim di langit keenam". Anas berkata, "Tatkala Jibril bersama Nabi SAW berjalan melalui Idris, ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan saudara yang shalih". Aku bertanya kepada Jibril, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Idris". Kemudian aku melewati Musa, maka Nabi Musa berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan saudara yang shalih". Lalu saya bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?", Jibril menjawab, "Ini adalah Musa". Kemudian aku berjalan melalui Isa, lalu ia berkata, "Selamat datang wahai saudara yang shalih dan Nabi yang shalih". Aku bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?" Ia menjawab, "Ini adalah Isa". Kemudian aku berjalan melalui Ibrahim, lalu ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan anak yang shalih". Aku bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Ibrahim". Ibnu Syihab berkata : Ibnu Hazm telah mengkhabarkan kepadaku, bahwasanya Ibnu Abbas dan Abu Habbah Al-Anshariy keduanya berkata : Nabi SAW bersabda, "Kemudian Jibril membawaku naik lagi sehingga mencapai ke Mustawa, aku mendengar suara goresan pena". Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata : Nabi SAW bersabda, "Kemudian Allah menfardlukan (memberi kewajiban) atas ummatku lima puluh shalat. Lalu aku kembali dengan membawa perkara itu sehingga sampailah aku melalui Musa. Nabi Musa bertanya, "Allah memberi kewajiban apa kepadamu dan kepada ummatmu ?". Aku menjawab, "Dia telah memberi kewajiban limapuluh shalat". Nabi Musa berkata, "Kembalilah kepada Tuhanmu, karena ummatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban itu". Lalu ia menyuruhku kembali. Kemudian Allah mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa, aku berkata, "Tuhan telah mengurangi separuhnya". Nabi Musa berkata, "Kembalilah kepada Tuhanmu, karena sungguh ummatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban itu". Lalu aku kembali kepada Tuhan, lalu Tuhan mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa, maka ia berkata, "Kembalilah kepada Tuhan mu, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu melaksanakan hal itu". Maka aku kembali kepada-Nya. Maka Allah befirman, "(Kewajiban) itu lima dan itu sama dengan lima puluh. Tidak akan dirubah firman-Ku ini". Kemudian aku kembali kepada Musa, lalu ia berkata, "Kembalilah kepada Tuhan-mu !" Lalu aku menjawab, "Aku malu kepada Tuhan". Kemudian Jibril membawaku pergi sehingga aku sampai ke Sidratul Muntaha. Sedang Sidratul Muntaha itu diliputi beraneka macam warna, yang aku tidak mengetahui, apa itu. Kemudian aku diajak masuk ke surga, tiba-tiba disana ada mahligai-mahligai dari mutiara dan tanahnya dari kasturi". [HR. Bukhari juz 1, hal. 91-93]
~
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Diwajibkan shalat itu pada Nabi SAW pada malam Isra’, lima puluh kali. Kemudian dikurangi sehingga menjadi lima kali, kemudian Nabi dipanggil, “Ya Muhammad, sesungguhnya tidak diganti (diubah) ketetapan itu di sisi-Ku. Dan sesungguhnya lima kali itu sama dengan lima puluh kali”. [HR. Tirmidzi juz 1, hal. 137, no. 213, ia berkata :.Haditsnya Anas ini hadits hasan shahih gharib]
~
Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah, ia berkata : Ada seorang laki-laki dari penduduk Najd yang rambutnya acak-acakan datang kepada Rasulullah SAW, kami mendengar suaranya tetapi tidak jelas apa yang ia katakan, sehingga ia mendekat. Tiba-tiba ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Islam. Maka Rasulullah, SAW bersabda, "Shalat lima waktu sehari semalam". Ia bertanya lagi, "Apakah ada kewajiban shalat kepadaku selain itu ?". Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah”. Rasulullah SAW bersabda, "Dan puasa Ramadlan". Ia bertanya lagi, “Apakah ada kewajibanku puasa selain itu ?". Rasulullah SAW bersabda, "Tidak, kecuali kamu mau melakukan puasa sunnah”. Dan Rasulullah SAW menyebutkan kepadanya tentang zakat. Lalu orang itu bertanya, “Apakah ada kewajibanku zakat selain itu ?’. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak, kecuali kamu akan bershadaqah sunnah". Kemudian orang laki-laki itu berpaling sambil berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambah dari semua ini dan tidak akan menguranginya”. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh dia pasti bahagia, jika ia benar begitu”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 17]
~
Dari Jabir bin 'Abdullah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [HR. Muslim juz 1, hal. 88, no. 134]
~
Dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkan shalat, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 126, no. 2756, ia berkata : Ini hadits hasan shahih gharib]
~
Dari Jabir, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang itu kafir atau beriman adalah meninggalkan shalat”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 125, no. 2751]
~
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia telah kafir terang-terangan". [HR. Thabaraniy, dalam Al-Ausath juz 3, hal. 211, no. 3372, dla'if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Abu Dawud Al-Anbaariy, ia majhul]
~
Dari 'Abdullah bin Syaqiq Al-'Uqailiy, ia berkata, "Dahulu para shahabat Nabi Muhammad SAW tidak memandang suatu perbuatan yang apabila ditinggalkannya adalah kafir selain shalat". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 126, no/ 2757]
~
Bersambung........
Ahad, 02 September 2018/21 Dzulhijjah 1439
Brosur No. : 1920/1960/IF Shalat (1)
~
Wajib mendirikan shalat
~
Firman Allah SWT :
~
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [QS. Thaahaa : 14]
~
Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. [QS. Huud : 114]
~
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat). [QS. Al-Israa' : 78]
~
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-'Ankabuut : 45]
~
Dan agar mendirikan shalat serta bertaqwa kepada-Nya." Dan Dialah Tuhan Yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan. [QS. Al-An'aam : 72]
~
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. [QS. Al-Hajj : 78]
~
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan tha'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. [QS. An-Nuur : 56]
~
Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. [QS. An-Nisaa' : 103]
~
Hadits Nabi SAW :
~
Dari Ibnu 'Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Bersaksi bahwa tak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Bukhari juz 1, hal. 8]
~
Dari Ibnu 'Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya 4 dengan sesuatupun, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Muslim juz 1, hal. 45, no. 20]
~
'Abdullah (bin 'Umar) berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Muslim juz 1, hal. 45, no. 21]
~
Dari Ibnu Syihab, dari Anas bin Malik ia berkata : Dahulu Abu Dzarr bercerita, bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, "Terbukalah atap rumahku ketika itu aku di Makkah, lalu turunlah Jibril, lantas ia membuka (membelah) dadaku, lalu ia membersihkannya dengan air zamzam. Kemudian ia datang membawa sebuah bejana dari emas yang penuh hikmah dan iman, lalu ia menuangkannya ke dalam dadaku, lantas ia menutupkannya. Kemudian ia memegang tanganku lalu membawaku naik ke langit dunia". Ketika aku datang ke langit dunia, Jibril berkata kepada penjaga langit, "Bukakanlah !" Penjaga langit bertanya, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Jibril". Penjaga langit bertanya, "Apakah engkau beserta seseorang ?" Jibril menjawab, "Ya, aku beserta Muhammad SAW". Penjaga langit bertanya, "Apakah ia telah diutus ?". Jibril menjawab, "Ya !" Maka setelah ia membuka, kami naik ke langit dunia, tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sedang duduk, di sebelah kanannya ada orang banyak dan disebelah kirinya ada orang banyak. Apabila ia melihat ke sebelah kanannya, tertawalah ia, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, menangislah ia. Kemudian ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan anak yang shalih". Aku bertanya kepada Jibril, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Adam, dan orang banyak yang ada di kanan dan kirinya adalah roh-roh anak cucunya.
Orang-orang yang di sebelah kanan, mereka itu adalah ahli Surga, dan orang banyak yang ada di sebelah kirinya itu adalah ahli Neraka. Maka apabila ia melihat yang ada di sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila melihat ke sebelah kirinya, ia menangis". Lalu naiklah Jibril bersamaku ke langit yang kedua, dan ia berkata kepada penjaganya, "Bukakanlah !" Lalu penjaganya berkata kepada Jibril seperti yang dikatakan oleh penjaga langit yang pertama tadi, lalu ia membukakan. Anas berkata, "Lalu ia (Abu Dzarr) menyebutkan, bahwasanya Rasulullah SAW bertemu di langit-langit itu dengan Adam, Idris, Musa, Isa dan Ibrahim sholawaatulloohi 'alaihim, namun ia tidak menerangkan bagaimana kedudukan (tempat-tempat) mereka itu, selain beliau SAW bertemu dengan Adam di langit dunia dan bertemu dengan Ibrahim di langit keenam". Anas berkata, "Tatkala Jibril bersama Nabi SAW berjalan melalui Idris, ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan saudara yang shalih". Aku bertanya kepada Jibril, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Idris". Kemudian aku melewati Musa, maka Nabi Musa berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan saudara yang shalih". Lalu saya bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?", Jibril menjawab, "Ini adalah Musa". Kemudian aku berjalan melalui Isa, lalu ia berkata, "Selamat datang wahai saudara yang shalih dan Nabi yang shalih". Aku bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?" Ia menjawab, "Ini adalah Isa". Kemudian aku berjalan melalui Ibrahim, lalu ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan anak yang shalih". Aku bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Ibrahim". Ibnu Syihab berkata : Ibnu Hazm telah mengkhabarkan kepadaku, bahwasanya Ibnu Abbas dan Abu Habbah Al-Anshariy keduanya berkata : Nabi SAW bersabda, "Kemudian Jibril membawaku naik lagi sehingga mencapai ke Mustawa, aku mendengar suara goresan pena". Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata : Nabi SAW bersabda, "Kemudian Allah menfardlukan (memberi kewajiban) atas ummatku lima puluh shalat. Lalu aku kembali dengan membawa perkara itu sehingga sampailah aku melalui Musa. Nabi Musa bertanya, "Allah memberi kewajiban apa kepadamu dan kepada ummatmu ?". Aku menjawab, "Dia telah memberi kewajiban limapuluh shalat". Nabi Musa berkata, "Kembalilah kepada Tuhanmu, karena ummatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban itu". Lalu ia menyuruhku kembali. Kemudian Allah mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa, aku berkata, "Tuhan telah mengurangi separuhnya". Nabi Musa berkata, "Kembalilah kepada Tuhanmu, karena sungguh ummatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban itu". Lalu aku kembali kepada Tuhan, lalu Tuhan mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa, maka ia berkata, "Kembalilah kepada Tuhan mu, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu melaksanakan hal itu". Maka aku kembali kepada-Nya. Maka Allah befirman, "(Kewajiban) itu lima dan itu sama dengan lima puluh. Tidak akan dirubah firman-Ku ini". Kemudian aku kembali kepada Musa, lalu ia berkata, "Kembalilah kepada Tuhan-mu !" Lalu aku menjawab, "Aku malu kepada Tuhan". Kemudian Jibril membawaku pergi sehingga aku sampai ke Sidratul Muntaha. Sedang Sidratul Muntaha itu diliputi beraneka macam warna, yang aku tidak mengetahui, apa itu. Kemudian aku diajak masuk ke surga, tiba-tiba disana ada mahligai-mahligai dari mutiara dan tanahnya dari kasturi". [HR. Bukhari juz 1, hal. 91-93]
~
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Diwajibkan shalat itu pada Nabi SAW pada malam Isra’, lima puluh kali. Kemudian dikurangi sehingga menjadi lima kali, kemudian Nabi dipanggil, “Ya Muhammad, sesungguhnya tidak diganti (diubah) ketetapan itu di sisi-Ku. Dan sesungguhnya lima kali itu sama dengan lima puluh kali”. [HR. Tirmidzi juz 1, hal. 137, no. 213, ia berkata :.Haditsnya Anas ini hadits hasan shahih gharib]
~
Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah, ia berkata : Ada seorang laki-laki dari penduduk Najd yang rambutnya acak-acakan datang kepada Rasulullah SAW, kami mendengar suaranya tetapi tidak jelas apa yang ia katakan, sehingga ia mendekat. Tiba-tiba ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Islam. Maka Rasulullah, SAW bersabda, "Shalat lima waktu sehari semalam". Ia bertanya lagi, "Apakah ada kewajiban shalat kepadaku selain itu ?". Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah”. Rasulullah SAW bersabda, "Dan puasa Ramadlan". Ia bertanya lagi, “Apakah ada kewajibanku puasa selain itu ?". Rasulullah SAW bersabda, "Tidak, kecuali kamu mau melakukan puasa sunnah”. Dan Rasulullah SAW menyebutkan kepadanya tentang zakat. Lalu orang itu bertanya, “Apakah ada kewajibanku zakat selain itu ?’. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak, kecuali kamu akan bershadaqah sunnah". Kemudian orang laki-laki itu berpaling sambil berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambah dari semua ini dan tidak akan menguranginya”. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh dia pasti bahagia, jika ia benar begitu”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 17]
~
Dari Jabir bin 'Abdullah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [HR. Muslim juz 1, hal. 88, no. 134]
~
Dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkan shalat, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 126, no. 2756, ia berkata : Ini hadits hasan shahih gharib]
~
Dari Jabir, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang itu kafir atau beriman adalah meninggalkan shalat”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 125, no. 2751]
~
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia telah kafir terang-terangan". [HR. Thabaraniy, dalam Al-Ausath juz 3, hal. 211, no. 3372, dla'if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Abu Dawud Al-Anbaariy, ia majhul]
~
Dari 'Abdullah bin Syaqiq Al-'Uqailiy, ia berkata, "Dahulu para shahabat Nabi Muhammad SAW tidak memandang suatu perbuatan yang apabila ditinggalkannya adalah kafir selain shalat". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 126, no/ 2757]
~
Bersambung........







