Sebait Pesan

Kau boleh mencaciku sesuka hatimu. Setelah itu selesaikan urusanmu bersama Tuhan yang menciptakan aku.

Menjadi Diriku

Menjadi diri sendiri adalah kekayaan yang tak dapat dirupiahkan.

Legenda Sebuah Pertemanan

Ia adalah kado pada persimpangan kehidupan.

Hidup adalah sebuah pilihan

Setiap pilihan yang kita ambil mengandung resiko. Tak ada kata lain selain menikmati resiko.

Kau Air Laut dan Aku Pasir Pantai

Percayalah, pada akhirnya kita akan bersanding menumbangkan segala beda.

Kamis, 04 Oktober 2018

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG (SEBUAH MAHAKARYA YANG TENGGELAM)


Gadis  yang pikirannya dapat dicerdaskan, pandangannya sudah luas, tidak akan sanggup lagi hidup di dunia nenek moyangnya.
(R.A. Kartini, 1900)

Tokoh perempuan yang kehadirannya selalu diperingati setiap 21 April ini terkenal dengan buku yang dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang . Buku tersebut sebenarnya adalah kumpulan lebih dari 100 surat yang ditulis Raden Adjeng Kartini untuk sahabat penanya. Dalam versi aslinya, buku itu ditulis dalam bahasa Belanda, yaitu Door Duistemis Tot Licht.
Habis Gelap Terbitlah Terang adalah versi terjemahan Armijn Pane yang terbit tahun 1938 dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. Surat-surat Kartini juga diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno yang diberi judul Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya. Sayang sekali, masyarakat Indonesia kebanyakan tidak mengetahui bahwa yang menulis atau membukukan surat-surat R.A. Kartini pertama kali bukanlah R.A. Kartini sendiri, melainkan salah seorang Belanda bernama Abendanon. Kenyataan ini begitu pahit, mengingat hampir semua orang yang mendengar nama R.A. Kartini akan beranggapan bahwa ia adalah penulis buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Sebuah informasi sederhana tapi menyimpang dari fakta sejarah yang ada.
Hari Kartini berlangsung tiap tahun secara dramatis. Masyarakat lebih larut dalam euphoria siapa yang akan berdandan paling cantik. Berkebaya dan bersanggul untuk para perempuan tapi kurang paham dengan esensi dari nama maupun peringatan hari lahir R. A. Kartini. Selama ini, perayaan Hari Kartini selalu dirayakan begitu saja. Tidak banyak elemen msyarakat yang berusaha mencari tahu isi pemikiran Kartini yang dituangkan dalam surat-suratnya. Bahkan, tak banyak perempuan yang membaca buku Habis Gelap Terbitlah Terang untuk mengenang jasa-jasanya apalagi memperingati hari lahirnya.
Tentu, masih menjadi pemikiran kenapa perayaan Kartini selalu diwujudkan dengan pemakaian konde dan kebaya (atau pakaian nasional lainnya). Padahal itu jauh dari esensi Kartini yang ditetapkan Soekarno sebagai pahlawan nasional pada tahun 1964. Oleh karena itu, amat penting bila kaum perempuan mengetahui apa sebenarnya yang menjadi buah pikiran Kartini dalam surat-suratnya. Ia menulis dalam bahasa Belanda kepada sahabat-sahabatnya, antara lain Estella H Zeehandelaar, Nyonya Ovink-Soer, Nyonya RM Abendanon-Mandri, Tuan Prof Dr GK Anton dan Nyonya, Hilda G de Booij, dan Nyonya van Kol.
Kartini adalah salah satu putri Bupati Jepara. Ibunya hanya gadis biasa yang bukan keturunan ningrat, sehingga harus rela dimadu dan dijadikan pembantu untuk anaknya sendiri.  Sang suami (Bupati Jepara) harus rela menikah lagi untuk bisa menjadi Bupati. Kenyataan pahit itulah yang kemudian membuat Kartini kecil kecewa dan mulai berpikir untuk memberontak adat yang ada. Kartini adalah salah satu putrid yang beruntung karena menjadi cucu Pangeran Ario Tjondronegoro yang terkenal memiliki pemikiran kritis dan menyekolahkan generasi-generasi di bawahnya di sekolah HBS (sekolah Belanda).
Pemberian pendidikan itulah yang membuat Kartini memiliki daya piker yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak seusianya. Hingga pada usia empat belas tahun, Kartini harus menjalani masa pingitan. Di masa-masa pingitan itulah Kartini seperti menjadi kempompong yang menunggu untuk menjadi kupu-kupu indah. Tidak adanya kesempatan menghirup udara luar, membuat Kartini hanya bias menjalani hari-harinya dengan membaca buku di kamar pingitan. Siapa sangka keterbatasan itulah yang malah membuat pemikirannya semakin cemerlang dan tajam. Kartini mulai bias mencurahkan gagasan kritisnya tentang nasib tragis perempuan pribumi ke dalam tulisan-tulisan. Dari tulisan-tulisan itulah Kartini dikenal sebagai perempuan pemberontak adat oleh lingkungan keluarganya, tetapi orang-orang Balanda yang mengenalnya malah memberikan apresiasi tinggi hingga menjanjikannya untuk bias bersekolah di negeri Belanda.
Lewat keseharianya dalam memperjuangkan hak perempuan pribumi untuk mendapat pendidikan, Kartini banyak bertukar pemikiran melalui teman-temannya di HBS yang telah kembali ke Negara Belanda. Kartini aktif menulis surat kepada mereka dan mencurahkan keluh kesahnya tentang keinginan membangun sekolah pertama bagi perempuan pribumi. Surat-suratnya itulah yang kemudian dibukukan dan menjadi salah satu mahakarya yang sayangnya kurang mendpat perhatian apalagi penikmat untuk membaca dan mengilhaminya.
Salah satu tulisan Kartini adalah sajak Jiwa yang terasa sangat menyentuh, syahdu, dan romantis. "Bahagia nian bila bertemu jiwa yang sama," tulis Kartini. Kata-kata yang disampaikan mewakili keinginan Kartini menemukan jiwa yang sama, yang seiring sejalan dengannya. Kartini sangat menginginkan teman yang memiliki cita-cita dan pemikiran yang sama untuk mengentaskan perempuan pribumi dari ketertindasan adat yang pada waktu itu sangat merugikan kaum perempuan. Salah satunya adalah system pingitan yang juga menimpa dirinya, juga poligami yang banyak dilakukan bupati-bupati saat itu.
Kartini tidak menyukai perkawinan dan poligami, karena ayahnya sendiri berpoligami. Tampak bagaimana gundahnya Kartini akan perkawinan dan akan cinta yang rasanya mustahil ada. Hingga ketika ia dinikahi oleh bupati Rembang, salah satu syarat yang ia ajukan adalah tidak ingin dipoligami dan tidak ingin membasuk kaki suaminya (karena menyimbolkan kedudukan perempuan yang rendah atas laki-laki. 
Kartini ternyata merupakan sosok yang riang. Surat pertamanya pada Stella menggambarkan suasana perkenalan dan gagasan Kartini akan emansipasi. Katanya, sudah lama sekali dia (Kartini) menginginkan kebebasan. Selama ini sebagai perempuan, dia merasa dikurung di dalam rumah. Titik terang hanyalah saat dia bisa membaca buku dan menuliskan surat pada teman-temannya. "Hukum dan pendidikan hanya milik laki-laki belaka," tulis perempuan yang lahir 21 April 1899 ini. Kartini adalah yang penuh semangat, berseri-seri, dan berani berteriak lantang. "Tahukah kamu apa semboyan saya, 'Saya Mau!' Dua patah kata pendek itu sudah melalui bergunung-gunung rintangan," sorak dalam surat-suratnya.
Dalam surat lainnya, Kartini mengungkapkan bahwa jalan yang dia tempuh saat itu, berbatu-batu, terjal, dan belum dirintis. Itulah jalan menuju kebebasan perempuan bumiputera. Kartini bahagia karena boleh mengajar jadi guru di sekolah yang ia dirikan. Baginya, pendidikan adalah perkara penting. Rasanya satu mimpi sudah terwujud. Di surat-surat ini, yang tampak adalah Kartini yang terus berdebat dengan pikiran-pikirannya.Di mata koleganya, Kartini memang dikenal suka bercerita dan bersemangat di setiap kata-katanya. Bagaimana ia bercerita tentang seorang anak malang yang ia temui di jalan dan mendorongnya untuk tetap berjuang.
Ia juga sempat menyoalkan agama dalam suratnya yang ditulisnya pada sahabatnya, Stella Zeehandelar. Kartini berkeluh tentang agama Islam yang dia anut karena nenek moyangnya beragama Islam. Tentang Quran yang bisa dibaca, tapi tak dipahami maknanya. Hingga puncak kekecewaan atas ketidaktahuan makna al-quran menggiringnya untuk tidak melakukan ibadah salat. Kartini sangat ingin tahu tentang isi al-quran dan pernah mendebat kiai-kiai yang mengajarinya mengaji.
Dari surat-suratnya tersebut, tertangkap jelas bahwa Kartini adalah sosok yang peka terhadap apa yang terjadi di lingkungannya, kaya akan buah pikiran, dan berani mengawali perbuhan. Itulah yang ingin disampaikan Kartini melalui surat-suratnya di dalam mahakarya Habis Gelap Terbitlah Terang. Jadi dapat disimpulkan bahwa, hari Kartini dan karya tentang Kartini bukan hanya soal konde dan kebaya saja. Melainkan tentang semangat emansipasi yang semestinya. Sudah sepatutnya para perempuan Indonesia mulai mencicipi surat-surat Kartini agar lebih mantab dalam menyelami makna emansipasi ala Kartini.
DAFTAR PUSTAKA
Pane, Armijn. 2009. Habis Gelap Terbitlah Terang. Jakarta: Balai Pustaka

CONTOH PROPOSAL PERNIKAHAN

Cieee yang sudah berencana nyari pasangan hahaha :D
Gpp, slah satu sunnah nabi adalah menikah bukan? so, ini bukanlah suatu aib yang  harus disembunyikan.
Setiap orang pasti memiliki cara untuk menjemput pasangan hdupnya. Ada yang menjemput langsung ke rumah, ada pula yang menggunakan media murabbi alias taaruf. Bagi kamu yang ingin menjemput kekasih halal dengan jalan taaruf, penting sekali mengenali pasangan. Pertemuan yang sangat terbatas tentunya akan menyulitkan kamu untuk mengenali pribadi calon pasangan. Eits, jangan gundah gulana dulu. Cara yang baik selalu ada jalan keluar kok.
Salah satu jalan mengenali calon pasangan adalah menggunakan proposal pernikahan. Ada dua macam proposal yang bisa kamu gunakan.
silakan unduh link di bawah ini ya. Semoga membantu kamu untuk mengenali calon pasangan halal. Semoga berjodoh dunia akhirat. Amiin. 

Sabtu, 01 September 2018

Tentang Salat 1

#brosurjihadpagi

Ahad, 02 September 2018/21 Dzulhijjah 1439           
Brosur No. : 1920/1960/IF Shalat (1)
~
Wajib mendirikan shalat
~
Firman Allah SWT :
~
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [QS. Thaahaa : 14]
~
Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. [QS. Huud : 114] 
~
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat). [QS. Al-Israa' : 78]
~
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-'Ankabuut : 45]
~
Dan agar mendirikan shalat serta bertaqwa kepada-Nya." Dan Dialah Tuhan Yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan. [QS. Al-An'aam : 72]
~
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. [QS. Al-Hajj : 78]
~
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan tha'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. [QS. An-Nuur : 56]
~
Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. [QS. An-Nisaa' : 103]
~
Hadits Nabi SAW :
~
Dari Ibnu 'Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Bersaksi bahwa tak ada  Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Bukhari juz 1, hal. 8] 
~
Dari Ibnu 'Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya 4 dengan sesuatupun, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Muslim juz 1, hal. 45, no. 20]
~
'Abdullah (bin 'Umar) berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Muslim juz 1, hal. 45, no. 21]
~
Dari Ibnu Syihab, dari Anas bin Malik ia berkata : Dahulu Abu Dzarr bercerita, bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, "Terbukalah atap rumahku ketika itu aku di Makkah, lalu turunlah Jibril, lantas ia membuka (membelah) dadaku, lalu ia membersihkannya dengan air zamzam. Kemudian ia datang membawa sebuah bejana dari emas yang penuh hikmah dan iman, lalu ia menuangkannya ke dalam dadaku, lantas ia menutupkannya. Kemudian ia memegang tanganku lalu membawaku naik ke langit dunia". Ketika aku datang ke langit dunia, Jibril berkata kepada penjaga langit, "Bukakanlah !" Penjaga langit bertanya, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Jibril". Penjaga langit bertanya, "Apakah engkau beserta seseorang ?" Jibril menjawab, "Ya, aku beserta Muhammad SAW". Penjaga langit bertanya, "Apakah ia telah diutus ?". Jibril menjawab, "Ya !" Maka setelah ia membuka, kami naik ke langit dunia, tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sedang duduk, di sebelah kanannya ada orang banyak dan disebelah kirinya ada orang banyak. Apabila ia melihat ke sebelah kanannya, tertawalah ia, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, menangislah ia. Kemudian ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan anak yang shalih". Aku bertanya kepada Jibril, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Adam, dan orang banyak yang ada di kanan dan kirinya adalah roh-roh anak cucunya.
Orang-orang yang di sebelah  kanan, mereka itu adalah ahli Surga, dan orang banyak yang ada di sebelah kirinya itu adalah ahli Neraka. Maka apabila ia melihat yang ada di sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila melihat ke sebelah kirinya, ia menangis". Lalu naiklah Jibril bersamaku ke langit yang kedua, dan ia berkata kepada penjaganya, "Bukakanlah !" Lalu penjaganya  berkata kepada Jibril seperti yang dikatakan oleh penjaga langit yang pertama tadi, lalu ia membukakan. Anas berkata, "Lalu ia (Abu Dzarr) menyebutkan, bahwasanya Rasulullah SAW bertemu di langit-langit itu dengan Adam, Idris, Musa, Isa dan Ibrahim sholawaatulloohi 'alaihim, namun ia tidak menerangkan bagaimana kedudukan (tempat-tempat) mereka itu, selain beliau SAW bertemu dengan Adam di langit dunia dan bertemu dengan Ibrahim di langit keenam". Anas berkata, "Tatkala Jibril bersama Nabi SAW berjalan melalui Idris, ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan saudara yang shalih". Aku bertanya kepada Jibril, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Idris". Kemudian aku melewati Musa, maka Nabi Musa berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan saudara yang shalih". Lalu saya bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?", Jibril menjawab, "Ini adalah Musa". Kemudian aku berjalan melalui Isa, lalu ia berkata, "Selamat datang wahai saudara yang shalih dan Nabi yang shalih". Aku bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?" Ia menjawab, "Ini adalah Isa". Kemudian aku berjalan melalui Ibrahim, lalu ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan anak yang shalih". Aku bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Ibrahim". Ibnu Syihab berkata : Ibnu Hazm telah mengkhabarkan kepadaku, bahwasanya Ibnu Abbas dan Abu Habbah Al-Anshariy keduanya berkata : Nabi SAW bersabda, "Kemudian Jibril membawaku naik lagi sehingga mencapai ke Mustawa, aku mendengar suara goresan pena". Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata : Nabi SAW bersabda, "Kemudian Allah menfardlukan (memberi kewajiban) atas ummatku lima puluh shalat. Lalu aku kembali dengan membawa perkara itu sehingga sampailah aku melalui Musa. Nabi Musa bertanya, "Allah memberi kewajiban apa kepadamu dan kepada ummatmu ?". Aku menjawab, "Dia telah memberi kewajiban limapuluh shalat". Nabi Musa berkata, "Kembalilah kepada Tuhanmu, karena ummatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban itu". Lalu ia menyuruhku kembali. Kemudian Allah mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa, aku berkata, "Tuhan telah mengurangi separuhnya". Nabi Musa berkata, "Kembalilah kepada Tuhanmu, karena sungguh ummatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban itu". Lalu aku kembali kepada Tuhan, lalu Tuhan mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa, maka ia berkata, "Kembalilah kepada Tuhan mu, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu melaksanakan hal itu". Maka aku kembali kepada-Nya. Maka Allah befirman, "(Kewajiban) itu lima dan itu sama dengan lima puluh. Tidak akan dirubah firman-Ku ini". Kemudian aku kembali kepada Musa, lalu ia berkata, "Kembalilah kepada Tuhan-mu !" Lalu aku menjawab, "Aku malu kepada Tuhan". Kemudian Jibril membawaku pergi sehingga aku sampai ke Sidratul Muntaha. Sedang Sidratul Muntaha itu diliputi beraneka macam warna, yang aku tidak mengetahui, apa itu. Kemudian aku diajak masuk ke surga, tiba-tiba disana ada mahligai-mahligai dari mutiara dan tanahnya dari kasturi". [HR. Bukhari juz 1, hal. 91-93]
~
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Diwajibkan shalat itu pada Nabi SAW pada malam Isra’, lima puluh kali. Kemudian dikurangi sehingga menjadi lima kali, kemudian Nabi dipanggil, “Ya Muhammad, sesungguhnya tidak diganti (diubah) ketetapan itu di sisi-Ku. Dan sesungguhnya lima kali itu sama dengan lima puluh kali”. [HR. Tirmidzi juz 1, hal. 137, no. 213, ia berkata :.Haditsnya Anas ini hadits hasan shahih gharib]
~
Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah, ia berkata : Ada seorang laki-laki dari penduduk Najd yang rambutnya acak-acakan datang kepada Rasulullah SAW, kami mendengar suaranya tetapi tidak jelas apa yang ia katakan, sehingga ia mendekat. Tiba-tiba ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Islam. Maka Rasulullah, SAW bersabda, "Shalat lima waktu sehari semalam". Ia bertanya lagi, "Apakah ada kewajiban shalat kepadaku selain itu ?". Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah”. Rasulullah SAW bersabda, "Dan puasa Ramadlan". Ia bertanya lagi, “Apakah ada kewajibanku puasa selain itu ?". Rasulullah SAW bersabda, "Tidak, kecuali kamu mau melakukan puasa sunnah”. Dan Rasulullah SAW menyebutkan kepadanya tentang zakat. Lalu orang itu bertanya, “Apakah ada kewajibanku zakat selain itu ?’. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak, kecuali kamu akan bershadaqah sunnah". Kemudian orang laki-laki itu berpaling sambil berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambah dari semua ini dan tidak akan menguranginya”. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh dia pasti bahagia, jika ia benar begitu”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 17]
~
Dari Jabir bin 'Abdullah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [HR. Muslim juz 1, hal. 88, no. 134] 
~
Dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkan shalat, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 126, no. 2756, ia berkata : Ini hadits hasan shahih gharib] 
~
Dari Jabir, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang itu kafir atau beriman adalah meninggalkan shalat”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 125, no. 2751]
~
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia telah kafir terang-terangan". [HR. Thabaraniy, dalam Al-Ausath juz 3, hal. 211, no. 3372, dla'if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Abu Dawud Al-Anbaariy, ia majhul]
~
Dari 'Abdullah bin Syaqiq Al-'Uqailiy, ia berkata, "Dahulu para shahabat Nabi Muhammad SAW tidak memandang suatu perbuatan yang apabila ditinggalkannya adalah kafir selain shalat". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 126, no/ 2757]
~
 Bersambung........

Selasa, 13 Maret 2018

Cinta Suci Adinda dan Tahun Kebangkitan Novel Indiva


Keberadaan Penerbit Indiva sebenarnya tidak bisa dilepaskan dengan novel. Di awal berdirinya, Indiva telah menggebrak dunia perbukuan dengan berbagai novel yang khas, seperti De Winst (Afifah Afra), Livor Mortis (Deasylawati P), Rose (Sinta Yudisia) dan Jasmine (Riawani Elyta). Namun, beberapa tahun terakhir ini, Indiva mulai agak jarang menerbitkan novel. Ternyata, hal ini cukup dikeluhkan oleh pembaca. Beberapa pembaca setia Indiva mengaku rindu dengan hadirnya novel-novel inspiratif Indiva.

“Kok Indiva jarang cetak novel baru, novelnya masih itu-itu saja,” keluh mereka.
Menanggapi keluhan tersebut, CEO Penerbit Indiva, Afifah Afra, kemudian merespon dengan menjadikan tahun 2018 sebagai “Tahun Kebangkitan Novel Indiva.”
Di awal tahun, dua novel baru pun terbit, yaitu Cinta Suci Adinda (Afifah Afra) dan Sabda Luka (Gegge Mappangewa. Saat ini, di dapur Indiva sedang digodok novel-novel lainnya. Pada artikel ini, akan dibahas tentang novel Cinta Suci Adinda.

Novel bercover pink ini mungkin berbeda dengan novel-novel Afifah Afra pada umumnya yang cenderung serius. Ya, novel ini lumayan easy reading. Namun, tentunya, sebagaimana novel Indiva dan Afifah Afra pada umumnya, novel ini tetap inspiratif dan sarat hikmah. Sebenarnya, novel ini pernah terbit sekitar 12 tahun yang lalu. Edisi Indonesia berjudul Cinta Adinda, dan edisi Malaysia berjudul Kasih Adinda. Namun, karena sudah tidak beredar di pasaran, Afifah Afra pun mengajak Indiva untuk bekerja sama merepublish novel ini. Tentu novel edisi baru sangat berbeda dengan novel edisi lama. Afifah Afra merasa butuh  memperbaiki novel ini sehingga lebih sesuai dengan ‘zaman now’, logika cerita lebih rapi, konflik lebih tertata. Jadilah novel ini menjadi “menggemuk” sampai setebal 368 halaman.

Cinta Suci Adinda bertutur tentang Adinda, perawat sederhana yang bekerja di sebuah Rumah Sakit Jiwa. Di RSJ tersebut juga terdapat seorang dokter spesialis kejiwaan yang tampan, terkenal dan sangat cerdas, yakni dr. Irhamuddin Prasetyo, Sp.Kj. Seorang lelaki dengan tipe “the most wanted.” Sebenarnya, Dokter Irham sudah memiliki calon istri yang selevel dengannya, seorang doktor hukum lulusan Perancis. Namun, hubungan mereka berantakan karena perbedaan prinsip. Sebelumnya, Irham pun pernah memadu kasih dengan seorang dokter cantik, namun juga berantakan karena si dokter itu memilih menikah dengan seniornya yang jauh lebih mapan.
Karena itulah, hingga usia 30-an, Dokter Irham tetap membujang?

Adinda sendiri berasal dari keluarga miskin. Dia pernah menjadi pembantu di keluarga Brata Kusuma yang kaya raya dan sangat terpandang. Karena kebaikan Brata Kusuma, Adinda pun disekolahkan hingga berhasil menjadi perawat. Ya, perawat, bukan dokter, padahal Adinda adalah bintang kelas, dan sang majikan sanggup membiayai untuk sekolah semahal apapun. Ketika Brata Kusuma terpuruk dan didiagnosis skizofrenia (gila), Adinda berusaha keras mengobati sakit sang majikan, justru ketika keluarga besar Brata justru membiarkannya. Sayang, usaha Adinda justru dianggap melanggar etika oleh keluarga Brata. Adinda pun diusir dari rumah tersebut. Brata sendiri dikurung dalam sebuah vila mewah di pegunungan.

Diam-diam, Adinda berusaha terus mengajak Brata berobat. Dia bahkan berani mengeluarkan biaya besar untuk membayar jasa dr. Irhamuddin. Awalnya hanya interaksi antara dokter dengan perawat di RSJ, kemudian berubah menjadi dokter yang diminta mengobati majikan Adinda, Irham melihat banyak kejanggalan dari kedekatan gadis itu dengan Brata Kusuma. Benarkah kedekatan itu hanya sekadar balas budi Adinda kepada lelaki tua itu? Dan, mengapa keluarga Brata bersikeras melawan usaha Adinda menyembuhkan ayah mereka?

OIKOS
Selain Cinta Suci Adinda, di novel ini juga terdapat bonus novelet berjudul OIKOS. Novelet ini terilhami dari oikos nomos (ekonomi) dan oikos logos (ekologi). Konflik kedua bidang ilmu ini sudah sedemikian kuat. Peristiwa kebakaran hutan yang terus menerus, menjadi alasan saya mengangkat kisah ini.

Tersebutlah dua sosok manusia bernama Oikos. Satu pria mapan, ekonom dan pebisnis andal. Satu perempuan, cerdas dan idealis, ekolog, aktivis lingkungan. Saat masih remaja, keduanya pernah jatuh cinta, tetapi memutuskan berpisah karena ekonomi dan ekologi sering menjelma bak bumi dan langit.
Mereka bertemu kembali ketika perusahaan Oikos sang ekonom membakar hutan di Sumatera, membuat bencana asap super hebat. Oikos sang ekolog bersuara keras melawan si pembakar hutan. Dalam keadaan berlawanan, bibit-bibit cinta justru kembali tumbuh. Lantas, apa yang terjadi dengan mereka? Di tengah membanjirnya pasar novel dengan bacaan yang kurang bisa dipertanggungjawabkan, kehadiran novel islami penuh hikmah seperti Cinta Suci Adinda layak kita apresiasi.

Cover

Data Buku
Judul: Cinta Suci Adinda
Penulis: Afifah Afra
Tebal: 368 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Harga: Rp 75.000

SINOPSIS:
Adinda ditangkap polisi? Siapa yang bisa percaya kabar itu? Adinda perawat lugu dan berhati selembut sutera. Tak mungkin dia terlibat dalam kriminalitas. Apalagi, tuduhan yang dilayangkan padanya sungguh tak masuk akal: menculik Brata Kusuma, sang penderita skizofrenia yang tak lain adalah mantan majikannya.

Pria itu bagai mutiara bagi Adinda, selalu dirawat dan dijaga. Irham, dokter jiwa ternama itu menyaksikan dengan mata kepala sendiri, betapa besar pengorbanan Adinda untuk Brata Kusuma. Rasanya mustahil dia menjadi aktor di balik penculikan Brata Kusuma. Irham memang tak percaya gadis selugu Adinda terlibat kasus pelanggaran hukum, namun di saat bersamaan, Irham mendapati hubungan yang janggal antara Adinda dan Brata Kusuma. Ya, sebuah interaksi aneh. Tak lagi sekadar hubungan pasien dan perawatnya.

Dokter Irhamudin Prasetya semakin terbebat ketidakmengertian. Bukan sekadar karena kelit kelindan kehidupan yang kian sulit dicerna, namun juga dirinya yang akhirnya menyadari, bahwa daya tarik Adinda telah membuatnya pria terhormat seperti dirinya, justru jatuh pada gadis sederhana yang jauh dari standar idealnya. Cinta Suci Adinda merupakan novel yang bertutur tentang loyalitas, totalitas dan kesederhanaan yang menawan dari seorang perawat bernama Adinda. Selain Cinta Suci Adinda, sebuah novelet cantik berjudul “Oikos” pun dipersembahkan Afifah Afra dalam buku ini. Sebuan novelet dengan latar belakang peristiwa kebakaran hutan di Sumatera beberapa waktu silam.
Selamat membaca!