Sebait Pesan

Kau boleh mencaciku sesuka hatimu. Setelah itu selesaikan urusanmu bersama Tuhan yang menciptakan aku.

Menjadi Diriku

Menjadi diri sendiri adalah kekayaan yang tak dapat dirupiahkan.

Legenda Sebuah Pertemanan

Ia adalah kado pada persimpangan kehidupan.

Hidup adalah sebuah pilihan

Setiap pilihan yang kita ambil mengandung resiko. Tak ada kata lain selain menikmati resiko.

Kau Air Laut dan Aku Pasir Pantai

Percayalah, pada akhirnya kita akan bersanding menumbangkan segala beda.

Rabu, 22 April 2015

Petuah Perempuan

Ada sebuah tayangan televisi yang khusus membahas mengenai persoalan perempuan. Tampaknya kalimat "Karena wanita ingin dimengerti" menjadi salah satu latar belakang produser untuk membuat  talkshow ini. Terlepas dari drama atau nyata, tanyangan ini cukup inspiratif bagi kaum hawa. Tak heran bila stasiun TV yang menayangkannya dengan bangga menyematkan talkshow tersebut pada jajaran "Program paling menarik".
Tidak sengaja pagi ini sebelum berangkat ke kampus saya melihat tayangan tersebut. Ada seorang perempuan muda yang merasa selalu disakiti oleh pacarnya atau laki-lakinya. Peristiwa itu berkembang menjadi penyakit traumatis. Bayangkan, usianya baru 19 tahun namun sudah memiliki gangguan emosi. Masa depan yang masih bengitu panjang berada pada ambang kehancuran bila si perempuan muda tersebut tidak berhasil mengentaskan diri dari traumatiknya.
Setelah menjalani sesi curhat yang cukup panjang, salah satu host dalam acara tersebut berujar:
Bila 1, 2, 3 laki-laki sudah menyakitimu, percayalah, didunia ini masih ada ribuan lelaki baik yang salah satunya akan menghapirimu.
Begitulah petuah sang host muslimah. Perempuan muda tadi menggelengkan kepala dengan mata yang sudah sembab karena menangis. Nah, kisah tersebut harusnya menjadi pelajaran untuk kita semua, terutama kaum perempuan. Bila memang belum saatnya menjalin asmara, tundalah dahulu sampai sudah tiba waktu yang tepat.
True love is waiting to talking
Ibu saya pun bilang demikian.
"Berani suka berarti berani sakit"
Bisa dibilang menjadi sakit itu adalah konsekuensi paling nyata pasti akan dialami. Untuk menghindari sakit itu, hendaklah kita kaum perempuan (yang lebih banyak mendapat mudharat) agar menjaga diri dan senantiasa menjaga kehormatan. Mulai dari hal-hal yang tampaknya kecil padahal besar, contohnya adalah menjaga pandangan mata.
Tidak sedikit ayat-ayat Allah SWT yang bisa kita jadikan dasar dalam menjaga pandangan mata.
Kita perempuan,
mahkluk Tuhan yang tanpa hiasan pun sudah CANTIK. 
Haruslah lebih dapat menjaga diri karena dari ujung rambut hingga kaki kita adalah mahkota yang tidak memiliki ganti. Tidak seperti onderdil sepeda motor yang banyak dijual eceran di pinggir jalan. Kalau dasarnya perempuan baik maka akan dihampiri pula oleh lelaki yang baik. Itu hukum alam yang tidak dapat dipatahkan.Tema ini memang menjadi tema saya yang tak pernah mati, mengingat umur sudah berkepala dua. kata ibu saya, itu wajar kok. Daripada dilampiaskan dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, yuk disebarluaskan dengan cara menuliskan. Sekian cerita saya hari ini, semoga bermanfaat sahabat.
Be better, everytime


Selasa, 14 April 2015

Melayang Aku Sampai Kota Daeng, Makassar

Setiap orang memiliki kadar keberuntungannya masing-masing. yap, begitu juga dengan aku hehe. Kalau dibilang beruntung ya “beruntung banget” bisa berangkat ke Makassar bersama teman-teman seperjuangan. Siapa sangka mimpi ini menjadi nyata. Mimpi anak sederhana yang aku cetuskan beberapa tahun lalu. Orang boleh menertawakan mimpi itu, tapi aku terima saja dengan lapang dada. Saat ini mereka boleh tertawa, lain waktu aku yang akan membuat mereka terdiam lama menatap mimpiku yang sudah menjadi nyata.
Aku pengen naik pesawat

Aku percaya Allah itu Maha Adil. Ia akan membayar semuanya dengan harga pas. Rasa-rasanya forum nasional inilah bayaran yang paling mahal bila mengingat setahun belakangan. Cukup tahu saja, nanti ndak dikira pamer.
Hari Rabu, 8 April 2015 aku berangkat ke Surabaya menuju Bandara Juanda. Bersama lima kawan lain yang sama-sama baru pertama kali ke luar jawa. Kata adik tingkat saat itu dia sempat bingung gimana cara pesan tiket pesawat haha. Setengah hari kita lalui di jalanan. Sekitar pukul 19.30 WIB rombongan UNS ini sampai di bandara. Take off masih pukul 11.00 WIB. Sambil nenteng koper layaknya mau liburan,  muter-muter bentar sambil foto-foto, lumayanlah buat bahan cerita di rumah. Beberapa jam kami nikmati di pelataran bandara sambil menikmati suasananya. Ada rasa takut dan deg-degan melihat pesawat yang berlalu lalang hehe.. 

Tibalah saatnya cek in. kita masuk di ruang keberangkatan. Semua barang bawaan dicek. Memastikan tidak ada barang-barang berbahaya yang dibawa penumpang. setelah pemeriksaan selesai saatnya memasuki cabin pesawat. Cukup terkesima karena baru pertama kalinya haha. Tiba-tiba jadi ingat cita-cita waktu kecil ingin jadi pramugrari. Pas pesawat sudah mau melangit rasanya tuh serem, badan kayak ditarik secara paksa gitu. Enak sih, seru juga. Dari atas pesawat aku lihat lampu-lampu bertaburan. Indah benget. Seperti pecahan emas yang berserakan. Seremnya naik pesawat Cuma pas naik dan mau turun saja sih kalau ambil penerbangan malam. Selebihnya hanya goyang-goyang kecil yang tidak terlalu keras. Alhamdulillah selamat sampai landing di bandara Sultan Hassanudin Makassar. 
Kira-kira pukul 01.30 WITA aku sampai di Makassar dan dijemput sama panitia dari Universitas Hassanudin. Namanya Muhammad Widianto. Nyatanya dia bukan panitia inti, dia delegasi UNHAS yang merangkap. LO sebenarnya buat UNS adalah Erwin. Anak UNHAS asli. Kalau si Widi tadi orang Sragen yang tinggal di Makassar. heleehh.. 
Beberapa hari di UNHAS agenda utamanya adalah sidang dan musyawarah membahas AD, ART, GBHO dan proker untuk Persatuan Mahasiswa Bidikmisi Nasional selama setahun ke depan. 
 Dari seekia banyak moment penting entah kenapa yang paling berkesan adalah ketika aku dipertemukan dengan kakak-kakak yang sebenarnya sudah lulus namun masih diberi amanah untuk membangun bidikmisi, Sebut saja mereka tim formatur. Mereka adalah orang-orang keren yang dikumpulan jdi satu oleh DIKTI. latar belakang mereka sama, sama-sama berasal dari keluarga sederhana. Sama-sama orang beruntung bisa mendapat bidikmisi untuk kuliah hingga lulus. Mereka ada yang seorang presma, mawapres, duta wisata, duta perawat nasional dan segenap prestasi-prestasi cemerlang sudah mereka kantongi. Sungguh, bertemu mereka seakan-akan mendapat cahaya semangat baru untuk melanjutkan hidup ahaha..
Tim Formatur
Anehnya, sekeren-kerenya orang mereka semua punya sisi aneh yang membuat orang geleng-geleng kepala. huahahahah
Drama pengemis
Setelah banyaknya omongan buruk tentang eksklusifitas anak-anak bidikmisi, akhirnya terbentuk juga forum nasional yang bisa menaungi seluruh penerima bidikmisi dan alumninya. Semoga dengan ini generasi emas Indonesia akan lahir untuk kemajuan bangsa dan negara. Aku pikir memang ini penting dan harus ada. Biar keberadaan bidikmisi lebih maksimal dan tak lekang oleh waktu eaaa... 
Bersyukur..bersyukur dan bersyukur..itulah kata kerja yang tak boleh kami lupa. Teman-teman bidikmisi se-Indonesia yang aku cinta. 
Delegasi Bidikmisi se-Indonesia
Daan..berakhirlah pada waktu untuk mengucapkan selamat tinggal. Membawa hasil musyawarah dan program-program yang harus segera ditargetkan. Cuaca begitu buruk ketika perjalanan kembali ke kampung halaman. Hujan deras menyapa, pesawat jadi delay agak lama.

 Ketika di pesawat, awan-awan tebal begitu ramai. Mendung membuat jendela blur. Namun, ketika cerahnya hari sudah menyapa, sungguh tak bisa aku pungkiri indahnya kepulauan Indonesia. Dari atas sana seperti serpihan surga. Pabtas saja Indonesia banyak diincar oleh negara tetangga. Hamparan pulau hijau dan birunya lauu membuat mata tak mempu berkedip. Semua adalah lukisan Tuhan. Subhanallah..
Meskipun sempat hampir jantungan karena cuaca buruk ketika terbang, alhamdulillah Allah masih memberi keselamatan. Sekitar pukul 17.00 WIB rombongan UNS sampai di Bandara Adi Sucipto. 
Alhamdulillah
Bandara Adi Sucipto
oiya sebelum pulang kami sempat mampir ke warung makan Coto Makassar, makanan khas daerah sana. Rasanya agak asam. Isinya daging sapi dengan kuah keruh. Katanya sih air rempah-rempah yang membuat keruh. Harganya 10 ribu per mangkok. Sudah termasuk dua buah ketupat dan segelas air putih dingin. 
Coto Makassar
begitulah perjalanan sederhanaku. Meski sederhana begitu banyak hikmah yang aku dapat. Yang jelas mimpi untuk naik pesawat sudah terkabul. Terima kasih ya Allah, sunguh Engkau Dzat Yang Maha Besar.
Pinjam ya hehe..Jateng-DIY memang oke
Tempat oleh-oleh

Sajak untuk Purnama

Aku dan kamu mengukir cerita tentang kita
Kau adalah tinta sedang aku ujung besinya
Begitu perihnya tubuhku ditekan untuk bisa kau keluar
Namun kenapa hanya aku yang kena getah sakitnya
Hey, aku sedang bertanya padamu
...

Kau adalah doa-doaku

Kau bahan dari cerita-cerita yang aku tulis

Kau adalah alur yang selalu menjadi muaraku

Kau adalah semua dan segalanya
Kau tiada duanya

...
Lalu,
Kabar duka itu datang
Seolah meruntuhkan
Menyisakan luka dan sia-sia
Kau tak pernah peka atau tak mau peka
Hey aku sedang bertanya
...
Bila benar adanya selama ini hanya kebohongan
Kenapa aku harus menjadi orang yang kau sasar
Tak adakah yang lain saja
Setidaknya dia yang hatinya lebih kuat dari aku
Yang memiliki air mata lebih sedikit untuk diteteskan hanya untukmu
...
Bukan aku,
Perempuan lemah yang sudah terlalu lama menunggu
Pada akhirnya beginikah jawaban untukku
Aku tak pandai bermain kasih
Aku tak pintar menolak rayuan
Aku tak cerdas memilah mana benar mana gombalan

Sungguh,
Aku tak meminta kau memberiku laba
Cukup terima aku dan kita akan jalani suka duka bersama
Sesederhana itu..

Tuhan tolonglah aku
Kembalikan dia ke dalam pelukku
Karena aku tak bisa mengganti dirinya 
(Pasto- jujur aku tak sanggup)


Bila kau pergi karena merasa aku tak ada lagi
Inilah satu jawaban yang akan aku utarakan
dari seribu pertanyaanmu
...

Aku hanya pergi tuk sementara

Bukan tuk meninggalkanmu selamanya

Ku pastikan kembali pada dirimu 
(Pasto- Aku Pasti Kembali)


Senin, 06 April 2015

Terima kasih untuk satu Tahun Ini, Pioner

Kita tak memiliki apa-apa; harta, wibawa, maupun kuasa. Kita hanya punya satu jiwa dan satu rasa bernama "tekad" yang luar biasa.
Musyawarah Regional Jateng- DIY
Masih ingat kah kawan? Dimana kita berada pada ambang pilihan yang sulit. Diam bersama cacian atau maju membawa perubahan. Akhirnya, dengan secuil modal yang kita punya langkah ini menjadi lebar mengalahkan keadaan.
Aku masih ingat betul dimana kita bersama menyusun apa-apa hingga malam tiba. Di tempat yang tak  pernah tentu. Asal kosong, pakai saja!! Rumah saat itu menjadi barang mahal. Namun,
semakin kesini ternyata aku sadar, asal bersama kalian apapun bisa kita kerjakan meski serba kekurangan. 
Dering HP tak pernah sunyi untuk menyapa. Selalu ada kata "bagaimana?" di setiap pesan elektronik kita. Bikin malas buka  HP sejujurnya hehe, maap yak. Bukan HPnya yang bikin pening, isinya itu hloo. Kita mulai langkah ini dari tiada menjadi ada. Dari suka menjadi tangis. Dari cinta menjadi sangaaaaaat cintaaaaaa... hingga kita bilang, "kapan ya kita bahagia?" haha. Sungguh, aku benci kata-kata itu.
Benar kata orang, semakin tinggi pohon semakin garang angin menerjang. Goyah itu ada, tapi kuat itu selamanya. Mulai ada pihak-pihak yang tak suka, mencerca, apalagi ingin menjatuhkan kita. Sedih rasanya, kita salah apa?? tapi itulah yang menjadi pengobar tekad dan pemberi asupan semangat paling besar. Tanpa bakat motivator pun kita dituntut menjadi motivator ulung untuk diri sendiri.
Kita harus bertahan. Bagaimanapun caranya, bagaimana pun keadaannya. Tak ada kata sia-sia untuk apa yang sedang kita lakukan saat ini. Tunggu saja waktu jayanya. Pasti akan tiba!
Aku ingatkan kembali satu tahun perjalanan kita kemrin. Hanya melalui ini, iya sekadar foto ini yang bisa aku beri. Hanya beberapa yang lainnya aku tak punya.
Dusun Binaan SEMESTA KOMADIKSI
Diskusi SNSD
Monitoring dan Evaluasi Bidikmisi
Bakti Sosial Bidikmisi
Menggali Inspirasi Bersama Bidikmisi UNNES
Studi Banding ke Bidikmisi UNY
Ciyeee Dina sama Arif
Studi Banding ke Bidikmisi UGM
Buku Pertama. Silahkan Order :)
Masih banyak yang ingin aku ingatkan, sayang tak semua bisa terabadikan dalam bidikan kamera. HP kita dulu kan masih sejenis alat telpon dan sms. Belum ada istilah selfie dengan kamera resolusi canggih untuk berbagai gaya. Melalui tulisan ini, semoga kisah kita abadi. Suatu saat ketika kita membaca ini lagi, sengaja maupun tidak, kita akan ingat kembali apa itu perjuangan dan dedikasi. Sampai kapanpun perjalanan ini tak akan sirna meski ditelan waktu dan jumpa. Kita generasi tua, akan tiba waktunya untuk hadir pada jayanya KOMADIKSI beberapa tahun lagi. Pada saat itu dibalik senyum kita akan terlukis bahwa, "ini hasil apa yang kita bangun dahulu". Sesederhana itu. Kalau boleh meminta lebih, aku ingin silaturahmi kita terjaga hingga entah kapan usainya. Thanks regards..kalian generasi pioner :*