Kita tak memiliki apa-apa; harta, wibawa, maupun kuasa. Kita hanya punya satu jiwa dan satu rasa bernama "tekad" yang luar biasa.
 |
| Musyawarah Regional Jateng- DIY |
Masih ingat kah kawan? Dimana kita berada pada ambang pilihan yang sulit. Diam bersama cacian atau maju membawa perubahan. Akhirnya, dengan secuil modal yang kita punya langkah ini menjadi lebar mengalahkan keadaan.
Aku masih ingat betul dimana kita bersama menyusun apa-apa hingga malam tiba. Di tempat yang tak pernah tentu. Asal kosong, pakai saja!! Rumah saat itu menjadi barang mahal. Namun,
semakin kesini ternyata aku sadar, asal bersama kalian apapun bisa kita kerjakan meski serba kekurangan.
Dering HP tak pernah sunyi untuk menyapa. Selalu ada kata "bagaimana?" di setiap pesan elektronik kita. Bikin malas buka HP sejujurnya hehe, maap yak. Bukan HPnya yang bikin pening, isinya itu hloo. Kita mulai langkah ini dari tiada menjadi ada. Dari suka menjadi tangis. Dari cinta menjadi sangaaaaaat cintaaaaaa... hingga kita bilang, "kapan ya kita bahagia?" haha. Sungguh, aku benci kata-kata itu.
Benar kata orang, semakin tinggi pohon semakin garang angin menerjang. Goyah itu ada, tapi kuat itu selamanya. Mulai ada pihak-pihak yang tak suka, mencerca, apalagi ingin menjatuhkan kita. Sedih rasanya, kita salah apa?? tapi itulah yang menjadi pengobar tekad dan pemberi asupan semangat paling besar. Tanpa bakat motivator pun kita dituntut menjadi motivator ulung untuk diri sendiri.
Kita harus bertahan. Bagaimanapun caranya, bagaimana pun keadaannya. Tak ada kata sia-sia untuk apa yang sedang kita lakukan saat ini. Tunggu saja waktu jayanya. Pasti akan tiba!
Aku ingatkan kembali satu tahun perjalanan kita kemrin. Hanya melalui ini, iya sekadar foto ini yang bisa aku beri. Hanya beberapa yang lainnya aku tak punya.
 |
| Dusun Binaan SEMESTA KOMADIKSI |
 |
| Diskusi SNSD |
 |
| Monitoring dan Evaluasi Bidikmisi |
 |
| Bakti Sosial Bidikmisi |
 |
| Menggali Inspirasi Bersama Bidikmisi UNNES |
 |
| Studi Banding ke Bidikmisi UNY |
 |
| Ciyeee Dina sama Arif |
 |
| Studi Banding ke Bidikmisi UGM |
 |
| Buku Pertama. Silahkan Order :) |
Masih banyak yang ingin aku ingatkan, sayang tak semua bisa terabadikan dalam bidikan kamera. HP kita dulu kan masih sejenis alat telpon dan sms. Belum ada istilah selfie dengan kamera resolusi canggih untuk berbagai gaya. Melalui tulisan ini, semoga kisah kita abadi. Suatu saat ketika kita membaca ini lagi, sengaja maupun tidak, kita akan ingat kembali apa itu perjuangan dan dedikasi. Sampai kapanpun perjalanan ini tak akan sirna meski ditelan waktu dan jumpa. Kita generasi tua, akan tiba waktunya untuk hadir pada jayanya KOMADIKSI beberapa tahun lagi. Pada saat itu dibalik senyum kita akan terlukis bahwa, "ini hasil apa yang kita bangun dahulu". Sesederhana itu. Kalau boleh meminta lebih, aku ingin silaturahmi kita terjaga hingga entah kapan usainya. Thanks regards..kalian generasi pioner :*
0 komentar:
Posting Komentar