Selasa, 14 April 2015

Sajak untuk Purnama

Aku dan kamu mengukir cerita tentang kita
Kau adalah tinta sedang aku ujung besinya

Begitu perihnya tubuhku ditekan untuk bisa kau keluar
Namun kenapa hanya aku yang kena getah sakitnya
Hey, aku sedang bertanya padamu
...

Kau adalah doa-doaku

Kau bahan dari cerita-cerita yang aku tulis

Kau adalah alur yang selalu menjadi muaraku

Kau adalah semua dan segalanya
Kau tiada duanya

...
Lalu,
Kabar duka itu datang
Seolah meruntuhkan
Menyisakan luka dan sia-sia
Kau tak pernah peka atau tak mau peka
Hey aku sedang bertanya
...
Bila benar adanya selama ini hanya kebohongan
Kenapa aku harus menjadi orang yang kau sasar
Tak adakah yang lain saja
Setidaknya dia yang hatinya lebih kuat dari aku
Yang memiliki air mata lebih sedikit untuk diteteskan hanya untukmu
...
Bukan aku,
Perempuan lemah yang sudah terlalu lama menunggu
Pada akhirnya beginikah jawaban untukku
Aku tak pandai bermain kasih
Aku tak pintar menolak rayuan
Aku tak cerdas memilah mana benar mana gombalan

Sungguh,
Aku tak meminta kau memberiku laba
Cukup terima aku dan kita akan jalani suka duka bersama
Sesederhana itu..

Tuhan tolonglah aku
Kembalikan dia ke dalam pelukku
Karena aku tak bisa mengganti dirinya 
(Pasto- jujur aku tak sanggup)


Bila kau pergi karena merasa aku tak ada lagi
Inilah satu jawaban yang akan aku utarakan
dari seribu pertanyaanmu
...

Aku hanya pergi tuk sementara

Bukan tuk meninggalkanmu selamanya

Ku pastikan kembali pada dirimu 
(Pasto- Aku Pasti Kembali)


0 komentar:

Posting Komentar