Sebait Pesan

Kau boleh mencaciku sesuka hatimu. Setelah itu selesaikan urusanmu bersama Tuhan yang menciptakan aku.

Menjadi Diriku

Menjadi diri sendiri adalah kekayaan yang tak dapat dirupiahkan.

Legenda Sebuah Pertemanan

Ia adalah kado pada persimpangan kehidupan.

Hidup adalah sebuah pilihan

Setiap pilihan yang kita ambil mengandung resiko. Tak ada kata lain selain menikmati resiko.

Kau Air Laut dan Aku Pasir Pantai

Percayalah, pada akhirnya kita akan bersanding menumbangkan segala beda.

Kamis, 26 Februari 2015

Selorohmu

Pagi ini aku patut bersyukur. Tanpa aku sangka ada raut wajah yang menyembul dari balik kaca. Ada senyum yang membuat aku mengernyitkan mata. Memastikan. Apakah benar kau atau orang yang menjadi korban ilusiku tiba-tiba.
Ternyata benar. kau datang tanpa aku undang. Selorohmu meruntuhkan.
Ada yang tak lagi sama. Jantung ini tak lagi bergemuruh seketika. Aku tak lagi salah tingkah bila berdiri dihadapanmu. Inikah yang disebut rela?
ah, ibu selalu memberikan aku materi tentang cinta. Beginilah aku jadinya. Aku sedang belajar untuk rela. Rela tak bertemu, rela tak kau sapa, rela melihat kau bersama yang lainnya dan rela-rela yang banyak sekali bentuknya.
Kemudian tibalah pagi ini. Dimana aku sedang menyusun alasan bahwa kita memang tak pantas untuk bersama.
Selorohmu menentramkan.
Tak lagi aku temukan ketakutan melihat kedua bola matamu yang tajam. Inikah bukti kedua aku rela?
Sungguh, ibu berhasil membantuku.

kuharap ini adalah kabar baik. Dimana garis finish sudah ada didepan mata. Kemudian kita akan berjalan ke arah yang berbeda dan menjemput kebahagiaan kita yang tak lagi bersama.
Kata ibu, "untuk apa mencintai dengan luka"
Memang, kalimat itu benar adanya.

Rabu, 25 Februari 2015

Lomba Cerpen Nasional "Kilau Pena Sriwijaya"

Pengumpulan Berkas Cerpen & Puisi :
16 Februari –06 Marret 2015.
Biaya Pendaftaran kirim ke BNI 0202983343 (konfirmasi ke No HP Wahyu)
Kirim naskah dengan format:
Nama_Asal Universitas_Alamat_Kategori (Puisi/Cerpen) dan kirim bukti pembayaran,
ke Pesan FB FLP Ogan Ilir
Pengumuman Pemenang:
13 Maret 2015
GSG FKIP UNSRI Indralaya

Selasa, 24 Februari 2015

Aku dan Apa Adanya

Banyak orang bahagia memiliki harta bejibun jumlahnya, wanita begitu cantiknya dan tahta nan tingginya. Sayang sekali, bagi saya bahagia adalah ketika kedaulatan masih berada di jemari tangan dan kaki. Harta, wanita dan tahta adalah sepiring nasi yang tinggal menunggu basi. Kemudian, menjadi diri sendiri adalah sebuah keabadian yang tiada orang lain berkuasa atasnya.

Senin, 23 Februari 2015

Bahasa Pinggir Jalan yang Terpinggirkan

Gambar buaya didalam koran
Koran usang lalu dibuang,
Ini bahasa orang pinggiran
Asal terpasang dapat uang

Kita mahasiswa, akademisi bahkan pemerhati bahasa terkadang terlalu terpaku pada penggunaan atau pembenaran bahasa di lingkungan-lingkungan formal seperti EYD dalam undang-undang, jurnal, majalah, koran dan lain sebagainya. Keberadaan bahasa pinggiran, bahasa yang digunakan oleh orang-orang pinggiran atau lebih tepatnya orang-orang yang dipinggir jalan terkadang luput dari jangkauan. Secara nalar dan fakta mengatakan notabene pendidikan mereka adalah SD, SMP dan SMA. Kalau pun ada yang dulunya sempat mengenyam perguruan tinggi tentu sedikit jumlahnya dan sedikit pula yang lulusan kebahasaan. Pemakluman ini tentu dibenar oleh kebanyakan orang, namun sampai kapan? Jika dibiarkan terus menerus hal ini akan berdampak pada penggunaan bahasa lisan juga. Bila sudah menginfeksi bahasa lisan maka penyebarannya tentu akan lebih cepat.
Bahasa pinggir jalan memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan dan publikasi bahasa. Bisa dibayangkan berapa banyak pasang mata yang membaca pamflet dipinggir jalan dibandingkan pembaca jurnal ilmiah atau koran yang sudah melewati tahap editing ketatabahasaan. Kemudian kata-kata yang terpampang di depan pertokoan sebagai tanda pengenal toko tentu tidak akan berubah, sehingga lama-lama masyarakat menjadi hapal. Sedangkan jurnal dan koran memiliki topik yang berbeda di setiap edisinya ditambah jumlah kata yang dipakai sangat banyak dalam satu edisi. Sedangkan pamflet atau papan nama hanya terdiri dari satu atau dua kata saja dan tentu lebih mudah diingat. Masyarakat yang terbiasa melihat kemudian hapal tapi tidak mengetahui kebenaran kosa kata yang ia temui dipinggir jalan akan mempengaruhi bahasa lisannya.
Banyak sekali fenomena sehari-hari yang menggambarkan bagaimana kondisi bahasa pinggiran yang memerlukan perhatian. kita pasti sering melihat spanduk iklan yang bertuliskan "Strom Aki". Kata “Strom” seharusnya ditulis “Setrum” yang memiliki arti aliran listrik. Kesalahan penulisan ini dimungkinkan karena pengaruh lafal bahasa jawa yakni vocal /U/ menjadi vocal /O/. jadi masyarakat jawa selalu melafalkan kata setrum menjadi setrom. Kemudian kata “Aki” merupakan unsur serapan dari bahasa inggris yakni “Accu”. Kaidah ejaan “cc” didepan atau dimuka “o” dan “u” berubah menjadi “k” sehingga menjadi “Aki”. Kemudian vocal “u” yang terletak setelah “cc” menjadi vocal “i”. Jadi penulisan pada kalimat diatas kata Aki sudah benar.
Bila tidak dibenarkan maka masyarakat akan terbiasa dengan kata setrom daripada setrum. Hal ini berakibat pada perkembangan bahasa kedepan. Karena terbiasa dengan pelafalan kata setrom kemungkinan besar ketika diminta menuliskan maka akan menuliskan kata yang sama yakni setrom bukan setrum. Padahal ketika di cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata setrom itu tidak ditemukan. Hal inilah dampak yang mengawatirkan perkembangan bahasa yang baik dan benar. Untuk itu dibutuhkan perhatian khusus bagi bahasa pinggiran agar tidak terpinggirkan. Masyarakat, pemuda dan semua elemen bertanggungjawab atas hal ini. Sudah saatnya rakyat Indonesia berpikir kritis dan peka terhadap bahasa nasionalnya agar tidak menjadi orang-orang pinggiran dan terpinggirkan dirumahnya sendiri.

Adakah Suara Cemara

Ati

Adakah suara cemara
Mendesing menderu padamu
Adakah melintas sepintas
Gemersik daunan lepas

Deretan bukit-bukit biru
Menyeru lagu itu
Gugusan mega
Ialah hiasan kencana

Adakah suara cemara
Mendesing menderu padamu
Adakah lautan ladang jagung
Mengombakkan suara itu.

1972

Karya: Gonawan Mohamad

Balada Ayah dan Mama

Mama, ada apa dengan Indonesia mama..
Ia sedang tersedu sayang, pilu merasakan cobaan dirinya
Kapan ia berhenti menangis mama?
Entahlah anakku, mungkin ketika semua rakyatnya saling membahu
Mama, aku ingin membantu tapi aku masih terlalu kecil untuk itu
Sayang, ia tak melihat umur, pangkat, golongan maupun besar kecilnya yang diberikan
Lalu apa yang ia minta mama?
Ia minta keilkhlasan dan kepedulian sayang..
-Haniah (6 Februari 2014)-

Seorang anak kecil merengek memeluk ibunya ketika ia melihat tayangan televisi. Di layar kotak itu memancarkan cahaya yang silau namun suara yang ia haturkan bernada risau. Ketika aku menulis ini, Indonesiaku, Negara yang telah memberikan ruang bagi kelahiran dan kehidupanku tengah dilanda rintihan bencana. Dimana-mana ada teriakan meminta, merajuk dan memelas tak berdaya. Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan keadaan siaga. Hal-hal yang menyangkut perpindahan bantuan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara secepatnya.
Bhineka Tunggal Ika, Meski berbeda tapi tetap satu jua. Disana ada bencana yang lainnya tetap makan enak dengan lahapnya. Masihkah kita bangga dengan semboyan yang ada dibawah garuda dengan lencana gagahnya. Sinabung mengepul panas, ibu kota mendadak naas penuh air tanpa tumbas (red: beli). Bukan kesengsaraan yang kita munculkan, namun kebersamaan berlandas kepedulian yang harus dikedepankan.
Ayah, esok ketika sudah dewasa aku tak mau jadi pejabat yah..
Kenapa putraku? Kamu bisa punya segalanya, harta, tahta, bahkan wanita
Aku tak sanggup ayah, hidupku adalah tanggung jawabku
Lalu, kamu jadi apa anakku?
Aku mau jadi relawan seperti mereka itu
Apa kamu bercanda?
Tidak ayah, hidupku hanya sekali, maka dari itu akan aku buat berarti tapi tak hanya untuk diri sendiri
Pejabat juga bisa jadi relawan anakku
Iya ayah, tapi aku tak mau. Biarlah alasannya aku simpan dalam kepalaku
Boleh ayah tahu satu saja anakku
Karena relawan tak ambil pusing dengan bayaran, sedang pejabat tak minta uang tapi membangun pencitraan
Terserah kau anakku, gapailah impianmu, sayangi negerimu, pedulilah terhadap saudaramu
-Haniah (6 Februari 2014)-

Kenapa dalam setiap tulisanku ada kata peduli dan kepedulian. Karena memang itulah pangkal dari sebuah solusi. Peduli adalah solusi, itu kata salah seorang mahasiswa UNS yang aku lupa namanya. Ketika kamu bingung bersama siapa peduli itu ingin kamu realisasikan maka tengoklah kebelakang, samping dan hadap kedepan. Disekitarmu banyak orang-orang yang mungkin tak kamu kenal namun memiliki satu tujuan dan kepedulian. Bisa jadi idemu yang luar biasa itu tak terpikirkan oleh kami yang ada disini, katakana, jangan malu apalagi takut. Katakana pada dunia bahwa kamu ada da punya ide sederhana namun sanggup mengubah keadaan yang hampa menjadi bermakna dan suka cita.
Tak ada ejekan, yang ada adalah ajakan dalam kebaikan. Banyak cara untuk mengekspreksikan kepedulian ini. Ayo bersama-sama kita himpun para pemuda yang peduli dengan nasib saudaranya, yang peduli dengan tanah airnya dan minimal peduli bahwa hidupnya adalah tanggungjawabnya.


SATU JULI

Matesih, 1 Juli 2014
Cukup tersanjung ketika diputuskan Matesih (Desa yang sering diolok-olok karena enggak punya SMA) akhirnya menjadi salah satu tempat bersejarah bagi kami POWER RANGERS. Disamping punya tempat selain kosan Christin, Asrama mahasiswa, Titik Nol, porsima, depan mawa, depan rektorat, ehh..banyak juga ternyata tempat bersejarahnya haha :D
enggak ngerti sih darimana asal tuh kata POWER RANGERS, mungkin kalau orang lain dengar bakal dibilang sok-sokan, kebanyakan gaya, emmm..kurang kerjaan atau mungkin dalam hati mereka "ihh siapa sih kalian, PD banget bilang kalau kalian power rangers, bisa apa sih" apalah itu terserah kata mereka dah. kita memang manusia biasa, sama seperti kamu, ibumu, bapakmu, saudaramu, atau tetanggamu, kita sama.
Power Rangers

"Kami bukan orang hebat, namun kami berusaha menjadi hebat dan menghebatkan orang lain", nah itulah makna power rangers bagi saya pribadi. Entah nanti pada akhirnya jadi apa namun kami percaya Allah telah mempersiapkan ending yang terbaik.
Dua tahun, iya..dua tahun lamanya ini terbangun, terbangun dari sebuah mimpi untuk menjadi GENERASI PENERUS MERAH PUTIH kemudian berkembang menjadi penerusnya power rangers *lohh -_- maaf..
banyak yang iri, BENAR, banyak yang iri. untuk apa bohong, kasihan si tulisan bila harus menjadi media kebohongan. nih telinga sudah sering dengar kata-kata pedas itu. Kami marah? enggak kok, malah terima kasih banyak. karena dengan omongan itu kami sadar dan kami intropeksi diri. kami terbangun dari tidur yang melenakan, kami mulai berpikir lagi untuk menjadi lebih baik, memperbaiki diri. terkadang bingung juga tentang apa yang diirikan dari kami manusia biasa ini. Aku, kamu, kita, semua percaya bahwa tiada yang sempurna, semua juga tahu kalau hanya Dia yang Maha Sempurna.
Maaf bila saya khilaf, :D
kenapa saya tulis notes ini? karena saya harap sepuluh tahun lagi, tepatnya di Matesih, 1 Juli 2024 nanti notes ini memiliki "teman" , teman yang akan mengingatkan hal mengenai penggandaan mimpi di tanggal SATU JULI.

Bintang Jiwa (Soul Les Etoiles)

Rasi bintang melulu hanya gugus hilang di ekor mata pagi yang jalang. udara penuh kenangan usang. seperti kisah disuatu petang di mana seseorang akan datang setelah menempuh perjalanan terakhir bernama pulang.
"Seseorang itu masih aku dan pulang selalu hanya menujumu"
Selaksa malam laknat kutelusuri tanpa juru selamat. Tanpa menggenggam alamat tapi aku tak cemas bakal tersesat. Begitu kental isyarat yang kau gurat di setiap tempat. Aku tinggal memejamkan mata dan segala yang lamat akan terasa begitu dekat.
"Menujumu itu serupa menempuh jalan berliku ke arah aku"
Telah kau peram amuk cahaya dadaku hingga segala yang tajam dan silau jadi seteduh pendar rindu. Telah kau rajut kegaduhan seribu musim di punggungku hingga helai-helai usia yang meranggas jadi serindang doa masa kanakku. maka sepanjang perjalanan aku menyenandungkanmu dengan gemetar lidahku dan nyanyian denyut nadiku adalah cara termulia memujamu.
"Bertemu denganmu seperti menemukan aku yang berwajah kamu"
Tinggal beberapa kelokan untuk sebuah pelukan. aku akan segera menjadi langit kegelapan dan hanya kau yang akan bekerjapan. Lalu hari akan selalu malam. hari akan selalu malam.


~Gunawan Tri Atmojo~

Bayi Gayung

Gayung. Benda usang itu menjadi saksi sebuah kebaruan. Kebaruan yang memancar dari dalam rumah mungil di desa, Waru nama desa itu. Hei..diamlah sebentar, ada suara tangis bayi yang terdengar. Diamlah..aku mohon. Suara bayi itu mulai senyap. Heii..kenapa dia? Apa yang terjadi dengannya?
Orang-orang tak menyangka perempuan itu sedang berbadan dua. Tubuhnya terlalu kurus bila ingin disebut mengandung. Perempuan muda, usianya hampir kepala dua. Wajahnya lesu, ia sedang tak napsu makan. Ia tersiksa? Tidak katanya. “ini bayiku yang minta, aku rela”.
Delapan bulan lamanya ia berlagak seperti kangguru. Perutnya buncit. Kemudia di hari yang katanya membuat bulu kuduk berdiri, bayi merah itu mampir. Jumat kliwon, hari angker, “siapa yang bisa meminta ingin melahirkan hari apa”, kata ibu muda.
Ibu dan Anak Perempuannya
Hei..pelankan suaramu, bayinya tak menangis lagi. Apakah dia sakit saat ini? Ahh..syukurlah dia tak apa. Kemarilah, ibu dan ayah bersamamu.
“bayiku, bayi gayung”. Ibu muda meninabobokan buah hatinya.
Ohh dia tidak menangis seharian ini, terlelap menikmati detak jantung bahagia milik ibu bapaknya. Siapa sangka, suara gayung jatuh itu membawa kebaruan. Kebaruan tentang hadirnya keluarga baru. Si jabang bayi yang harusnya masih punya jatah satu bulan lagi “angkrem” di kandungan.
Mungkin, bayimu dulu tak sabar menunggu. Tak kuat menahan rindu. Masa bodoh, wajahnya membuat hati kami teduh.
Seorang tetangga datang menyapa, ia bertanya, “siapa nama bayimu?”
“bayi merah ini aku namai Haniah (Kebahagiaan), biar dia bahagia dimasa depannya dan bisa membahagiakan orang lain pula”.



15 Cara Alami Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Kesehatan bagi umat manusia adalah hal yang begitu penting namun terkadang tidak terlalu diperhatikan. Perempuan, makluk yang akan melahirkan generasi penerus tentunya dituntut untuk memiliki kondisi fisik maupun psikis yang sehat. Tuntutan itu dilatarbelakangi oleh tujuan lahirnya generasi yang sehat. Salah satu topik kesehatan perempuan yang banyak diangkat didunia kesehatan adalah kanker payudara. Meskipun kaum adam juga memiliki risiko untuk terkenan kanker ini namun dominasi pasien adalah kaum hawa.

Perempuan dan generasi penerus

Biaya pemeriksaan yang mahal dan kurangnya sarana dan prasarana di rumah sakit untuk deteksi kanker payudara adalah faktor-faktor yang paling banyak ditemukan dilapangan. Sebagai masyarakat yang hidup di era digital hal itu tentu tidak bisa menjadi penghalang. Banyak sekali literasi yang dapat dijadikan sarana belajar untuk mengetahui atau deteksi dini adanya kanker payudara didalam tubuh kita. Pepatah bilang “Mencegah lebih baik daripada Mengobati” memang benar adanya. Alangkah baiknya  kita lakukan langkah-langkah yang dapat menghindarkan kita dari risiko kanker payudara. Tulisan dibawah ini merupakan ringkasan dari seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh bidang keputrian Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) pada tanggal 19 Februari 2015 di Surakarta. Materi ini disampaikan oleh dr. Ratna Asih, M.Si
Sepuluh tahun yang lalu, para ahli menganggap bahwa kanker payudara adalah penyakit yang sebenarnya tidak dapat dicegah. Namun sekarang, para peneliti sudah banyak mengetahui cara untuk mencegahnya, paling tidak mengurangi resiko terkena kanker payudara. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat para perempuan lakukan untuk mengurangi resiko kanker payudara secara alami.

  • Berolah raga secara teratur.

Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan menigkatnya aktivitas, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurukan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

  •  Kurangi lemak.

Kita tentu sudah sering mendengar pendapat mengenai hubungan antara kanker payudara dengan makanan berlemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lemak dan kanker payudara.. Penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemaknya bukan jumlah lemak yang dikonsumsi. Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin. Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan salmon dan ikan air dingin lainnya. Lemak jenuh dalam daging dan produk susu dan asam lemak dalam margarin meningkatkan kadar estrogen dalam darah, sedangkan lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan tidak menyebabkan kenaikan kadar estrogen dalam darah.

  • Bila anda mengkonsumsi daging, jangan dimasak terlalu matang.

Terlepas dari lemak jenuh yang terdapat dalam daging, cara anda memasak daging akan mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam.

  • Makan lebih banyak buah dan sayuran

Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk semua kanker, termasuk kanker payudara. Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung anti-oksidan yang tinggi, diantaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker. National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran paling tidak 5 (lima) kali dalam sehari. Tapi harus dihindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang.

  • Mengkonsumsi suplemen anti-oksidan.

Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker payudara.

  • Makan lebih banyak serat.

Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang.

  • Makan lebih banyak tahu dan makanan yang mengandung kedelai.

Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya tamoksifen, senyawa ini mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara. Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh.

  • Hindari xeno-estrogens.

Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh. Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker payudara. Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product). Tetapi anda tidak perlu khawatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu pestisidanya.

  • Berjemur dibawah sinar matahari.

Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium sehingga mengurangi resiko kanker payudara.  Agar bisa memperoleh sinar matahari selama 20 menit/hari, dianjurkan untuk berjalan dibawah sinar matahari pada siang hari atau sore hari. Tetapi bila anda ingin mendapatkan kalsium atau vitamin D tidak dari sinar matahari, anda dapat mencoba mengkonsumsi makanan suplemen.


Merokok akan meningkatkan resiko kanker payudara. Selain itu meroko juga banyak menimbulkan berbagai penyakit

  • Menyusui/memberikan ASI kepada anak anda

Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause.

  • Pertimbangkan kembali sebelum menggunakan terapi pengganti hormon (Hormone Replacement Therapy = HRT).
  • Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi resiko terkena kanker payudara adalah stress. Literatur medis menyebutkan bahwa stress dapat menigkatkan resiko kanker payudara. Tetapi penelitian tentang hal ini masih bersifat kontroversial. Namun tidak ada salahnya untuk memulai cara mengatasi stress dalam hidup anda melalui meditasai, yoga, tai chi, berkebun atau kegiatan santai lainnya.

Sekian informasi yang dapat saya sampaikan. mari menjaga kesehatan. Semangat untuk para perempuan! 

Jumat, 20 Februari 2015

Contoh Naskah MC Formal

Contoh naskah MC (Master of Ceremony) formal
Master of Ceremony

Assalamu’alaikum, wr wb.
Dengan tepuk tangan yang meriah, mari kita ucapkan selamat datang kepada:
  1. Yth. Rektor Universitas Sebelas Maret , Prof. Dr. Ravik Karsidi. M.si
  2. Yth. Wakil Rektor 1 Universitas Sebelas Maret, Prof. Dr. Sutarno, M.Sc
  3.  Yth. Wakil Rektor 3 Universitas Sebelas Maret, Drs. Dwi Tiyanto, SU
  4. Yth. Bapak dan Ibu tamu undangan yang telah berkenan hadir
  5. Serta seluruh mahasiswa penerima bidikmisi tahu 2014 di Universitas Sebelas Maret
Puji syukur mari kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat kesehatan, keselamatan, dan karunia kepada kita. Sehingga kita dapat hadir di acara ini dengan selamat/sehat wal’afiat. Amin.
Sholawat serta salam marilah senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Besar Nabi Muhammad SAW yang selalu kita tunggu syafaatnya hingga hari akhir nanti.
Bidikmisi merupakan mata pancing yang telah menarik banyak siswa-siswi kurang mampu dari bayang-bayang putus sekolah yang kemudian menempatkan mereka dalam indahnya kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Melalui kalimat saktinya “Menggapai asa, memutus mata rantai kemiskinan” bidikmisi menjadi lahan subur untuk menuai mimipi-mimpi anak negeri kemudian tumbuh bersama jutaan prestasi.
Hari ini Universitas Sebelas Maret mempersembahkan acara yang luar biasa, yakni PENGARAHAN REKTOR DAN SOSIALISASI LAYANAN BIDIKMISI, AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN UNTUK MAHASISWA BARU PENERIMA BIDIKMISI UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014.
Selanjutnya saya (Haniah) , Mahasiswa Penerima Bidikmisi tahun 2012  selaku master of ceremony  akan membacakan susunan acara acara pada hari ini:
  1. Pembukaan
  2. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
  3. Sambutan Rektor
  4. Pemberian materi “Kebijakan tentang Pemberian Beasiswa Kurang Mampu dan Bidikmisi di UNS”
  5. Pemberian materi “Tanggung Jawab dan Potensi Mahasiswa Bidikmisi Dalam Rangka Menunjang Peningkatan Prestasi Mahasiswa UNS”
  6. Pemberian materi “Pengelolaan Bidikmisi”
  7. Pemberian materi “Strategi Meraih Prestasi Melalui Kegiatan Ilmiah Mahasiswa”
  8. Penjelasan dari Bank BTN mengenai Pencairan Bantuan Bidikmisi
  9. Penjelasan mekanisme Keuangan dan Pencairan Bantuan Bidikmisi
  10. Pelayanan Bidang Kesejahteraan Mahasiswa di Biro Administrasi Kemahasiswaan
  11.  Pemilihan koordiator angkatan
  12. Penutup
Memasuki acara yang pertama yaitu pembukaan, marilah kita buka acara ini dengan bacaan basmalah bersama-sama, “BISMILLAHIRROHMANIRROHIMM”. 
Acara yang kedua yakni menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dipimpin oleh saudari (Maulidiah), mahasiswa penerima Bidikmisi tahun 2013. Kepada saudari (Maulidiah), dipersilahkan untuk menempatkan diri.
[BERDIRI DI PANGGUNG]
Hadirin dimohon untuk berdiri.
[MENYANYIKAN]
Hadirin diperkenankan untuk duduk kembali.
Memasuki acara selanjutnya adalah pembacaan laporan. Kepada Drs. Dwi Tiyanto, SU selaku wakil rektor tiga dipersilakan.
[LAPORAN]
Terima kasih atas laporan yang sudah disampaikan.
Tibalah saatnya untuk sambutan yang sekaligus  pemaparan materi pertama:
Sambutan dan pemaparan materi  akan disampaikan oleh Rektor Universitas Sebelas Maret . Kepada Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.Si dipersilahkan.
[SAMBUTAN dan MATERI]
Demikian sambutan dan pemaparan  materi dari Rektor Universitas Sebelas Maret, kami ucapkan terima kasih atas kesediaannya.
              Hadirin sekalian, sampailah kita pada penyampaian materi kedua dengan tema, “Tanggung Jawab dan potensi mahasiswa Bidikmisi dalam rangka menunjang peningkatan prestasi mahasiswa UNS”.
 Materi ini akan disampaikan oleh Wakil Rektor 1, kepada Prof. Dr. Sutarno, M.Sc dipersilahkan.
[MATERI]
Terima kasih atas materi yang begitu memotivasi dari bapak wakil rektor satu. Semoga prestasi mahasiswa bidikmisi kian melambung baik ditingkat lokal, nasional bahkan ranah internasional.
            Kemudian, tibalah waktunya untuk istirahat, solat dan makan siang yang akan dipandu oleh panitia. Kepada panitia yang bertugas dipersilahkan memandu acara.
[ISHOMA] 
Acara saya ambil alih. Kepada seluruh hadirin dipersilahkan merapikan posisi duduknya  karena acara akan dilanjutkan kembali. Sampailah kita pada pemaparan mengenai  “Pengelolaan Bidikmisi”. Untuk mempersingkat waktu, kepada tim pengelola yang bertugas, dipersilakan. 
[MATERI] 
Setiap waktu dan setiap tempat menyuguhkan ilmu dan pengalaman yang begitu beragam. Sudah sepantasnya mahasiswa memiliki rutinitas yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuannya baik hard skill mapun soft skill.
Kepada……………..(alumnus bidikmisi) dipersilahkan menyampaikan motivasinya mengenai “Strategi Meraih Prestasi Melalui Kegiatan Ilmiah Mahasiswa”. 
[MATERI] 
Terima kasih Kepada……………yang telah berhasil mengguggah semangat berprestasi seluruh  audiens di dalam auditorium ini.
Acara selanjutnya adalah penjelasan dari Bank BTN (Bank Tabungan Negara) tentang pencairan bantuan bidikmisi. Kepada pihak Bank BTN yang bertugas dipersilahkan. 
[MATERI] 
Terima kasih kepada Bank BTN atas penjelasannya.
Penjelasan yang tidak kalah penting mengenai mekanisme keungan dan pencairan bantuan bidikmisi akan disampaikan oleh bapak Joko Narimo. Kepada bapak Joko Narimo, dipersilahkan.
[MATERI] 
Terima kasih kepada bapak Joko Narimo atas penjelasannya.
Masih ada satu informasi lagi yang wajib diketahui oleh seluruh mahasiswa baru penerima bidikisi. Namun, untuk penyampaian materi terakhir akan dilaksanakan setelah ibadah sholat Asar. Panitia yang bertugas dipersilahkan mengambil alih jalannya acara. 
[ISHO]
Acara saya ambil alih. Memasuki waktu  penyampaian materi terakhir mengenai “Pelayanan Bidang Kesejahteraan Mahasiswa di Biro Administrasi Kemahasiswaan”. Kepada Drs. Joko Sugiyatno dipersilahkan. 
[MATERI] 
Terima kasih kepada Drs. Joko Sugiyatno atas penjelasan yang begitu gamblangnya.
Komunikasi menjadi hal penting di zaman yang memiliki arus informasi luar biasa cepat. Untuk itu dibutuhkan koordinasi yang baik dan terstruktur untuk menjamin ketersampaian informasi. Sampailah kita pada pemilihan coordinator pusat, coordinator fakultas, coordinator jurusan dan coordinator program studi yang akan dipandu oleh teman-teman dari Komunitas Mahasiswa Bidikmisi Universitas Sebelas Maret (KOMADIKSI SMART).
Dari saya cukup sekian. Acara saya serahkan kepada teman-teman KOMADIKSI SMART. Atas nama master of ceremony, saya (Haniah) mengucapkan terima kasih, mohon maaf sebesar-besarnya jika sekiranya ada ulah kata yang kurang berkenan di hati para hadirin.
SEMOGA SELURUH PENERIMA BIDIKMISI ADALAH INSAN TERPILIH UNTUK SENANTIASA BERPRESTASI DAN MENGABDI UNTUK NEGERI
Marilah kita tutup acara, PENGARAHAN REKTOR DAN SOSIALISASI LAYANAN BIDIKMISI, AKADEMIK, DAN KEMAHASISWAAN UNTUK MAHASISWA BARU PENERIMA BIDIKMISI UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014  ini dengan bersama-sama dengan mengucapkan Hamdalah.

ALHAMDULILLAH HIROBIL ALAMIIN.

Billahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum Wr. Wb.


           


Sastra, Perempuan dan Zaman

Sastra, Perempuan dan Zaman
                Masih ingat cerita “Siti Nurbaya, kasih yang tak sampai?” Saya kira anda lupa, karena saya pun kadang ingat kadang juga lupa haha.. Jadi Siti Nurbaya adalah ikon yang paling menonjol dalam karya sastra angkatan balai pustaka. Dimana pada angkatan tersebut mengangkat masalah-masalah yang menyangkut tentang adat yang berlaku pada suatu zaman. Orang-orang atau pujangga terdahulu mengkritik atau menampakkan ketidaksetujuannya terhadap adat dengan menulis karya sastra. Salah satu pujangga yang mendapat penghargaan dari pemerintah RI karena karyanya yang fenomenal adalah  Marah Rusli penulis roman “Siti Nurbaya”. Penulis asal padang ini menulis cerita Siti Nurbaya sebagai kritikan terhadap kasus kawin paksa yang sering menimpa kaum perempuan pada zaman dahulu. 

                Karya sastra yang lagi-lagi mengangkat tokoh perempuan meskipun bukan tokoh sentral namun memiliki andil tinggi dalam alurnya adalah roman “Salah Asuhan”. Roman ini menceritakan tentang seorang ibu yang salah mendidik anaknya. Anaknya benama Hanafi, didikan ibunya adalah sang ibu sangat menginginkan agar anaknya berpikir modern, berjiwa progresif, terpelajar, terdidik, sehingga sejak kecil Hanafi dididik kebarat-baratan. Cara mengasuh yang salah membuat Hanafi sombong dan sering merendahkan orang lain. Roman salah asuhan merupakan kritik kepada masyarakat Indonesia pada zaman penjajahan dulu yang sering kali bersikap kebarat-baratan dan lupa daratan. Perempuan adalah sekolah pertama dalam keluarga. Intelegensi, kecerdasan dan kecermatannya dalam berpikir dan bertindak ibarat amunusi awal seorang anak manusia yang belum tahu apa-apa untuk mengembara di dunia selanjutnya.
                Sekarang di zaman dimana roman tak lagi diproduksi namun perempuan tetap menjadi produk dengan kuantitas diatas laki-laki. Sangat disayangkan bila nasibnya sama dengan cerita-cerita roman baik Siti Nurbaya maupun Salah Asuhan. Roman memang cerita fiksi belaka, namun sesungguhnya cerita fiksi pun berangkatnya juga dari pengalaman nyata.
Semoga saja sekitar beberapa puluh tahun lagi muncul karya-karya yang mengangkat perempuan menjadi sosok yang memiliki potensi luar biasa, tidak sebagai obyek pelecehan maupun dianggap kaum lemah, pasrah dan hanya berkewajiban di dapur dan kamar saja.
                Bukan berarti meminta hak lebih diatas laki-laki, namun memiliki hak untuk mengembangkan potensi, tidak lupa dengan peran dan hakikatnya sebagai perempuan sejati. Bukan mengarah pada feminisme namun berkaca pada idealisme dan realisme. Zaman tidak dapat dipungkiri menuntut perempuan mengambil peran aktif bukan penonton dibalik panggung.
                Ladies and education. Karena perempuan adalah ujung tombak pendidikan pertama dalam keluarga. Ditanganya ada masa depan putra-putri bangsa yang merupakan pewaris sah ibu pertiwi dan penerus generasi ke generasi.
                Ladies and career. Karena perempuan zaman sekarang mau tak mau juga harus bisa bekerja dan mereka memiliki cita-cita akan pekerjaan yang diinginkan. Manusia memiliki cita-cita, perempuan adalah manusia sehingga wajar bila perempuan ingin merengkuh cita-citanya.
Ladies and leadership. Karena perempuan juga memiliki  kemampuan untuk memimpin. Kimbal Young mengungkakan hakikat kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong orang lain untuk mengajak berbuat sesuatu; berdasarkan akseptasi/ penerimaan kelompoknya dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi khusus. Sehingga tidak hanya dilihat dari jenis kelamin atau fisik semata.
                Ladies and historis. Perempuan dan hakikatnya. Dimana ketika perempuan mendapat porsi lebih dari kodrat pokoknya maka sekali-kali tidak boleh meninggalkan hakikatnya. Perempuan yang merupakan sosok anggun, baik tindak-tuturnya, bersahaja, keibuan, dan sebagainya.
                Cukup sekian, bila ada salah tulisan, pengungkapan maupun yang lainnya saya ucapkan mohon maaf. Dan bila anda setuju bahwa perempuan memang harus cerdas, cerdas dalam hal pendidikan, cerdas dalam menjalani karir dan cerdas dalam menjadi pemimpin namun tidak lupa pada hakikatnya maka mulailah belajar menjadi seorang "perempuan". Sejak zaman adanya roman hingga sekarang perempuan tak lantas tiba-tiba berhenti dibicarakan. Golongan mereka tetap  menjadi sorotan karena merekalah pendidik generasi masa depan dan PEREMPUAN ADALAH PILAR PERADABAN. Maka  jangan biarkan peradaban ini roboh karena perempuannya yang tidak kokoh.

Kamis, 19 Februari 2015

Deteksi Kanker Serviks

DETEKSI PAP SMEAR
Oleh: dr. Ira Syahriarti, SpOG


Pap smear adalah suatu pemeriksaan yang aman dan murah untuk mendeteksi kelainan sel-sel di mulut rahim. Metode tes ini adalah pemeriksaan sel-sel yg diambil dari apusan mulut rahim dan kemudian diperiksa dgn mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yg terjadi dari sel tersebut .Dalam pap smear memiliki Lesi derajat tinggi, sensitivitas 60-80%, False negatif: 30-50%, dibutuhkan pengumpulan spesimen yg kuat dan pembacaan sitologi yg kuat. 
 Syarat tes pap smear: 
Tes Pap Smear dilakukan sebelum pemeriksaan bimanual. Hindari kontaminasi dengan pelumas. Tidak melakukan hubungan suami istri dalam 24 jam atau pemberian obat pervaginam dalam 48 jam. Dilakukan antara hari 10-20 siklus haid
Siapa saja yang bisa Pap Smear? 
Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual:

   - Dalam waktu 3 tahun setelah   melakukan penetrasi
   - Umur  diatas 21 tahun
Frekuensi pemeriksaan.
ž  Setiap tahun sampai usia 50 tahun
ž  Diatas 50 tahun dilakukan 3 kali pemeriksaan berturut-turut setiap tahun, bila normal dapat diulang setiap 3 tahun

Proses dihentikan bila:
ž  Diatas 65 tahun, dengan syarat:
   - Tidak abnormalitas tes Pap dlm 10 tahun terakhir
   - Tidak ada riwayat pemakaian DES (diethylstillbestrol)
   - Kanker serviks atau kanker endometrium negatif
ž  Dilakukan pengangkatan seluruh rahim karena tumor jinak (Histerektomi)

 Pencegahan kanker serviks:
ž  Pencegahan dapat melalui imunisasi.
ž  Vaksinasi HPV merupakan pencegahan primer kanker serviks yang akan membantu pembentukan antibodi. Vaksinasi HPV ada 3 tahap: 

  • Bulan0
  • Bulan ke ½
  • Bulan ke 6                              

ž  Usia yg dianjurkan mulai 10-22 thn maksimal 55 thn

Sekilas Tentang Serviks

Mengenal Kanker Leher Rahim
(Serviks)
Oleh: dr. Ira Syahriarti, SpOG
Kanker leher rahim merupakan kanker terbanyak diderita oleh wanita dan merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita. Sebanyak 200.000 wanita di seluruh dunia per tahun meninggal karena penyakit tersebut. Tingginya angka kematian penderita kanker leher rahim ini di Indonesia disebabkan karena terlambatnya penderita datang berobat. Lebih dari 70% kasus sudah berada pada stadium lanjut ketika datang ke Rumah Sakit. Padahal dalam waktu 5 tahun sebelum terjadinya kanker, sudah timbul kelainan pada leher rahim yang dapat dideteksi dengan relatif mudah. Kelainan ini disebut lesi prakanker.  Deteksi dini akan banyak menyelamatkan nyawa para wanita karena lesi prakanker ini dapat sembuh 100% bila ditangani segera.


Alat Genitalia Wanita Bagian Dalam

Pada penelitian terakhir (sejak tahun 1976) disebutkan HPV (Human Papiloma Virus) menjadi faktor utama  penyebab kanker leher rahim. Tingginya keterlibtan HPV ini mencapai  97,7 %. Beberapa faktor lain yang menjadi pemicu kanker leher rahim meliputi:
  1. Umur : Pernikahan diusia muda atau melakukan hubungan seksual 9pertama kali) diusia  ≤ 20 tahun berisiko memicu kanker leher rahim. Dalam hal ini organ-organ seksual wanita dianggap masih terlalu muda dan belum mencapai kematangan sempurna
  2. Jumlah Kehamilan & Melahirkan: Kanker leher rahim lebih banyak dijumpai pada wanita yg sering melahirkan. Secara analitis   dapat menyebabkan timbulnya perubahan sel-sel  abnormal pada mulut rahim
  3.  Jumlah Perkawinan/Multiseksual:  Wanita yg sering melakukan hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan memiliki risiko sangat besar tertular kanker ini. Gaya hidup yang bebas (freesex) adalah salah satunya. 
  4. Infeksi Virus: Tiga virus yang diduga memiliki hubungan dengan penyebab kanker leher rahim adalah Infeksi virus HSV 2 (Herpes Simpleks Virus), Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) dan Infeksi virus Kondiloma akuminata. 
  5. Sosial Ekonomi: Faktor ini sering dijumpai pd golongan sosial ekonomi rendah. Bisa dikarenakan kualitas dan kuantitas makanan yang rendah, asupan gizi yang buruk, imunitas dan kebersihan perorangan yang kurang terjaga. 
  6. Merokok: Hubungan antara merokok dg kanker. Sel skuamosa pada leher rahim (aktivitas mutasi mukus serviks telah ditunjukkan pd perokok) atau melalui efek menurunkan  daya tahan tubuh pada perokok (imunosuppresif). 
  7. KB Hormonal 

Waspada Kanker Serviks
Tanda-tanda yang patut dicurigai apakah kita mengidap kanker leher rahim atau tidak sebagai berikut:Pada tahap awal sudah ada pendarahan melalui vagina (bukan haid). Patut dicurigai ketiga ada pendarahan setelah berhubungan sex atau diantara siklus menstruasi. Kemudian keputihan yang berbau dan tidak sembuh-sembuh. Pada penderita stadium lanjut aka nada pendarahan spontan dan nyeri rongga panggul. Bila sudah terjadi bendungan kanker maka penderita akan kesulitan  uang air kecil.


Bagaimana mencegahnya? 
  •  Pencegahan primer dg hubungan suami-istri (tanpa ganti pasangan)   
  • Pencegahan sekunder paling efektif adalah melalui pendeteksian dini  
  •  Dengan pemeriksaan inspeksi visual dengan  asam asetat (test IVA)
  • Pap smear, dan  
  •  Kolposkopi

Rabu, 18 Februari 2015

Surat untuk Sang Purnama

Kepada:
Sang Purnama

Assalamualaikum
Lama nian kita tak jumpa di bumi milik penguasa semesta. Kita hanya bisa saling bertatap lewat sosial media. Kita? Patutkah aku sebut kau dan aku dengan kata "Kita". Apakah "Kita" hanya menjadi subyek buatanku semata. Atau diam-diam kau juga berharap "kita" diantara kau dan aku adanya.
Aku mulai tak nyaman dengan situasi ini. Rasa-rasa ingin pergi itu kembali. Goyah. Sepertinya kita, ah..aku menyebut "kita" lagi dalam tulisanku. Maafkan aku bila memang kau tak berkenan. Aku sedang mengikuti alur hatiku, percayalah.
Kita diciptakan dalam dua dunia yang berbeda. Tentunya. Ada beberapa sikapmu yang begitu berbalik denganku. Aku mulai berpikir untuk menghapus apapun yang sempat aku lukis dalam kanvas masa depanku, KAMU.

Kembali, aku mengingat pada janji kita. Atau lebih tepatnya janji yang aku ikrarkan pada diriku sendiri atas nama dirimu. Entah kau masih ingat atau tidak, tapi sepertinya kau lupa. Ah, kau memang pelupa dari dulu.
Baiklah, aku akan mengingatkanmu atau lebih tepatnya memberitahumu. Terserahlah bagaimana kita menyebutnya. 
Bukankah kita (atau aku) akan menyudahi semuanya pasca kontrak kita usai.
Sepertinya Tuhan belum mengizinkan garis finish untuk hal ini. Bisakah kita mendahului Tuhan saja? bolehkah? ah sayang sekali, dalam hal ini:
Tuhan membekali manusia dengan nyawa dan jalan hidupnya.
Jalan hidup sudah diatur oleh-Nya. Tentu, dengan kata lain kita tak bisa mendahului garis taksir ini. Masih seberapa jauhkan Tuhan memeberi jarak antara kita dan garis finish? Bantulah aku berdoa untuk mendapat jawaban dari-Nya.
Sedikitnya waktu yang kita miliki membuatku kesulitan untuk mengutarakan isi hati. Haha..aku terlalu PD saat ini. Kalau pun dipertemukan, pasti aku tak bisa menyampaikan. Sudah aku bilang, aku tak kuasa menatap bola matamu yang tajam itu.
Melalui surat ini aku ingin sampaikan dua hal padamu, wahai sang purnama.
Pertama,
Ambillah semua kesempatan yang kau miliki. Jangan kau hiraukan perempuan yang sedang menulis surat ini. Karena aku, kebebasanmu bisa tertawan. Karena aku, mimpi-mimpimu bisa tertahan. Lupakan saja kau pernah meminta saran padaku untuk mimpi-mimpimu. Aku sempat tak memberimu izin dulu, sungguh tak ada maksud membatasi ruang hidupmu. Aku hanya khawatir dengan posisimu saat itu. Tidak lebih dari itu. Lalu kini aku menyesal dengan keputusanku. Betapa bodohnya aku. Betapa jahatnya aku.
Kedua,
Aku memang tak tahu apakah kau akan memilihku atau tidak. Namun, sebagai bentuk antisipasi  agar masa depanmu lebih berarti, maka jangan pilih aku. Pilihlah perempuan yang bisa menjadi pendamping hidupmu dan sahabat terdekatmu hingga mau menyapamu. Lebih cantik, menawan, sholihah, cerdas dan tentunya akan sanggup menemanimu dalam meraih semua mimpi mudamu. Tidak seperti aku yang senantiasa khawatir dengan berlebihan terhadapmu.


Kepala kita terlalu sulit untuk disandingkan. Cara berpikir kita juga saling berseberangan. Banyak orang bilang hal ini adalah sebuah keuntungan, namun bagiku ini adalah ancaman masa depan. Aku tak terbiasa dengan konflik. Aku membenci konflik. Kau adalah pejuang konflik.
Lalu, lihatlah lingkungan kita. Tumbuh sampai dewasa dengan adat yang berbeda jauhnya.
Kau biasa dimanja, sepertinya. Sedangkan aku perempuan yang harus bisa menjadi tulang punggung keluarga. Bagiku, masa depanku adalah masa depan keluargaku. Tak ada kata egois untuk hal ini. Kebahagianku adalah kebahagiaan mereka. Bagaimana bisa aku bahagia bila mereka belum bahagia. Sedangkan kau? tahulah..kau pasti lebih mengenal dirimu sendiri.
Heran, mantera apa yang sudah menggelapkan mataku hingga seperti ini. Terlalu banyak yang sulit dijelaskan. Beruntunglah bagi perempuan yang kau pilih dan memilikimu.
Sungguh, beritahu aku bila kau sudah menemukan perempuan pilihanmu. 
Dengan begitu aku akan lebih tenang menjalani masa depanku. Aku tak akan khawatir lagi dengan masa depanmu. Bukankah ini sederhana? tentu. Kita anggap saja hal ini sederhana.  Sudahlah, waktunya istirahat. Aku sedang butuh istirahat untuk mengkhawatirkanmu. Apapun nanti kejutan yang kita hadapi, ah lagi-lagi aku menyebut dengan "kita" maaf. Semoga yang terbaik adalah apa yang aku dan kamu pilih.
Wassalammualaikum