Senin, 23 Februari 2015

Bintang Jiwa (Soul Les Etoiles)

Rasi bintang melulu hanya gugus hilang di ekor mata pagi yang jalang. udara penuh kenangan usang. seperti kisah disuatu petang di mana seseorang akan datang setelah menempuh perjalanan terakhir bernama pulang.
"Seseorang itu masih aku dan pulang selalu hanya menujumu"
Selaksa malam laknat kutelusuri tanpa juru selamat. Tanpa menggenggam alamat tapi aku tak cemas bakal tersesat. Begitu kental isyarat yang kau gurat di setiap tempat. Aku tinggal memejamkan mata dan segala yang lamat akan terasa begitu dekat.
"Menujumu itu serupa menempuh jalan berliku ke arah aku"
Telah kau peram amuk cahaya dadaku hingga segala yang tajam dan silau jadi seteduh pendar rindu. Telah kau rajut kegaduhan seribu musim di punggungku hingga helai-helai usia yang meranggas jadi serindang doa masa kanakku. maka sepanjang perjalanan aku menyenandungkanmu dengan gemetar lidahku dan nyanyian denyut nadiku adalah cara termulia memujamu.
"Bertemu denganmu seperti menemukan aku yang berwajah kamu"
Tinggal beberapa kelokan untuk sebuah pelukan. aku akan segera menjadi langit kegelapan dan hanya kau yang akan bekerjapan. Lalu hari akan selalu malam. hari akan selalu malam.


~Gunawan Tri Atmojo~

0 komentar:

Posting Komentar