Rasi bintang melulu hanya gugus hilang di ekor mata pagi yang jalang.
udara penuh kenangan usang. seperti kisah disuatu petang di mana
seseorang akan datang setelah menempuh perjalanan terakhir bernama
pulang.
"Seseorang itu masih aku dan pulang selalu hanya menujumu"
Selaksa
malam laknat kutelusuri tanpa juru selamat. Tanpa menggenggam alamat
tapi aku tak cemas bakal tersesat. Begitu kental isyarat yang kau gurat
di setiap tempat. Aku tinggal memejamkan mata dan segala yang lamat akan
terasa begitu dekat.
"Menujumu itu serupa menempuh jalan berliku ke arah aku"
Telah
kau peram amuk cahaya dadaku hingga segala yang tajam dan silau jadi
seteduh pendar rindu. Telah kau rajut kegaduhan seribu musim di
punggungku hingga helai-helai usia yang meranggas jadi serindang doa
masa kanakku. maka sepanjang perjalanan aku menyenandungkanmu dengan
gemetar lidahku dan nyanyian denyut nadiku adalah cara termulia
memujamu.
"Bertemu denganmu seperti menemukan aku yang berwajah kamu"
Tinggal
beberapa kelokan untuk sebuah pelukan. aku akan segera menjadi langit
kegelapan dan hanya kau yang akan bekerjapan. Lalu hari akan selalu
malam. hari akan selalu malam.
~Gunawan Tri Atmojo~








0 komentar:
Posting Komentar