Mengenal Kanker Leher
Rahim
(Serviks)
Oleh: dr. Ira
Syahriarti, SpOG
Kanker leher rahim merupakan kanker terbanyak diderita oleh wanita dan
merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita. Sebanyak 200.000
wanita di seluruh dunia per tahun meninggal karena penyakit tersebut. Tingginya
angka kematian penderita kanker leher rahim ini di Indonesia disebabkan karena terlambatnya
penderita datang berobat. Lebih dari 70% kasus sudah berada pada stadium
lanjut ketika datang ke Rumah Sakit. Padahal dalam waktu 5 tahun sebelum terjadinya kanker, sudah timbul
kelainan pada leher rahim yang dapat dideteksi dengan relatif mudah. Kelainan
ini disebut lesi prakanker. Deteksi dini akan banyak menyelamatkan nyawa
para wanita karena lesi prakanker
ini dapat sembuh 100% bila ditangani segera.
![]() |
|
Alat Genitalia Wanita Bagian Dalam
|
Pada penelitian terakhir (sejak tahun 1976) disebutkan HPV (Human Papiloma
Virus) menjadi faktor utama penyebab kanker leher rahim.
Tingginya keterlibtan HPV ini mencapai 97,7 %. Beberapa
faktor lain yang menjadi pemicu kanker leher rahim meliputi:
- Umur : Pernikahan diusia muda atau melakukan hubungan seksual 9pertama kali) diusia ≤ 20 tahun berisiko memicu kanker leher rahim. Dalam hal ini organ-organ seksual wanita dianggap masih terlalu muda dan belum mencapai kematangan sempurna
- Jumlah Kehamilan & Melahirkan: Kanker leher rahim lebih banyak dijumpai pada wanita yg sering melahirkan. Secara analitis dapat menyebabkan timbulnya perubahan sel-sel abnormal pada mulut rahim
- Jumlah Perkawinan/Multiseksual: Wanita yg sering melakukan hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan memiliki risiko sangat besar tertular kanker ini. Gaya hidup yang bebas (freesex) adalah salah satunya.
- Infeksi Virus: Tiga virus yang diduga memiliki hubungan dengan penyebab kanker leher rahim adalah Infeksi virus HSV 2 (Herpes Simpleks Virus), Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) dan Infeksi virus Kondiloma akuminata.
- Sosial Ekonomi: Faktor ini sering dijumpai pd golongan sosial ekonomi rendah. Bisa dikarenakan kualitas dan kuantitas makanan yang rendah, asupan gizi yang buruk, imunitas dan kebersihan perorangan yang kurang terjaga.
- Merokok: Hubungan antara merokok dg kanker. Sel skuamosa pada leher rahim (aktivitas mutasi mukus serviks telah ditunjukkan pd perokok) atau melalui efek menurunkan daya tahan tubuh pada perokok (imunosuppresif).
- KB Hormonal
![]() |
| Waspada Kanker Serviks |
Bagaimana mencegahnya?
- Pencegahan primer dg hubungan suami-istri (tanpa ganti pasangan)
- Pencegahan sekunder paling efektif adalah melalui pendeteksian dini
- Dengan pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat (test IVA)
- Pap smear, dan
- Kolposkopi









0 komentar:
Posting Komentar