Kamis, 19 Februari 2015

Sekilas Tentang Serviks

Mengenal Kanker Leher Rahim
(Serviks)
Oleh: dr. Ira Syahriarti, SpOG
Kanker leher rahim merupakan kanker terbanyak diderita oleh wanita dan merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita. Sebanyak 200.000 wanita di seluruh dunia per tahun meninggal karena penyakit tersebut. Tingginya angka kematian penderita kanker leher rahim ini di Indonesia disebabkan karena terlambatnya penderita datang berobat. Lebih dari 70% kasus sudah berada pada stadium lanjut ketika datang ke Rumah Sakit. Padahal dalam waktu 5 tahun sebelum terjadinya kanker, sudah timbul kelainan pada leher rahim yang dapat dideteksi dengan relatif mudah. Kelainan ini disebut lesi prakanker.  Deteksi dini akan banyak menyelamatkan nyawa para wanita karena lesi prakanker ini dapat sembuh 100% bila ditangani segera.


Alat Genitalia Wanita Bagian Dalam

Pada penelitian terakhir (sejak tahun 1976) disebutkan HPV (Human Papiloma Virus) menjadi faktor utama  penyebab kanker leher rahim. Tingginya keterlibtan HPV ini mencapai  97,7 %. Beberapa faktor lain yang menjadi pemicu kanker leher rahim meliputi:
  1. Umur : Pernikahan diusia muda atau melakukan hubungan seksual 9pertama kali) diusia  ≤ 20 tahun berisiko memicu kanker leher rahim. Dalam hal ini organ-organ seksual wanita dianggap masih terlalu muda dan belum mencapai kematangan sempurna
  2. Jumlah Kehamilan & Melahirkan: Kanker leher rahim lebih banyak dijumpai pada wanita yg sering melahirkan. Secara analitis   dapat menyebabkan timbulnya perubahan sel-sel  abnormal pada mulut rahim
  3.  Jumlah Perkawinan/Multiseksual:  Wanita yg sering melakukan hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan memiliki risiko sangat besar tertular kanker ini. Gaya hidup yang bebas (freesex) adalah salah satunya. 
  4. Infeksi Virus: Tiga virus yang diduga memiliki hubungan dengan penyebab kanker leher rahim adalah Infeksi virus HSV 2 (Herpes Simpleks Virus), Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) dan Infeksi virus Kondiloma akuminata. 
  5. Sosial Ekonomi: Faktor ini sering dijumpai pd golongan sosial ekonomi rendah. Bisa dikarenakan kualitas dan kuantitas makanan yang rendah, asupan gizi yang buruk, imunitas dan kebersihan perorangan yang kurang terjaga. 
  6. Merokok: Hubungan antara merokok dg kanker. Sel skuamosa pada leher rahim (aktivitas mutasi mukus serviks telah ditunjukkan pd perokok) atau melalui efek menurunkan  daya tahan tubuh pada perokok (imunosuppresif). 
  7. KB Hormonal 

Waspada Kanker Serviks
Tanda-tanda yang patut dicurigai apakah kita mengidap kanker leher rahim atau tidak sebagai berikut:Pada tahap awal sudah ada pendarahan melalui vagina (bukan haid). Patut dicurigai ketiga ada pendarahan setelah berhubungan sex atau diantara siklus menstruasi. Kemudian keputihan yang berbau dan tidak sembuh-sembuh. Pada penderita stadium lanjut aka nada pendarahan spontan dan nyeri rongga panggul. Bila sudah terjadi bendungan kanker maka penderita akan kesulitan  uang air kecil.


Bagaimana mencegahnya? 
  •  Pencegahan primer dg hubungan suami-istri (tanpa ganti pasangan)   
  • Pencegahan sekunder paling efektif adalah melalui pendeteksian dini  
  •  Dengan pemeriksaan inspeksi visual dengan  asam asetat (test IVA)
  • Pap smear, dan  
  •  Kolposkopi

0 komentar:

Posting Komentar