Kesehatan bagi umat manusia adalah hal yang begitu penting
namun terkadang tidak terlalu diperhatikan. Perempuan, makluk yang akan
melahirkan generasi penerus tentunya dituntut untuk memiliki kondisi fisik
maupun psikis yang sehat. Tuntutan itu dilatarbelakangi oleh tujuan lahirnya
generasi yang sehat. Salah satu topik kesehatan perempuan yang banyak diangkat
didunia kesehatan adalah kanker payudara. Meskipun kaum adam juga memiliki
risiko untuk terkenan kanker ini namun dominasi pasien adalah kaum hawa.
 |
| Perempuan dan generasi penerus |
Biaya pemeriksaan yang mahal dan kurangnya sarana dan
prasarana di rumah sakit untuk deteksi kanker payudara adalah faktor-faktor
yang paling banyak ditemukan dilapangan. Sebagai masyarakat yang hidup di era
digital hal itu tentu tidak bisa menjadi penghalang. Banyak sekali literasi
yang dapat dijadikan sarana belajar untuk mengetahui atau deteksi dini adanya
kanker payudara didalam tubuh kita. Pepatah bilang “Mencegah lebih baik
daripada Mengobati” memang benar adanya. Alangkah baiknya kita lakukan langkah-langkah yang dapat
menghindarkan kita dari risiko kanker payudara. Tulisan dibawah ini merupakan
ringkasan dari seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh bidang keputrian
Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) pada tanggal 19 Februari 2015 di Surakarta. Materi
ini disampaikan oleh dr. Ratna Asih, M.Si
Sepuluh tahun yang lalu, para ahli menganggap bahwa kanker
payudara adalah penyakit yang sebenarnya tidak dapat dicegah. Namun sekarang,
para peneliti sudah banyak mengetahui cara untuk mencegahnya, paling tidak
mengurangi resiko terkena kanker payudara. Berikut ini ada beberapa hal yang
dapat para perempuan lakukan untuk mengurangi resiko kanker payudara secara
alami.
- Berolah raga secara teratur.
Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan menigkatnya aktivitas, maka resiko
kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurukan kadar estrogen yang
diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.
Kita tentu sudah sering mendengar pendapat mengenai hubungan antara kanker
payudara dengan makanan berlemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet
rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Penelitian yang lain
menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lemak dan kanker payudara..
Penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemaknya
bukan jumlah lemak yang dikonsumsi. Jenis lemak yang memicu kanker payudara
adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan
asam lemak dalam margarin. Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker
payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3
dalam ikan salmon dan ikan air dingin lainnya. Lemak jenuh dalam daging dan produk susu
dan asam lemak dalam margarin meningkatkan kadar estrogen dalam darah,
sedangkan lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan
tidak menyebabkan kenaikan kadar estrogen dalam darah.
- Bila anda mengkonsumsi daging, jangan dimasak terlalu
matang.
Terlepas dari lemak jenuh yang terdapat dalam daging, cara anda memasak daging
akan mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang
menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin
banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam
daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam.
- Makan lebih banyak buah dan sayuran
Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk
semua kanker, termasuk kanker payudara. Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung
anti-oksidan yang tinggi, diantaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium,
yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker.
National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan untuk mengkonsumsi buah dan
sayuran paling tidak 5 (lima) kali dalam sehari. Tapi harus dihindari buah dan
sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan
krim pisang.
- Mengkonsumsi suplemen anti-oksidan.
Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula
anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker
payudara.
-
Makan lebih banyak serat.
Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak
serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan,
sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang.
- Makan lebih banyak tahu dan makanan yang mengandung kedelai.
Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan
(fito-estrogen). Seperti halnya tamoksifen, senyawa ini mirip dengan estrogen
tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama
dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi
efek pemicu kanker payudara. Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai
sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari
tubuh.
Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh. Perempuan
mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon
estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga
xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko
kanker payudara. Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan
mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy
product). Tetapi anda tidak perlu khawatir dengan banyak makan buah dan
sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada
efek residu pestisidanya.
- Berjemur dibawah sinar matahari.
Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita
takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu
mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh
membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium
sehingga mengurangi resiko kanker payudara. Agar bisa memperoleh sinar matahari selama 20
menit/hari, dianjurkan untuk berjalan dibawah sinar matahari pada siang hari
atau sore hari. Tetapi bila anda ingin mendapatkan kalsium atau vitamin D tidak
dari sinar matahari, anda dapat mencoba mengkonsumsi makanan suplemen.
Merokok akan meningkatkan resiko kanker payudara. Selain itu meroko juga banyak menimbulkan berbagai penyakit
-
Menyusui/memberikan ASI kepada anak anda
Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya
resiko kanker payudara sebelum masa menopause.
- Pertimbangkan kembali sebelum menggunakan terapi pengganti
hormon (Hormone Replacement Therapy = HRT).
- Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi
resiko terkena kanker payudara adalah stress. Literatur medis menyebutkan bahwa stress dapat menigkatkan resiko kanker
payudara. Tetapi penelitian tentang hal ini masih bersifat kontroversial. Namun
tidak ada salahnya untuk memulai cara mengatasi stress dalam hidup anda melalui
meditasai, yoga, tai chi, berkebun atau kegiatan santai lainnya.
Sekian informasi yang dapat saya sampaikan. mari menjaga kesehatan. Semangat untuk para perempuan!
0 komentar:
Posting Komentar