Jumat, 28 Maret 2014

PENGERTIAN, KARAKTERISTIK, DAN JENIS KARANGAN ILMIAH






1.      Pengertian karangan ilmiah menurut para ahli adalah:
a.       Brotowidjoyo (1985: 8-9) mengatakan bahwa “karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis  menurut metodologi penulisan yang baik dan benar”.
b.      Wahyu (2001: 61) mengatakan bahwa “suatu karangan dapat dikatakan ilmiah jika ia mengungkapkan suatu permasalahan dengan metode ilmiah”.
c.       Maryadi dalam Harun, dkk (2001: 14) mendefinisikan karya ilmiah yaitu “suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan”.
d.      Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan( yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan,kumpulan pengalaman, penelitian, dan pengetahuan oranglain sebelumnya.(Dwiloka dan Riana, 2005:1-2)
e.       Salah satu dasar penggolongan karangan disebut oleh jones(1960), yang membagi karangan ilmiah dan karangan non-ilmiah, berdasarkan fakta yang disajikan dalam karangan itu, yaitu fakta umum dan fakta pribadi.(Haryanto dkk, 2000:7) Penggolongan bisa pula dilakukan berdasarkan metodologi penulisanya, menjadi karangan ilmiah dan karangan tidak ilmiah. Bila karangan menyajikan fakta umum maupun pribadi, namun disajikan tidak dengan metoda yang baik dan benar maka disebut karangan yang tidak ilmiah (Haryanto dkk, 2000:7)
            Pada dasarnya dapat di tarik kesimpulan bahwa karya ilmiah merupakan karya hasil pengembangan berbagaimacam ilmu yang menggunakan berbagai macam metode ilmiah baik dari kepustakaan , kumpulan pengalaman, penelitian hingga dengan mengacu pada pengetahuan atau pendapat oranglain sebelumnya, dan disajikan dengan sistematika yang berlaku dalam kepenulisan karangan ilmiah yang mutakir mennggunakan bahasa yang baku sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.
            Hal yang membedakan karangan ilmiah dengan karangan non-ilmiah adalah cara penyajianya, karangan ilmiah akan menyajikan fakta  namun tidak menggunakan metode ilmiah maka karangan tersebut belum disebut karangan ilmiah.
 
2.      Karakteristik karangan ilmiah menurut beberapa pendapat ahli sebagai berikut:
a.       Tatang (2006:1) sifat-sifat karya tulis yang membedakannya dengan karya non-ilmiah yaitu:
§   karangan atau tulisan,
§   dalam bidang ilmu tertentu,
§   berlandaskan fakta-fakta obyektif dan atau hasil penalaran
§   berupa hasil penelitian, kajian literatur, dan atau pemikiran,
§   yang disusun secara sistematis,
§   dalam ragam karangan ilmiah atau ilmiah populer,
§   disajikan dengan bahasa yang baik dan benar. 
b.      Sedangkan karakteristik karya tulis ilmiah menurut Soeparno (1997: 51) adalah sebagai berikut:
§   Masalah diungkapkan dan dipecahkan secara ilmiah. Pengetahuan ilmiah (disebut pula ilmu) adalah pengetahuan yang disajikan secara sistematis. Itu sebabnya, karangan ilmiah mesti berisi pengetahuan yang dikemukakan secara sistematis.
§   Landasan kesistematisannya terletak pada penggunaan pola pikir logis, fakta atau evidensi yang terpercaya, serta analisis yang obyektif.
§   Mengungkapkan pendapat berdasarkan fakta agar tidak terjerumus ke dalam subyektivitas.
§   Bersifat tepat, lengkap, dan benar. Itu sebabnya, sebelum menulis, kita mesti meneliti tepat-tidaknya masalah yang akan dikemukakan, baik dari segi permasalahannya maupun bidang ilmiahnya.
§   Bagian-bagian tulisan dikembangkan secara runtut, sistematis, dan logis agar tulisan yang dihasilkan membentuk kesatuan (kohesif) dan kepaduan (koheren).
§   Bersifat tidak memihak (obyektif). Aspek pribadi atau emosional sebaiknya ditinggalkan, karena akan membuat tulisan kita diwarnai prasangka atau kepentingan pribadi sehingga kadar keilmiahannya menjadi pudar. 
c.       Menurut Haryanto dkk (200:7) ciri karangan ilmiah meliputi:
§  Menyajikan fakta objektif secara sistematis
§  Pernyataanya cermat, tepat, tulus, dan benar serta tidak memuat terkaan.
§  Penulisanya tidak mengejar keuntungan pribadi
§  Penyusunanya dilaksanakan secara sistematis, konseptual, dan prosedural
§  Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa kandungan fakta
§  Tidak emotif menonjolkan perasaan
§  Tidak bersifat argumentatif, tetapi kesimpulanya terbentuk atas dasar fakta
d.      Dwiloka dan Riana (2005:4-5) sifat karangan ilmiah ialah:
§  Lugas dan tidak emosional
§  Logis
§  Efektif
§  Efisien
§  Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.
            Karakteristik yang paling krusial dari karangan ilmiah adalah sistematis yang berarti memiliki susunan dalam kepenulisan dengan metode ilmiah, objektif yang berati menyajikan data fakta ilmiah yang sebenarnya, serta disusun sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

3.      Jenis karangan ilmiah adalah sebaagai berikut:
a.       Artikel
     Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan kadang-kadang kontroversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif) mempengaruhi, menyakinkan (persuasif argumentatif), dan menghibur khalayak pembaca (Sumadiria, 2004:1 dalam buku Heri Juahari, 2009:137)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2001:66), “Artikel adalah karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya.” Artikel merupakan salah satu karya tulis ilmiah yang paling sederhana (Heri Juahari, 2009:137)
b.    Resensi
     Menurut Keraf (1997:274) dalam buku Heri Juahari, (2009:144). Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai sebuah hasil karya atau buku. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
c.    Makalah
     Makalah adalah karya tulis yang bersifat resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan dimuka umum dalam suatu perhidangan yang sering disusun untuk diterbitkan (KBBI, 2001:700). Makalah merupakan karya ilmiah yang pendek dibanding karya-karya ilmiah lainnya (Heri Juahari, 2009:149)
     Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif menurut Arifin (2003: 1) dalam buku Dwiloka dan Riana (2005:5).
d.   Skripsi
     Skripsi adalah karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa strata satu (S1) sebagai salah satu syarat untuk medapatkan gelar sarjana Heri Juahari (2009:182). Skripsi merupakan salah satu syarat bagi mereka yang akan mendapatkan gelar akademik dalam salah satu bidang ilmu yang menjadi keahliannya dalam program studi yang dipilihnya (Bisri, 2003) dalam buku Heri Juahari, (2009:183). Skripsi menurut Arifin (2003:1) dalam buku Dwiloka dan Riana (2005:6) adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris objektif, baik berdasarkan penelitian langsung (obervasi lapangan, atau percobaan di laboratorium) maupun penelitian tidak langsung (studi kepustakaan).
e.    Tesis
     Tesis adalah karya ilmiah yang dibuat sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar magister (Heri Juahari, 2009:185). Menurut Arifin (2003:1) dalam buku Dwiloka dan Riana (2005:6) tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri untuk melengkapi syarat guna memperoleh gelar magister (S2).
f.     Disertasi
     Menurut Arifin (2003:1) dalam buku Dwiloka dan Riana (2005:7) disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci. Jika temuan orisinil ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).


DAFTAR PUSTAKA


Brotowidjoyo, Mukayat D. 1985.  Penulisan Karangan Ilmiah.  Jakarta: Akademika Pressindo.
Dwiloka, Bambang dan Riana. 2005. Teknik Menulis Karya ilmiah. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya
Haryanto dkk. 2000. Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Jauhari, Heri. 2009. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: CV. Pustakasetia.
Maryadi. 2001. Pengertian dan Kriteria Karya Ilmiah. Dalam Harun, dkk.  (Eds.), Pembudayaan Penulisan Karya Ilmiah  (hlm. 13-14). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Soeparno. 2005.  Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah.  Makalah Disampaikan Dalam Kegiatan Pelatihan Penulisan Bahan Kuliah (Buku Pegangan Kuliah), Jurusan AP FIP UNY, 16-20 Mei 2005.
Tatang, M. Amirin. 2006.  Menulis Karya Ilmiah (Artikel).  Makalah Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru-guru se-Indonesia. Yogyakarta, 2-3 November. 
Wahyu, Wibowo. 2001.  Manajemen Bahasa Pengorganisasian Karangan Pragmatik dalam Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa dan Praktisi Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 



0 komentar:

Posting Komentar