Sabtu, 16 April 2016

Surat untuk Hani Kecil

Hai Hani kecil apakah kau tahu ibumu sedang bersedih sekarang?  Ibu sedang mencoba untuk kuat dan tidak cengeng. Bukankah kau tak mau memiliki ibu yang cengeng? Ibu juga tak ingin melihatmu tumbuh menjadi anak yang cengeng.

Ibumu sedang dirundung masalah yang amat banyak. Sedih? Tidak kok. Ibu tidak sedih. Allah selalu menemani ibu, jadi ibu tenang. Ingat ya nak, Allah tidak akan menguji seorang hamba melebihi kemampuannya. Kamu tak perlu resah ibumu akan tumbang, ibu kuat kok. Ibu memang harus kuat karena ingin melihatmu menjadi anak yang kuat. Tidak mudah terseok oleh ujian- ujian dunia. Tenanglah nak, ibu percaya ujian ini untuk meningkatkan kualitas keimanan ibu. Kau tentu senang dan bangga memiliki ibu yang taat serta cinta pada-Nya bukan? Ibu selalu berharap nantinya kau menjadi anak yang sholih dan sholihah pula. Rajin beribadah dan senantiasa berbakti pada kedua orang tua. 

Nak, hidup ini tak mudah. Terlalu menyakitkan untuk dijalani seorang diri. Kali ini ibu sedang berjuang menata masa depan. Kalau bukan ibu yang merencanakan masa depan, siapa lagi.  Doakan selalu ibu agar diberikan kemudahan dan kelancaran ya. Ibu ingin kamu menjadi anak yang cerdas, bermanfaat untuk bangsa dan agama. Lebih- lebih kau mewarisi karakter Rasulullah yang berjuang mati-matian membela Islam. Ibu sedang berjuang menjadi perempuan yang pandai. Kelak jika kau sudah hadir ditengah hidup ibu, ibu akan sanggup mengajarimu banyak hal. Mengajarimu tentang ilmu dunia dan ilmu akhirat.
Ibu kira ibu terlalu semangat. Sampai- sampai ibu tak menjaga kesehatan. Beberapa waktu terakhir perut ibu sangat perih. Mual pula. Nasi dan lauk seperti tak ada artinya. Ibu sering telat makan ditambah pikiran yang stres menjelang ujian. Ibu telah lama memiliki penyakit maag, mungkin kambuh lagi karena kebiasaan ibu yang kurang baik. Tak mengapa nak, asal untuk kebaikanmu nanti ibu rela walau harus menanggung sakit. Kamu jangan ikut- ikutan kebiasaan ibu yang jelek ini ya, Nak.
Masa muda ibu yang pendek ini harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Kelak, ketika menemanimu tidur ibu dapat menceritakan banyak hal untukmu. Memberikan warna di masa kecilmu. Membangun mimpi sejak kau belajar membaca. Nak, sungguh menyenangkan memiliki banyak mimpi. Ibu senang bisa mewujudkannya. Beberapa mimpi ibu memang terkubur, tapi Allah yang terbaik. Ia tahu mana yang baik untuk ibu dan tidak baik untuk Ibu. Kelak jika kau sudah dewasa, banyak meminta pada-Nya. Libatkan ia di setiap langkah hidup yang kamu ambil ya. Allah tidak akan mengecewakanmu, Ia akan memberikan pengganti yang lebih membahagiakan dari apa yang kau anggap baik itu.
Ibu mengirimkan surat ini karena ibu ingin kau tahu bahwa ibu sedang berjuang. Ibu sedang berjuang untuk memperbaiki diri. Ibu tak mau menjadi orang tua yang abal-abal untukmu. Kelak jikalau kau sudah mengerti apa itu hidup, ambillah pelajaran dari langkah ibu ini. Ibu hanya punya waktu pendek untuk memperbaiki diri, oleh karena itu sebelum terlambat ibu harus mempersiapkan segalanya sejak sekarang. Oiya nak, ibu sedang senang membaca buku- buku tentang masa depan. Doakan ibu ya, agar kelak ibu mendapatkan yang terbaik. Ibu sangat percaya Allah sedang bekerja merancang hidup ibu. Kau juga jangan menyerah ya, teruslah berdoa hingga kita dipertemukan di dunia nyata. Selamat malam Hani kecil. Jaga dirimu baik- baik. Ibu sayang padamu. 

Matesih, 16 April 2016
22.26 WIB

0 komentar:

Posting Komentar