Hai Hani kecil apakah
kau tahu ibumu sedang bersedih sekarang? Ibu sedang mencoba untuk kuat dan tidak
cengeng. Bukankah kau tak mau memiliki ibu yang cengeng? Ibu juga tak ingin
melihatmu tumbuh menjadi anak yang cengeng.
Ibumu sedang dirundung
masalah yang amat banyak. Sedih? Tidak kok. Ibu tidak sedih. Allah selalu
menemani ibu, jadi ibu tenang. Ingat ya nak, Allah tidak akan menguji seorang
hamba melebihi kemampuannya. Kamu tak perlu resah ibumu akan tumbang, ibu kuat
kok. Ibu memang harus kuat karena ingin melihatmu menjadi anak yang kuat. Tidak
mudah terseok oleh ujian- ujian dunia. Tenanglah nak, ibu percaya ujian ini untuk
meningkatkan kualitas keimanan ibu. Kau tentu senang dan bangga memiliki ibu
yang taat serta cinta pada-Nya bukan? Ibu selalu berharap nantinya kau menjadi
anak yang sholih dan sholihah pula. Rajin beribadah dan senantiasa berbakti
pada kedua orang tua.
Nak, hidup ini tak
mudah. Terlalu menyakitkan untuk dijalani seorang diri. Kali ini ibu sedang
berjuang menata masa depan. Kalau bukan ibu yang merencanakan masa depan, siapa
lagi. Doakan selalu ibu agar diberikan
kemudahan dan kelancaran ya. Ibu ingin kamu menjadi anak yang cerdas,
bermanfaat untuk bangsa dan agama. Lebih- lebih kau mewarisi karakter
Rasulullah yang berjuang mati-matian membela Islam. Ibu sedang berjuang menjadi
perempuan yang pandai. Kelak jika kau sudah hadir ditengah hidup ibu, ibu akan
sanggup mengajarimu banyak hal. Mengajarimu tentang ilmu dunia dan ilmu
akhirat.
Ibu kira ibu terlalu
semangat. Sampai- sampai ibu tak menjaga kesehatan. Beberapa waktu terakhir
perut ibu sangat perih. Mual pula. Nasi dan lauk seperti tak ada artinya. Ibu sering
telat makan ditambah pikiran yang stres menjelang ujian. Ibu telah lama
memiliki penyakit maag, mungkin kambuh lagi karena kebiasaan ibu yang kurang
baik. Tak mengapa nak, asal untuk kebaikanmu nanti ibu rela walau harus
menanggung sakit. Kamu jangan ikut- ikutan kebiasaan ibu yang jelek ini ya,
Nak.
Masa muda ibu yang
pendek ini harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Kelak, ketika menemanimu
tidur ibu dapat menceritakan banyak hal untukmu. Memberikan warna di masa
kecilmu. Membangun mimpi sejak kau belajar membaca. Nak, sungguh menyenangkan
memiliki banyak mimpi. Ibu senang bisa mewujudkannya. Beberapa mimpi ibu memang
terkubur, tapi Allah yang terbaik. Ia tahu mana yang baik untuk ibu dan tidak
baik untuk Ibu. Kelak jika kau sudah dewasa, banyak meminta pada-Nya. Libatkan ia
di setiap langkah hidup yang kamu ambil ya. Allah tidak akan mengecewakanmu, Ia
akan memberikan pengganti yang lebih membahagiakan dari apa yang kau anggap
baik itu.
Ibu mengirimkan surat
ini karena ibu ingin kau tahu bahwa ibu sedang berjuang. Ibu sedang berjuang
untuk memperbaiki diri. Ibu tak mau menjadi orang tua yang abal-abal untukmu. Kelak
jikalau kau sudah mengerti apa itu hidup, ambillah pelajaran dari langkah ibu
ini. Ibu hanya punya waktu pendek untuk memperbaiki diri, oleh karena itu
sebelum terlambat ibu harus mempersiapkan segalanya sejak sekarang. Oiya nak, ibu
sedang senang membaca buku- buku tentang masa depan. Doakan ibu ya, agar kelak
ibu mendapatkan yang terbaik. Ibu sangat percaya Allah sedang bekerja merancang
hidup ibu. Kau juga jangan menyerah ya, teruslah berdoa hingga kita
dipertemukan di dunia nyata. Selamat malam Hani kecil. Jaga dirimu baik- baik. Ibu
sayang padamu.
Matesih, 16 April 2016
22.26 WIB








0 komentar:
Posting Komentar