Selasa, 05 April 2016

Cara Hidup

        Aku bukan perempuan hebat. Bukan pula perempuan kaya raya. Darah yang mengalir dalam tubuhku hanyalah darah seorang wanita dan pria sederhana. Apalagi rupa, aku hanya perempuan dengan paras biasa saja. Aku hanya perempuan yang selama ini berani bicara dalam diamku saja. Perempuan yang belum mampu meredam detak jantung yang tiba- tiba berkejaran tetiba kau datang. Perempuan yang mungkin tak pernah kau pandang seksama dengan kedua bola mata. Perempuan yang mungkin kau anggap angin lalu dan sekejap sirna. Perempuan yang sampai detik ini butuh kekuatan dewa untuk bisa memandang wajahmu meski hanya melalui resolusi warna.

Aku hanya perempuan yang tak memiliki jumlah bilangan pas untuk alasan mengagumimu. Aku mulai suka dengan caramu menuntut ilmu. Aku mulai suka dengan caramu belajar agama. Aku mulai suka dengan caramu menolak ajakan wanita yang tak dibenarkan agama kita. Aku mulai suka dengan caramu bercanda yang membuat tertawa tapi tetap berwibawa. Aku mulai suka dengan caramu meminta sesuatu. Aku mulai suka dengan caramu meminta maaf meski sebenarnya bukan salahmu. Aku suka dengan caramu menghargaiku sebagai perempuan biasa. Aku mulai suka dengan caramu memandang ragu- ragu. Aku mulai suka dengan caramu menulis dan membaca buku. Aku mulai suka membaca berulang kali cerita yang kau tulis di banyak media. Aku  mulai suka dengan caramu marah. Aku mulai suka dengan caramu memperingatkanku. Aku mulai suka dengan kebiasaanmu yang sedikit aneh. Aku mulai suka dengan caramu lupa akan sesuatu. Aku mulai suka dengan konflik kecil di antara kita. Aku mulai suka semuanya. Entah sampai kapan, mungkin sampai kau bangun dari tidur pulasmu. Ketika kau bangun, aku akan mulai suka dengan caramu hidup.

0 komentar:

Posting Komentar