Jumat, 15 April 2016

Lalu


Aku sedang bergulat.
Bersama waktu yang menuju tamat.
Menata rindu yang tak tentu memiliki alamat.
Merenda doa yang ku harap makbul oleh Yang Maha Kuat.
Aku membenci sesuatu yang berbau masa lalu.
Terlalu menyakitkan untuk diingat.
Terlalu sendu untuk diratap.
Beberapa orang mengoceh, meminta masa lalu dijadikan pelajaran. Oke, aku mengalah.
Untuk beberapa dekade, masa lalu memang seolah menjadi obat yang mujarab.
Hanya sebagian, selebihnya  menunggu angin yang akan menjadikannya kering.
Aku bukan kamu. Kamu bukan aku.
Bukankah terlalu egois untuk kita disamakan.
Rinduku.
Doaku.
Dua hal yang masih mencari jalan kepada siapa ia akan dijatuhkan.


Matesih, 15 April 2016
21.54 WIB




0 komentar:

Posting Komentar