Ahad, 13 Nopember 2016/13 Shafar 1438
Sumber: Brosur No. : 1828/1868/IA
Sebagaimana suami mempunyai hak dan kewajiban terhadap istri, begitu pula istri mempunyai hak dan kewajiban terhadap suami.
Haknya istri merupakan kewajiban bagi suaminya, dan begitu
pula haknya suami merupakan kewajiban istri terhadap suaminya.
Firman Allah SWT :
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena
Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)
dan karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu
maka wanita yang shalihah ialah yang thaat kepada Allah lagi memelihara diri
ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka) .... . [QS.
An-Nisaa' : 34]
~
Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan
kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu
tingkat kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. [QS. Al-Baqarah : 228]
~
Dan sabda Nabi SAW :
~
Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang
kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.
Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya
tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan
akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam menjaga
harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan masing-masing dari
kamu sekalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. [HR.
Bukhari juz 1, hal. 215, dari Ibnu ‘Umar]
~
Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
"Seandainya saya boleh menyuruh seseorang untuk bersujud kepada orang,
tentu aku akan menyuruh wanita supaya bersujud kepada suaminya". [HR.
Tirmidzi juz 2, hal. 314, no. 1169, hadits hasan gharib]
~
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila wanita bisa menjaga shalat lima waktu, puasa Ramadlan dan menjaga
kemaluannya serta thaat kepada suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu
manasaja yang ia sukai". [HR. Ibnu Hibban juz 9, hal. 471, no. 4163]
'~
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW ditanya, “Wanita
yang bagaimanakah yang paling baik ?”. Beliau bersabda, “Sebaik-baik wanita
(istri) adalah yang apabila dipandang suaminya menyenangkan, apabila diperintah
dia thaat dan tidak menyelisihinya karena (mengandalkan) dirinya dan hartanya”.
[HR. Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 2, hal. 175, no. 2682]
~
Dari Tamim Ad-Daariy, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
"Haknya suami atas istrinya ialah : Agar istri tidak meninggalkan tempat
tidur suaminya, berbuat baik pada waktu bagiannya, menthaati perintahnya, tidak
keluar kecuali dengan izin (suami)nya dan tidak memasukkan orang yang dibenci
oleh suaminya". [HR. Thabarani dalam Al-Kabir juz 2, hal. 52, no. 1258,
dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Dlirar bin ‘Amr]
~
Dari Abu Umamah, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda,
“Tidak ada yang memberi faidah (kesenangan) kepada orang mu’min sesudah taqwa
kepada Allah yang lebih baik baginya selain dari istri yang shalihah. Jika
diperintah dia thaat. Jika dipandang, dia menyenangkan. Jika diberi bagian, dia
berbuat baik kepadanya. Jika suami sedang bepergian, dia menjaga dirinya dan
harta suaminya”. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 596, no. 1857, dla’if karena dalam
sanadnya ada perawi bernama ‘Ali bin Yazid]
~
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidur, tiba-tiba istrinya itu
tidak mau, lalu suaminya bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka para
malaikat melaknat istri itu sampai pagi". [HR. Muslim juz 2, hal. 1060]
~
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
“Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah seorang laki-laki mengajak
istrinya ke tempat tidur, tetapi ia tidak mau menurutinya, kecuali yang di
langit murka kepadanya, sehingga suaminya ridla kepadanya. [HR. Muslim juz 2,
hal. 1060]
~
Dari Thalaq bin Ali, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila seorang suami memanggil istrinya untuk sesuatu kebutuhannya, maka
hendaklah ia segera datang kepadanya, meskipun ia sedang memasak di
dapur". [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 314, no. 1170, ini hadits hasan gharib]
'~
Dari Abu Sa'id Al-Khudriy, ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda, "Sesungguhnya seburuk-buruk manusia menurut Allah kedudukannya
pada hari qiyamat adalah seorang suami yang bersenang-senang dengan istrinya
dan istri yang bersenang-senang dengan suaminya, kemudian ia menyebarkan
rahasianya". [HR. Muslim juz 2, hal. 1060]
~
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah
SAW bersabda, "Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sedang
suaminya berada di rumah, kecuali dengan izinnya, dan tidak boleh mengizinkan
orang masuk ke rumahnya kecuali dengan izin (suami)nya". [HR. Bukhari juz
6, hal. 150]
~
Dari Tsauban, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
"Siapa saja istri yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan (yang
dibenarkan oleh syara'), maka bau surga haram atasnya". [HR. Ibnu Majah
juz 1, hal. 662, no. 2055]
~
Dari Ibnu 'Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
"Ada empat perkara, barangsiapa diberi empat perkara itu berarti dia telah
diberi kebaikan dunia dan akhirat : 1. Hati yang bersyukur. 2. Lisan yang
senantiasa berdzikir, 3. Dia bershabar apabila mendapat balak (mushibah), dan
4. Istri yang tidak berkhianat, tidak berkhianat pada dirinya dan harta
suaminya". [HR. Thabarani dalam Al-Kabir juz 11, hal. 105, no. 11275]
~
Dari Ummu Salamah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
"Siapasaja wanita yang meninggal dunia, sedang suaminya ridla kepadanya,
niscaya dia masuk surga". [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 314, no. 1171, ini
hadits hasan gharib]
~
Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata : Nabi SAW bersabda, "Aku
pernah diperlihatkan kepada neraka, tiba-tiba penghuninya kebanyakan adalah
wanita yang kufur". Ada shahabat yang bertanya, "Apakah mereka itu
kufur kepada Allah, ya Rasulullah ?". Rasulullah SAW bersabda,
"Mereka kufur terhadap suaminya dan mereka mengkufuri kebaikan. Seandainya
kamu berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka sepanjang tahun,
kemudian ia melihat pada dirimu sesuatu (yang tidak menyenangkan), ia akan
berkata, "Aku tidak pernah melihat kebaikan darimu sama sekali". [HR.
Bukhari juz 1, hal. 13]
'~
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr RA bahwasanya Rasulullah SAW
bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak bersyukur kepada
suaminya, yaitu yang selalu merasa tidak cukup dari padanya”. [HR. Hakim dalam
Al-Mustadrak juz 2, hal. 207, no. 2771, ini hadits shahih sanadnya, tetapi
Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya]
~
Dari Anas RA, ia berkata, "Telah meninggal anaknya Abu
Thalhah dari Ummu Sulaim. Lalu Ummu Sulaim berkata kepada keluarganya,
"Janganlah kalian ceritakan hal ini kepada Abu Thalhah, biarlah saya
sendiri nanti yang memberitahukan kepadanya". Maka tatkala Abu Thalhah
telah datang (dari bepergian), segeralah (Ummu Sulaim) menghidangkan makan
malam, lalu (Abu Thalhah) makan-minum hingga selesai. Kemudian Abu Thalhah
diajak bergurau, sampai terjadi persetubuhan. Setelah Ummu Sulaim mengetahui
bahwa Abu Thalhah sudah merasa puas dari semuanya itu, barulah Ummu Sulaim
berkata kepadanya, "Ya Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu seandainya ada
suatu kaum mereka meminjamkan barang kepada suatu keluarga, lalu dimintanya
kembali pinjaman itu, apakah keluarga yang dipinjami itu boleh menolaknya
?". Abu Thalhah menjawab, "Tidak boleh (menolak)". Lalu Ummu
Sulaim berkata, "Relakanlah anakmu kepada Allah". Kemudian Abu
Thalhah marah sambil berkata, "Mengapa kamu sembunyikan berita itu, hingga
aku berlumuran begini baru kamu beritahukan keadaan anakku ?". Kemudian
(setelah pagi) Abu Thalhah pergi menghadap Rasulullah SAW dan memberitahukan
kejadian malam itu. Maka Rasulullah SAW berdoa : Baarakalloohu lakumaa fii
ghoobiri lailatikumaa (Semoga Allah memberkahi kamu berdua pada malam itu).
[HR. Muslim juz 4, hal. 1909]
~
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
“Dunia itu adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita
shalihah”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1090]
~
~oO[ @ ]Oo~
Tulisan ini saya dapatkan dari broadcast salah satu media sosial. Tulisannya yang baik, amat disayangkan bila hanya menjadi angin lalu. Semoga dengan menuliskan di blog ini dapat tersebar ke seantero penjuru bumi dan memberikan pemahaman kepada perempuan-perempuan muslim. Terima kasih. Semoga bermanfaat.








0 komentar:
Posting Komentar