Kamu Tahu?
Ketika tiba-tiba air
matamu jatuh tanpa kau tahu alasannya, apa kamu tahu kenapa?
Ketika perasaanmu tiba-tiba perih dan sekujur tubuhmu
panas melihat hal yang tak kau sukai, kamu tahu itu kenapa?
Dan ketika tanganmu
mengepal kuat tanpa aba-aba ingin menonjok wajahnya, kamu tahu itu kenapa?
Ya, aku tak tahu itu
kenapa, maka dari itu aku bertanya. Aku bertanya dan berharap dirimu yang
banyak janji itu bisa memberi jawaban
yang jelas dan tuntas untuk segala pertanyaan yang aku lontarkan hanya padamu.
Kamu tahu? sakit hati
ini, ketika janji yang kamu ucapkan ternyata kamu sendiri yang mengingkari.
Kamu tahu? Ketika sosokmu tak ada, aku mati-matian mencari pengganti pundak
yang bisa sejenak aku sandari. Namun ternyata, tak ada. Ya! Tak ada yang bisa
memposisikan pundaknya senyaman pundakmu yang selama ini menjadi tempat
bernaungnya kesedihanku.
Kamu tahu? Ketika
ketiadaanmu aku berusaha mengisi
kekosongan yang kamu tinggalkan. Kamu tahu? Kamu tahu itu telah aku lakukan? dan
ketika kamu datang tak kau tanyakan sama sekali keadaanku saat kau pergi pada
waktu itu.
Kamu tahu? Ketika
posisimu terjepit oleh masalah yang menikammu dari segala penjuru aku yang tak
pernah sekalipun menjatuhkan perasaanmu. Kamu tahu? Tahu? Aku satu-satunya
orang yang membangun semangatmu meski aku tahu itu adalah murni kesalahanmu.
Kamu tahu? Ketika batin
ini terkadang merasa tak mampu lagi menahan sesak yang tanpa sadar telah kau
hinggapkan padaku dan sudah mencapai ambang batas hidupku. Kamu tahu? Bila ada panci,
kursi, meja, batu, atau pisau ingin rasanya aku menikammu. Namun, apa kamu
tahu? Ketika aku melihat wajahmu aku pun tak jadi menghajarmu dengan amarahku.
Kamu tahu? Kamu tahu kenapa itu?
Kamu tahu? Disaat
orang-orang disekitarmu meluncurkan kata-kata pedas terhadapmu, aku yang
menjadi tameng itu dari telingamu. Aku yang merasakan pahitnya cacian, pedasnya
makian dan sakitnya hujatan yang sebenarnya itu ditujukan padamu.
Kamu tahu? Kata-kata indah
yang membuatmu salah paham itu sebenarnya aku tujukan hanya untukmu. Apa kamu
tahu? Tahu? Hah..! jawab pertanyaanku! Apa kamu tahu itu?
Kamu tahu? Karena aku
tahu temanku sendiri mengejarmu, aku rela menjauh secara perlahan.
Kamu tahu? Dibalik
pintu aku menangis sendu meratapi nasibku.
Lalu ketika aku
menyatakan akan pergi meninggalkanmu, kenapa mulutmu diam bagai bisu.
Dan sampai sekarang pun
aku tak tahu jawabannya. Jawaban darimu maupun jawaban dari diriku.
_MONOLOG_







0 komentar:
Posting Komentar