Selasa, 24 September 2013

Lapis Legit Sastra



         Manusia akan ternganga dengan indahnya kata. Maknanya yang bercabang dan indah bak mawar merah dipadang rumput. Memukau banyak orang tapi juga dapat menjerumuskan banyak orang pula. Itulah kekuatan mistis tulisan melalui kata-kata. Menulis itu tak gampang bila tak ada kemauan. Butuh niat dan kesungguhan untuk melahirkan sebuah tulisan yang akan hidup sepanjang hayat melebihi umur penulisnya sendiri. Sayangnya, tak dapat dipungkiri bahwa honor terkadang memberikan daya keterpikatan tersendiri. Itulah salah satu alasan munculnya wirausaha lapis legit sastra. Tidak banyak orang sadar bahwa menulis dapat membuat kita kaya hingga berlapis-lapis dan berwarna-warni seperti kue lapis legit yang menggoda lidah. Ilmu yang semakin bertambah dan menggunung menjadi lapisan pertama.
 Menulis harus dibarengi dengan banyak membaca pula, karena ketika proses menulis kita membutuhkan informasi-informasi yang dapat memperkuat tulisan kita. Membaca dapat menambah wawasan sehingga kita menjadi pribadi yang tak biasa-biasa saja sebagai intelek muda. Menjadi penulis adalah suatu profesi yang sangat abadi dan paling kokoh seperti kata Pramoedya Ananta Toer “ Orang boleh pintar setinggi langit, tapi jika ia tidak menulis maka ia akan ditelan sejarah”. Menulislah, karena tulisanmulah yang akan membangun sejarah.

Menulis itu butuh imajinasi untuk membangun opini. Orang yang berotak tapi otaknya tak ia gunakan untuk berpikir dan berimajinasi untuk membangun dirinya sendiri maka ialah mayat hidup yang sebenarnya. Ia hanya mampu berjalan tanpa mampu melahirkan ide-ide cemerlang yang dapat menggugah. Bayangkan bila tulisan-tulisan kita mempunyai isi yang fantastis dan kreatif, berapa banyak mata membaca dan berapa banyak orang yang berdecak kagum. Hal ini bukan untuk membangun sebuah kesombongan tapi membangun image diri. Image yang baik akan melahirkan proses-proses yang mudah untuk menuju kesuksesan.”Apabila kamu bukan anak raja atau ulama besar maka jadilah penulis”, itulah kata Golagong. Intinya pangkat atau prestice seorang penulis itu melebihi pamor seorang anak raja maupun ulama besar. Dengan karya-karya yang ia tulis, tak menutup kemungkinan bahwa dari situlah pintu cemerlang terbuka, menghantar seorang sastrawan dan kritikus jalanan menjadi orang-orang besar dan wirausaha sukses yang patut diacungi jempol dan dipertimbangkan. Lapisan-lapisan keuntungan yang kita dapat mungkin tak semuanya langsung tampak. Tidak menutup kemungkinan bahwa dampak dari tulisan-tulisan kita mungkin akan terlihat 5-10 tahun lagi. Waktu bukan menjadi halangan, karena tujuan kita menulis adalah bagaimana cara kita bisa membuka pikiran-pikiran kolot manusia dan mengajaknya untuk berpikir lebih maju dan melebihi apa yang kita pikirkan.



0 komentar:

Posting Komentar