Manusia
akan ternganga dengan indahnya kata. Maknanya yang bercabang dan indah bak
mawar merah dipadang rumput. Memukau banyak orang tapi juga dapat menjerumuskan
banyak orang pula. Itulah kekuatan mistis tulisan melalui kata-kata. Menulis
itu tak gampang bila tak ada kemauan. Butuh niat dan kesungguhan untuk
melahirkan sebuah tulisan yang akan hidup sepanjang hayat melebihi umur
penulisnya sendiri. Sayangnya, tak dapat dipungkiri bahwa honor terkadang
memberikan daya keterpikatan tersendiri. Itulah salah satu alasan munculnya
wirausaha lapis legit sastra. Tidak banyak orang sadar bahwa menulis dapat
membuat kita kaya hingga berlapis-lapis dan berwarna-warni seperti kue lapis
legit yang menggoda lidah. Ilmu yang semakin bertambah dan menggunung menjadi
lapisan pertama.
Menulis harus dibarengi dengan banyak membaca
pula, karena ketika proses menulis kita membutuhkan informasi-informasi yang
dapat memperkuat tulisan kita. Membaca dapat menambah wawasan sehingga kita
menjadi pribadi yang tak biasa-biasa saja sebagai intelek muda. Menjadi penulis
adalah suatu profesi yang sangat abadi dan paling kokoh seperti kata Pramoedya
Ananta Toer “ Orang boleh pintar setinggi langit, tapi jika ia tidak menulis
maka ia akan ditelan sejarah”. Menulislah, karena tulisanmulah yang akan
membangun sejarah.
Menulis
itu butuh imajinasi untuk membangun opini. Orang yang berotak tapi otaknya tak
ia gunakan untuk berpikir dan berimajinasi untuk membangun dirinya sendiri maka
ialah mayat hidup yang sebenarnya. Ia hanya mampu berjalan tanpa mampu
melahirkan ide-ide cemerlang yang dapat menggugah. Bayangkan bila
tulisan-tulisan kita mempunyai isi yang fantastis dan kreatif, berapa banyak
mata membaca dan berapa banyak orang yang berdecak kagum. Hal ini bukan untuk
membangun sebuah kesombongan tapi membangun image diri. Image yang baik akan
melahirkan proses-proses yang mudah untuk menuju kesuksesan.”Apabila kamu bukan
anak raja atau ulama besar maka jadilah penulis”, itulah kata Golagong. Intinya
pangkat atau prestice seorang penulis itu melebihi pamor seorang anak raja
maupun ulama besar. Dengan karya-karya yang ia tulis, tak menutup kemungkinan
bahwa dari situlah pintu cemerlang terbuka, menghantar seorang sastrawan dan
kritikus jalanan menjadi orang-orang besar dan wirausaha sukses yang patut
diacungi jempol dan dipertimbangkan. Lapisan-lapisan keuntungan yang kita dapat
mungkin tak semuanya langsung tampak. Tidak menutup kemungkinan bahwa dampak
dari tulisan-tulisan kita mungkin akan terlihat 5-10 tahun lagi. Waktu bukan
menjadi halangan, karena tujuan kita menulis adalah bagaimana cara kita bisa
membuka pikiran-pikiran kolot manusia dan mengajaknya untuk berpikir lebih maju
dan melebihi apa yang kita pikirkan.







0 komentar:
Posting Komentar