Sabtu, 28 Mei 2016

Ya Allah, Ini Proposalku


“Kecerdasan terselubung dari tiap-tiap manusia adalah berencana. Sayangnya cerdas saja tidak cukup kuat untuk mematahkan titah Sang pemilik asmaul husna.”

     Merencanakan suatu hal seperti liburan, menu masak, mau pakai baju apa, hingga rencana masa depan yang begitu kompleks adalah keahlian manusia. Begitu pula dengan saya yang seorang manusia biasa. Menerbitkan karya (buku) adalah salah satu rencana dari sekian banyak rencana yang telah saya susun untuk sepuluh tahun ke depan. Visioner? Begitulah orang zaman sekarang menyebutnya. Bagi saya, berencana adalah salah satu usaha agar saya tak membuang-buang waktu hidup yang hanya “mampir ngombe” ini. Juga bentuk rasa syukur saya masih mampu menggunakan kemampuan berpikir untuk hal-hal yang baik.
      Mengapa buku? bukan yang lain seperti single lagu atau album? Ya karena saya tak begitu pandai bernyanyi, jadi rencana mengeluarkan single lagu tak akan pernah saya tulis di buku mimpi haha. Allah hanya mengizinkan saya untuk menjadi penyanyi kamar mandi, alias penyanyi yang menyanyi untuk dirinya sendiri.
      Dari sekian banyak ide yang berkejar-kejaran di kepala, saya memilih sepuluh tema. Tema tersebut mengarah ke rasa nonfiksi karena coach di KMO memang mengharuskan rasa nonfiksi daripada fiksi untuk tugas kedua kali ini. Saya sebut ini proposal karya karena memang ada keinginan dan harapan (tentunya) untuk benar-benar membuatnya menjadi nyata. Mengubah yang awalnya hanya proposal (rencana) menjadi sebenar-benarnya karya yang setiap orang dapat menikmatinya.
     Rasanya hambar bila hanya berisi deretan huruf, jadi untuk tugas kali ini special saya buatkan sampul dari sepuluh buku impian. (Sebenarnya hanya saya edit tulisannya saja sih. Gambarnya adalah hasil mengobrak-abrik folder-folder di laptop hehe). Ralat! Bukan tugas ding. Saya tak pernah menganggapnya tugas. Saya anggap semua hal yang saya lakukan ini adalah tahapan untuk “be better writer.” Saya tak ingin ketika KMO selesai, mimpi-mimpi yang sudah bersemayam ini akan ikut selesai.
Banyak dari teman-teman saya berkata bahwa:

"Semakin detail mimpi yang kamu inginkan, maka Allah akan semakin yakin untuk mengabulkan. Allah melihat betapa kita berusaha keras untuk mencapainya, sampai merancangya sedetail mungkin."

 Begitulah kepercayaan saya. Berhubung coach menyampaikan “kekayaan seorang penulis terletak di idenya”, maka niat untuk mendeskripsikan masing-masing tema saya urungkan. Makanya sebagai gantinya saya merancang sampulnya saja hehe. Masing-masing gambar di bawah ini menggambarkan satu tema murni dan ada pula yang tema campuran (mengawinkan ide). Selamat menikmati, semoga terinspirasi. 
Tema: Hidup Pasca Wisuda
Tema: Baca Buku Sambil Jalan-Jalan
Tema: Pasangan Hidup
Tema: Motivasi dan Menulis
Tema: Persahabatan Masa Kini
Tema: Keluarga (Ibu dan Anak Perempuannya)
Tema: Anak Muda dan Potensinya
Tema: Online Shop Syndrom
Tema: Musik dan Mood
Tema: Hewan Peliharaan
Terima kasih sudah membaca. Boleh kok bantu doa hehe..

"Semoga proposal ini menjadi nyata. Amiin."


3 komentar:

  1. Luar biasa mbak Haniah, the best pokoknya

    BalasHapus
  2. Aamiin... Wah keren mbak Haniah, boleh ya sy belajar sama mbak..
    Eh itu sampulnya bagusss...
    Terus berkarya ya mbak..

    BalasHapus
  3. Aamiin... Wah keren mbak Haniah, boleh ya sy belajar sama mbak..
    Eh itu sampulnya bagusss...
    Terus berkarya ya mbak..

    BalasHapus