“Kecerdasan terselubung
dari tiap-tiap manusia adalah berencana. Sayangnya cerdas saja tidak cukup kuat
untuk mematahkan titah Sang pemilik asmaul
husna.”
Merencanakan suatu hal
seperti liburan, menu masak, mau pakai baju apa, hingga rencana masa depan yang
begitu kompleks adalah keahlian manusia. Begitu pula dengan saya yang seorang
manusia biasa. Menerbitkan karya (buku) adalah salah satu rencana dari sekian
banyak rencana yang telah saya susun untuk sepuluh tahun ke depan. Visioner? Begitulah
orang zaman sekarang menyebutnya. Bagi saya, berencana adalah salah satu usaha
agar saya tak membuang-buang waktu hidup yang hanya “mampir ngombe” ini. Juga
bentuk rasa syukur saya masih mampu menggunakan kemampuan berpikir untuk
hal-hal yang baik.
Mengapa buku? bukan
yang lain seperti single lagu atau
album? Ya karena saya tak begitu pandai bernyanyi, jadi rencana mengeluarkan single lagu tak akan pernah saya tulis
di buku mimpi haha. Allah hanya mengizinkan saya untuk menjadi penyanyi kamar
mandi, alias penyanyi yang menyanyi untuk dirinya sendiri.
Dari sekian banyak ide yang
berkejar-kejaran di kepala, saya memilih sepuluh tema. Tema tersebut mengarah
ke rasa nonfiksi karena coach di KMO
memang mengharuskan rasa nonfiksi daripada fiksi untuk tugas kedua kali ini. Saya
sebut ini proposal karya karena memang ada keinginan dan harapan (tentunya) untuk
benar-benar membuatnya menjadi nyata. Mengubah yang awalnya hanya proposal
(rencana) menjadi sebenar-benarnya karya yang setiap orang dapat menikmatinya.
Rasanya hambar bila
hanya berisi deretan huruf, jadi untuk tugas kali ini special saya buatkan sampul dari sepuluh buku impian. (Sebenarnya hanya
saya edit tulisannya saja sih. Gambarnya adalah hasil mengobrak-abrik folder-folder di laptop hehe). Ralat! Bukan
tugas ding. Saya tak pernah menganggapnya tugas. Saya anggap semua hal yang
saya lakukan ini adalah tahapan untuk “be better writer.” Saya tak ingin ketika
KMO selesai, mimpi-mimpi yang sudah bersemayam ini akan ikut selesai.
Banyak dari teman-teman
saya berkata bahwa:
"Semakin detail mimpi yang kamu inginkan, maka Allah akan
semakin yakin untuk mengabulkan. Allah melihat betapa kita berusaha keras untuk
mencapainya, sampai merancangya sedetail mungkin."
Begitulah kepercayaan saya. Berhubung
coach menyampaikan “kekayaan seorang penulis terletak di idenya”, maka niat
untuk mendeskripsikan masing-masing tema saya urungkan. Makanya sebagai
gantinya saya merancang sampulnya saja hehe. Masing-masing gambar di bawah ini menggambarkan satu tema murni dan ada pula yang tema campuran (mengawinkan ide). Selamat menikmati, semoga terinspirasi.
 |
| Tema: Hidup Pasca Wisuda |
 |
| Tema: Baca Buku Sambil Jalan-Jalan |
 |
| Tema: Pasangan Hidup |
 |
| Tema: Motivasi dan Menulis |
 |
| Tema: Persahabatan Masa Kini |
 |
| Tema: Keluarga (Ibu dan Anak Perempuannya) |
 |
| Tema: Anak Muda dan Potensinya |
 |
| Tema: Online Shop Syndrom |
 |
| Tema: Musik dan Mood |
 |
| Tema: Hewan Peliharaan |
Terima kasih sudah membaca. Boleh kok bantu doa hehe..
"Semoga proposal ini menjadi nyata. Amiin."
Luar biasa mbak Haniah, the best pokoknya
BalasHapusAamiin... Wah keren mbak Haniah, boleh ya sy belajar sama mbak..
BalasHapusEh itu sampulnya bagusss...
Terus berkarya ya mbak..
Aamiin... Wah keren mbak Haniah, boleh ya sy belajar sama mbak..
BalasHapusEh itu sampulnya bagusss...
Terus berkarya ya mbak..