| Menunggu bis Rosalia Indah Solo- Malang |
Banyak orang mengeluh terhadap kinerja anggota parlemen di Indonesia. Keluhan
yang mereka utarakan bermacam-macam hingga acara infotaiment, breaking news,
maupun acara-acara investigasi di layar televisi tak mampu mengexpos seluruh
isu negative tersebut. Allah Swt mengizinkan aku bersama beberapa temanku di
BEM UNS merasakan betapa sulitnya menjadi anggota DPR atau pejuang wakil
rakyat. Bersama kak Triana Rahmawati, kak Ruslan Diantoro, Christina Indrawati,
Annisa Nur Rohcmah, Siti Ramdani dan Novita sari kami bertolak ke kota Malang
menuju Universitas Brawijaya pada 13-14 April 2013. Jumat, 12 April kami
menunggu bis Rosalia Indah jurusan Solo – Malang dan tepatnya pukul 21.00 WIB
perjalanan dimulai.
Hari pertama sekolah parlemen nasional adalah pemberian materi oleh
pakar-pakar yang cukup mempuni dibidangnya. Sekolah Parlemen 2013 mengangkat
tema Menakar Efektivitas Kinerja DPR RI “Perspektif Pelaksanaan Fungsi
Representatif.” Dengan pemateri, Drs. H. Priyo Budi Santoso (Wakil Ketua DPR
RI), Indah Kurnia (Anggota DPR RI komisi XI), Mar’atul Makhmuda, S.IP, M.Si
(Dosen Ilmu Politik FISIP-UB), dan Achmad Djuned, SH., MH., (Wakil Sekretaris
Jendral RI).
| Pembukaan Sekolah Parlemen |
Turut hadir
sekitar 18 Universitas delegasi BEM FISIP se-Tanah Air diantaranya dari
Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah
Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Jember,
Universitas Negeri Malang, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Sebelas
Maret, dan Universitas Swasta di sekitar Malang.
Banyak sekali ilmu yg didapat dan banyak pula
teman-teman baru yg dikenal. Dengan mengikuti acara berskala nasional seperti
ini, maka kita dapat mengukur betapa banyak orang yang lebih disbanding kita.
Sehingga kita harus selalu “meng-upgrade” kemampuan diri pribadi secara berkala
agar tidak tertinggal oleh yang lainnya. Kita mahasiswamempunyai tanggung jawab
dan fungsi sebagai iron stock dan agent
of change. Melalui dunia kampus inilah kita bisa meningkatkannya, setidaknya
sebagai
wujud syukur karena kita diberi kesempatan mengenyam pendidikan di
perguruan tinggi.
Hari kedua di
Sekolah Parlemen Nasional 2013 adalah puncaknya. Simulasi sidang kami rasakan
dan telah dirancang khusus menyerupai sidang-sidang di gedung DPR RI yang
sebenarnya. Aku mendapat bagian fraksi terbesar yaitu fraksi majapahit.
Teman-temanku yang lain mendapat bagian fraksi yang berbeda lagi. Ketika itu
masalah yang kami angkat adalah Undang-undang Desa. Menakar bagaimana baiknya
RUU Desa di sahkan atau tidak. Layaknya wakil rakyat semua fraksi mengadu
pendapat masing-masing hingga suasana menjadi riuh. Rapat ini berjalan tak
cukup sejam dua jam tapi berjam-jam dengan teknis yang rumit. Hal ini membuat
aku mengerti kenapa terkadang dalam sebuah sidang DPR RI ada perkelahian antar
anggota parpol. Masing- masing saling menguatkan pendapatnya dan pada akhirnya
emosilah yang maju. Banyak sekali ilmu yang aku dapat hingga aku bingung bagian
mana yang harus aku tulis diblog ini. Kasihan sekali mahasiswa yang hanya
menikmati masa studinya dengan pulang-kuliah-pulang kuliah saja. Ilmu yang
mereka dapat tidak maksimal dan hanya punya teman yang itu-itu saja. Melalui
tulisan singkat ini aku menghimbau pada seluruh pembaca terutama mahasiswa
khususnya yang belum ikut satu kegiatan kampus pun, maka kamula mahasiswa yang
“merugi”.
| Teman2 dr UI dan UNHasanudin |
Banyak sekali pengalam diluar sana, banyak sekali kawan-kawan baru
yang menunggu kahadiranmu dan jabatan tanganmu. Kenapa kita harus kalah dengan
anak ayam yang oleh induknya diizinkan berkelana. Jangan mengedepankan masalah
financial, karena ketika ada semangat menuntut ilmu yang berkobar-kobar
kemudahan pasti menyertai. HIDUP MAHASISWA!!!!!
Ini bukan akhir perjalananku, karena aku yakin akan lebih banyak lagi pengalaman dan ilmu yg bisa aku dapat bersama BEM UNS dan kampus tercinta Universitas Sebelas Maret, Surakarta.







0 komentar:
Posting Komentar