Minggu, 11 Agustus 2013

SEHARI MENJADI ANGGOTA DPR RI



Menunggu bis Rosalia Indah Solo- Malang

  Banyak orang mengeluh terhadap kinerja anggota parlemen di Indonesia. Keluhan yang mereka utarakan bermacam-macam hingga acara infotaiment, breaking news, maupun acara-acara investigasi di layar televisi tak mampu mengexpos seluruh isu negative tersebut. Allah Swt mengizinkan aku bersama beberapa temanku di BEM UNS merasakan betapa sulitnya menjadi anggota DPR atau pejuang wakil rakyat. Bersama kak Triana Rahmawati, kak Ruslan Diantoro, Christina Indrawati, Annisa Nur Rohcmah, Siti Ramdani dan Novita sari kami bertolak ke kota Malang menuju Universitas Brawijaya pada 13-14 April 2013. Jumat, 12 April kami menunggu bis Rosalia Indah jurusan Solo – Malang dan tepatnya pukul 21.00 WIB perjalanan dimulai.

Hari pertama sekolah parlemen nasional adalah pemberian materi oleh pakar-pakar yang cukup mempuni dibidangnya. Sekolah Parlemen 2013 mengangkat tema Menakar Efektivitas Kinerja DPR RI “Perspektif Pelaksanaan Fungsi Representatif.” Dengan pemateri, Drs. H. Priyo Budi Santoso (Wakil Ketua DPR RI), Indah Kurnia (Anggota DPR RI komisi XI), Mar’atul Makhmuda, S.IP, M.Si (Dosen Ilmu Politik FISIP-UB), dan Achmad Djuned, SH., MH., (Wakil Sekretaris Jendral RI).
Pembukaan Sekolah Parlemen

 
Turut hadir sekitar 18 Universitas delegasi BEM FISIP se-Tanah Air diantaranya dari Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Jember, Universitas Negeri Malang, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Swasta di sekitar Malang.
 Banyak sekali ilmu yg didapat dan banyak pula teman-teman baru yg dikenal. Dengan mengikuti acara berskala nasional seperti ini, maka kita dapat mengukur betapa banyak orang yang lebih disbanding kita. Sehingga kita harus selalu “meng-upgrade” kemampuan diri pribadi secara berkala agar tidak tertinggal oleh yang lainnya. Kita mahasiswamempunyai tanggung jawab dan fungsi sebagai iron stock dan agent of change. Melalui dunia kampus inilah kita bisa meningkatkannya, setidaknya sebagai wujud syukur karena kita diberi kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. 


suasana simulasi sidang ttg RUU Desa
narsis dikit sma salah satu pejabat
Hari kedua di Sekolah Parlemen Nasional 2013 adalah puncaknya. Simulasi sidang kami rasakan dan telah dirancang khusus menyerupai sidang-sidang di gedung DPR RI yang sebenarnya. Aku mendapat bagian fraksi terbesar yaitu fraksi majapahit. Teman-temanku yang lain mendapat bagian fraksi yang berbeda lagi. Ketika itu masalah yang kami angkat adalah Undang-undang Desa. Menakar bagaimana baiknya RUU Desa di sahkan atau tidak. Layaknya wakil rakyat semua fraksi mengadu pendapat masing-masing hingga suasana menjadi riuh. Rapat ini berjalan tak cukup sejam dua jam tapi berjam-jam dengan teknis yang rumit. Hal ini membuat aku mengerti kenapa terkadang dalam sebuah sidang DPR RI ada perkelahian antar anggota parpol. Masing- masing saling menguatkan pendapatnya dan pada akhirnya emosilah yang maju. Banyak sekali ilmu yang aku dapat hingga aku bingung bagian mana yang harus aku tulis diblog ini. Kasihan sekali mahasiswa yang hanya menikmati masa studinya dengan pulang-kuliah-pulang kuliah saja. Ilmu yang mereka dapat tidak maksimal dan hanya punya teman yang itu-itu saja. Melalui tulisan singkat ini aku menghimbau pada seluruh pembaca terutama mahasiswa khususnya yang belum ikut satu kegiatan kampus pun, maka kamula mahasiswa yang “merugi”. 
Teman2 dr UI dan UNHasanudin
 Banyak sekali pengalam diluar sana, banyak sekali kawan-kawan baru yang menunggu kahadiranmu dan jabatan tanganmu. Kenapa kita harus kalah dengan anak ayam yang oleh induknya diizinkan berkelana. Jangan mengedepankan masalah financial, karena ketika ada semangat menuntut ilmu yang berkobar-kobar kemudahan pasti menyertai. HIDUP MAHASISWA!!!!! 
Ini bukan akhir perjalananku, karena aku yakin akan lebih banyak lagi pengalaman dan ilmu yg bisa aku dapat bersama BEM UNS dan kampus tercinta Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

0 komentar:

Posting Komentar