Minggu, 12 Oktober 2014

Aku Beri Kamu Bahagia dengan Cerita Kita: Power Rangers

Selamat malam fans, selamat malam kamu hehe..

Sudah siap membaca “The Adventures of Power Rangers” kan ya. Hei jangan dibayangin kalau power rangers yang ini punya robot raksasa, ganteng-ganteng, cantik-cantik, gagah-gagah, kuat-kuat, emang iya sih, masalah buat loohh haha..enggak ding bercanda. Kami tetap segerombolan anak manusia yang dilahirkan dari rahim ibu-ibunya dengan bantuan bidan setempat kok.
Kelamaan basa-basi nih, langsung aja ke TKP ya. Jadi ceritanya ada enam power rangers yang warnanya ababil main ke purbalingga, kita enggak naik robot raksasa yang tadi sudah aku sebutkan, karena kita anti mainstream jadi power rangers yang ini pilih naik kereta biar mengurangi polusi udara,  menjaga ekosistem dibumi dan menurunkan tingkat inflasi  :v
Pukul 14.15 kita berangkat dari stasiun purwosari dengan kereta Logawa jurusan solo – purbalingga. Lima jam perjalanan rasanya cepat sekali karena isinya cuma tidur dan bercanda. Ada anak kecil, perempuan sekitar 2 tahunan yang aku lupa namanya, sebut saja namanya mawar. Ini anak kecil lincahnya naudzubillah, tapi masih ada yang lebih aktif cap banget namanya Fiona atau Viona  pokoknya bacanya gitu. Kalau si Fiona ini jelas adik kandungnya si Dayu, tapi yang mawar itu entah anak siapa, nemu di kereta soalnya, mungkin dia korban anak yang tertukar dengan koper pas turun.. tapi ternyata setelah diselidiki dengan bantuan detektif Conan kita menemukan orang tua si mawar, mereka duduk di kursi sebelah kok, jadi mawar sebenarnya enggak hilang, Cuma kita culik bentar buat mainan..
Brum..brum..brum..ceritanya kita naik mobil APV  warna crem dan sudah sampai di home sweet home-nya Dayu. Dari dalam rumah suara anak kecil yang namanya Fiona tadi mengglegar..”Mamaaaasss dayuuuu..mamass dayuuuu..” gitu sih aku dengarnya. Sayangnya pas dia lihat yang keluar dari mobil bukan masnya tapi empat orang aneh yang mukanya kucel kena keringat dan bawa tas gede kayak habis diusir orang tuanya si Fiona diam. Ceeeep. Tanpa suara. Melongoo.. *kasihan kamu nak, maafkan kakak-kakak ya membuatmu kecewa. Tapi tenang, habis itu dayu keluar dan keduanya berpelukan kayak teletabis kok..ohh meen so sweet bangeet tuh berdua..
Mau tahu cerita selanjutnya? Oke mari lanjutkan. Jadi pas udah masuk rumah, biasalah ada sesi makrab (malam keakraban) dulu sama keluarga Bapak Taufik, Ibu Tina, Kakak Dayu, Adik Aldi, Adik Fiona dan eyangnya Dayu yang aku lupa tanya namanya. Lagi-lagi sebut saja beliau eyang Mawar hehe..
Hari pertama liburan di purbalingga, tepatnya hari Sabtu lima power rangers bertolak ke tempat keren banget yang dijamin bikin kalian ngiler abis, gak nyangka bisa ke tempat itu, kalau dibandingkan trans studio jauuuuuh bedaaa pakai bangettt. Tahu namanya apa?? Namanya PURBAYASA meeeeenn, tahu jurrasic park? Nah itu dia,  kebun binatang (teett tooottt….) haha.
Musuh pertama yang kita hadapi bernama, KAWAH MAUT. Isinya adalah ikan yang suka gigitin kaki orang  alias terapi ikan. Enggak tahu namanya ikan apa, jumlahnya ribuan dan kalau kamu masukin kaki, tangan atau wajah ke situ dia bakal nyamperin terus gigitin gitu, enggak sakit tapi geli. Aku sih enggak mau lagi, sudah cukup satu kali aja bikin histeris saking gelinya. Pas ini  ada moment romantis banget, ada dua sejoli berpelukan untuk saling menguatkan satu sama lain, “zefaaa..kamu harus kuat” gitu kata temannya, terus teman yang namanya zefa bilang, “iya, aku kuaat, peluk aku sini, buruaan”. *sensor..

Ya layaknya kebun binatang banyak hewan, lebih banyak ikannya sih, ikan apapun ada. Tahu piranha? Nah disana kita ngasih makan ikan piranha yang diambil langsung dari sungai Amazon di AS. Di tulisannya sih gitu, entah kalau bapak petugas ternyata ngambil ikan di Matesih atau dari bengawan solo kita gak tahu. Tantangan kedua ini kita ngasih makan ke piranha, serius, piranha itu sadis. Dia makan tanpa ngucap bismillah dulu, cukup lima menit ikan yang dijadikan mangsa langsung habis sampai tulang-tulangnya. Pembunuh yang tidak meninggalkan jejak sedikitpun, ludesss..
Selesai lihat ikan lanjut ke taman air, taman unggas, dan taman burung. Di taman burung  ada burung merak yang cantik banget. Meraknya lagi pencitraan dengan menunjukkan karakter yang anti tebar pesona ke banyak orang, dia gak mau ngembangin ekornya yang mempesona, sediih : (
Capek muter-muter purbayasa yang emang lumayan luas, akhirnya kita berlima memanjatkan sholat dulu di mushola skalian istirahat bentar sampai jemputan datang. Dijemput sama Ibu Tina, woow istriable. Istri yang mandiri, bisa nyetir sendiri. Terinspirasi dari ibunya Dayu, pokoknya nanti aku harus bisa nyetir sendiri kalau udah punya mobil, enggak mau mengandalkan suami terus.  Melewati jalan menuju rumah dayu lagi, semua pada kecapekan dan akhirnya tewas, terkapar di kamar sampai sore. Habis magrib semua ngumpul di ruang  tamu, ada teman-teman SMA-nya Dayu sama Tian yang main ke rumah. Asyik banget, menjalin silaturahmi paket plus-plus ini namanya. Kita makan malam rame-rame terus lanjut nemenin Fiona nonton TV, dia nge-fans banget  sama yang namanya Mahabarata, apalagi Arjuna yang kata adik kecil ini ganteng abis. Duh dek..
Hari minggu, hari kedua liburan. Saatnya sholat idul adha di kampungnya Dayu. Pagi-pagi baget kita bangun biar enggak ketinggalan jamaah. Nasib berkata lain, kita telat, gak jadi solat yang cuma sekali dalam setahun. Biar gak malu karena ketahuan telat sama ibunya Dayu, atas inovasi Zefa yang sangat kreatif kita duduk-duduk manis di depan rumah sekitar sepuluh menit, baru masuk rumah karena  jamaah pada pulang dan eyang Dayu yang berangkat duluan pasti udah mau sampai rumah juga. Klek..pintu dibuka dan ibunya Dayu menyapa, “lohh kok cepat amat, udah solatnya?” kita kasih senyum yang paling manis hehe..dan eyangnya Dayu pulang, “kok tadi simbah ndak lihat kalian. Padahal udah duduk di dekat jendela biar kalau cucu-cucu simbah lewat bisa tahu”, itu jleeb banget. Dayu, pokoknya ini gara-gara kamu loh ya, potong kumis segala sih pagi-pagi..tahukan mukanya kucing yang lagi minta makan, nah kayak gitu tuh muka kita. Pasang muka paling manis biar enggak malu hehe, That is a gun for bad moment 
Nah, lupakan kejadian konyol itu. Lanjut ke trip selanjutnya, Owabong, alias kolam renang umum. Ya biasalah main air, naik ban, selunjuran, gitu-gitulah. Yang cewek bagian nunggu barang aja, setelah berpikir panjang lebar dan dengan berbagai pertimbangan kita enggak ikut nyebur ke kolam renang. “Kapan-kapan aja deh, kapan-kapan kita enggak usah bawa dua curut itu ya”..gitu kata Christin  :v
Habis dingin-dinginan dan jemputan Bapak Taufik datang kita gowes ke eyangnya Dayu yang lain (dayu punya banyak stok eyang, jadi kalau mau bisa order ke dia). Disana agendanya makan soto purbalingga. You know, soto yang paling aneh yang pernah aku makan. Ini soto perpaduan antara tiga jenis makanan: soto, lontong sama gado-gado jadi satu. Aneh sih pas dilihat-lihat, tapi enak juga pas masuk mulut. Mak nyuuuuuusssss…dan asal kalian tahu aja, lontongnya impor dari Malaysia kalau gak salah, pakai lontong instan dan bentuknya kotak, bukan lonjong. Keren pokoknya, kita mikir untuk menjadikan lontong instan ini  PKM, tapi seperti biasa masih tergeletak di meja wacana.
Nah sampai di ending cerita. Ini moment paling nyesek, pulang ke solo. Lagi senang-senangnya punya keluarga baru di purbalingga tapi harus dipisahkan oleh waktu dan kenyataan. Jam lima lebih seperempat empat power rangers berangkat ke agen Bus Efisiensi. Diantar sekeluarga ke agen bus itu mengaharukan banget, sumpah, berat rasanya buat pulang, tapi kita udah bilang sih kalau nanti ada waktu longgar mau main lagi kesana hehe..

Yang pulang cuma empat, dayu sama tian balik esok hari, mau kangen-kangenan dulu mungkin. Lambaian tangan memisahkan kami. Sebenarnya ada tragedi khusus yang gak boleh aku ceritakan nih, biarin deh. Harusnya kita naik bus X jam enam pas tapi molor jadi setengah delapan malam karena gak ada kursi kosong akibat kesalahan teknis. Sengaja enggak kasih tahu dayu, takut khawatir. Sempat ada yang beradu mulut sama petugas bus, aku enggak berani lihat, suer, seram amat kemarin itu. Jadi ada penumpang yang dipaksa turun padahal udah naik dari terminal. Bapak-bapak sampingku malah manas-manasin sih
Menyusuri perjalanan purbalingga – solo dengan bis, pengalaman baru. Pada akhirnya kita sampai solo jam satu dini hari dengan selamat. Makasih Dayu sekeluarga, your family is so nice. Terasa kayak di rumah sendiri. Trip selanjutnya entah kemana, tapi yang jelas aku lagi yang kebagian mencatat perjalanan ini. I am so happy with it. Asal aku ada maka aku akan tulis. Ini bagian dari impianku menjadi penulis, tidak ada penulis yang langsung besar, mungkin ini jalan yang diberikan Allah untuk menjadikan Haniah sebagai penulis yang besar melalui tulisan-tulisan sederhana yang salah satunya tentang kalian, power rangers. Terima kasih sudah memberiku moment lagi, inilah yang terkadang tidak aku dapatkan beberapa bulan belakangan. Selamat berkarya, sampai jumpa di moment selanjutnya..
NB: yang kemarin enggak berkesempatan ikut, mungkin dengan tulisan ini aku (*kami) berbagi bahagia dan berbagi semangat. Dengan cara inilah kita bisa  beriringan meraih mimpi kita.


0 komentar:

Posting Komentar