Selamat malam fans, selamat malam kamu hehe..
Sudah siap membaca “The Adventures of Power Rangers” kan ya.
Hei jangan dibayangin kalau power rangers yang ini punya robot raksasa,
ganteng-ganteng, cantik-cantik, gagah-gagah, kuat-kuat, emang iya sih, masalah
buat loohh haha..enggak ding bercanda. Kami tetap segerombolan anak manusia
yang dilahirkan dari rahim ibu-ibunya dengan bantuan bidan setempat kok.
Kelamaan basa-basi nih, langsung aja ke TKP ya. Jadi
ceritanya ada enam power rangers yang warnanya ababil main ke purbalingga, kita
enggak naik robot raksasa yang tadi sudah aku sebutkan, karena kita anti
mainstream jadi power rangers yang ini pilih naik kereta biar mengurangi polusi
udara, menjaga ekosistem dibumi dan
menurunkan tingkat inflasi :v
Pukul 14.15 kita berangkat dari stasiun purwosari dengan
kereta Logawa jurusan solo – purbalingga. Lima jam perjalanan rasanya cepat
sekali karena isinya cuma tidur dan bercanda. Ada anak kecil, perempuan sekitar
2 tahunan yang aku lupa namanya, sebut saja namanya mawar. Ini anak kecil
lincahnya naudzubillah, tapi masih ada yang lebih aktif cap banget namanya Fiona
atau Viona pokoknya bacanya gitu. Kalau si
Fiona ini jelas adik kandungnya si Dayu, tapi yang mawar itu entah anak siapa,
nemu di kereta soalnya, mungkin dia korban anak yang tertukar dengan koper pas
turun.. tapi ternyata setelah diselidiki dengan bantuan detektif Conan kita
menemukan orang tua si mawar, mereka duduk di kursi sebelah kok, jadi mawar
sebenarnya enggak hilang, Cuma kita culik bentar buat mainan..
Brum..brum..brum..ceritanya kita naik mobil APV warna crem dan sudah sampai di home sweet home-nya
Dayu. Dari dalam rumah suara anak kecil yang namanya Fiona tadi mengglegar..”Mamaaaasss
dayuuuu..mamass dayuuuu..” gitu sih aku dengarnya. Sayangnya pas dia lihat yang
keluar dari mobil bukan masnya tapi empat orang aneh yang mukanya kucel kena
keringat dan bawa tas gede kayak habis diusir orang tuanya si Fiona diam. Ceeeep.
Tanpa suara. Melongoo.. *kasihan kamu nak, maafkan kakak-kakak ya membuatmu
kecewa. Tapi tenang, habis itu dayu keluar dan keduanya berpelukan kayak
teletabis kok..ohh meen so sweet bangeet tuh berdua..
Mau tahu cerita selanjutnya? Oke mari lanjutkan. Jadi pas
udah masuk rumah, biasalah ada sesi makrab (malam keakraban) dulu sama keluarga
Bapak Taufik, Ibu Tina, Kakak Dayu, Adik Aldi, Adik Fiona dan eyangnya Dayu
yang aku lupa tanya namanya. Lagi-lagi sebut saja beliau eyang Mawar hehe..
Hari pertama liburan di purbalingga, tepatnya hari Sabtu
lima power rangers bertolak ke tempat keren banget yang dijamin bikin kalian
ngiler abis, gak nyangka bisa ke tempat itu, kalau dibandingkan trans studio
jauuuuuh bedaaa pakai bangettt. Tahu namanya apa?? Namanya PURBAYASA meeeeenn,
tahu jurrasic park? Nah itu dia, kebun
binatang (teett tooottt….) haha.
Musuh pertama yang kita hadapi bernama, KAWAH MAUT. Isinya adalah
ikan yang suka gigitin kaki orang alias
terapi ikan. Enggak tahu namanya ikan apa, jumlahnya ribuan dan kalau kamu
masukin kaki, tangan atau wajah ke situ dia bakal nyamperin terus gigitin gitu,
enggak sakit tapi geli. Aku sih enggak mau lagi, sudah cukup satu kali aja
bikin histeris saking gelinya. Pas ini ada moment romantis banget, ada dua sejoli
berpelukan untuk saling menguatkan satu sama lain, “zefaaa..kamu harus kuat”
gitu kata temannya, terus teman yang namanya zefa bilang, “iya, aku kuaat,
peluk aku sini, buruaan”. *sensor..
Ya layaknya kebun binatang banyak hewan, lebih banyak
ikannya sih, ikan apapun ada. Tahu piranha? Nah disana kita ngasih makan ikan
piranha yang diambil langsung dari sungai Amazon di AS. Di tulisannya sih gitu,
entah kalau bapak petugas ternyata ngambil ikan di Matesih atau dari bengawan
solo kita gak tahu. Tantangan kedua ini kita ngasih makan ke piranha, serius,
piranha itu sadis. Dia makan tanpa ngucap bismillah dulu, cukup lima menit ikan
yang dijadikan mangsa langsung habis sampai tulang-tulangnya. Pembunuh yang
tidak meninggalkan jejak sedikitpun, ludesss..
Selesai lihat ikan lanjut ke taman air, taman unggas, dan
taman burung. Di taman burung ada burung
merak yang cantik banget. Meraknya lagi pencitraan dengan menunjukkan karakter
yang anti tebar pesona ke banyak orang, dia gak mau ngembangin ekornya yang
mempesona, sediih : (
Capek muter-muter purbayasa yang emang lumayan luas,
akhirnya kita berlima memanjatkan sholat dulu di mushola skalian istirahat
bentar sampai jemputan datang. Dijemput sama Ibu Tina, woow istriable. Istri yang
mandiri, bisa nyetir sendiri. Terinspirasi dari ibunya Dayu, pokoknya nanti aku
harus bisa nyetir sendiri kalau udah punya mobil, enggak mau mengandalkan suami
terus. Melewati jalan menuju rumah dayu
lagi, semua pada kecapekan dan akhirnya tewas, terkapar di kamar sampai sore. Habis
magrib semua ngumpul di ruang tamu, ada
teman-teman SMA-nya Dayu sama Tian yang main ke rumah. Asyik banget, menjalin
silaturahmi paket plus-plus ini namanya. Kita makan malam rame-rame terus
lanjut nemenin Fiona nonton TV, dia nge-fans banget sama yang namanya Mahabarata, apalagi Arjuna
yang kata adik kecil ini ganteng abis. Duh dek..
Hari minggu, hari kedua liburan. Saatnya sholat idul adha di
kampungnya Dayu. Pagi-pagi baget kita bangun biar enggak ketinggalan jamaah. Nasib
berkata lain, kita telat, gak jadi solat yang cuma sekali dalam setahun. Biar gak
malu karena ketahuan telat sama ibunya Dayu, atas inovasi Zefa yang sangat
kreatif kita duduk-duduk manis di depan rumah sekitar sepuluh menit, baru masuk
rumah karena jamaah pada pulang dan
eyang Dayu yang berangkat duluan pasti udah mau sampai rumah juga. Klek..pintu
dibuka dan ibunya Dayu menyapa, “lohh kok cepat amat, udah solatnya?” kita
kasih senyum yang paling manis hehe..dan eyangnya Dayu pulang, “kok tadi simbah
ndak lihat kalian. Padahal udah duduk di dekat jendela biar kalau cucu-cucu
simbah lewat bisa tahu”, itu jleeb banget. Dayu, pokoknya ini gara-gara kamu
loh ya, potong kumis segala sih pagi-pagi..tahukan mukanya kucing yang lagi
minta makan, nah kayak gitu tuh muka kita. Pasang muka paling manis biar enggak
malu hehe, That is a gun for bad moment
Nah, lupakan kejadian konyol itu. Lanjut ke trip
selanjutnya, Owabong, alias kolam renang umum. Ya biasalah main air, naik ban,
selunjuran, gitu-gitulah. Yang cewek bagian nunggu barang aja, setelah berpikir
panjang lebar dan dengan berbagai pertimbangan kita enggak ikut nyebur ke kolam
renang. “Kapan-kapan aja deh, kapan-kapan kita enggak usah bawa dua curut itu
ya”..gitu kata Christin :v
Habis dingin-dinginan dan jemputan Bapak Taufik datang kita
gowes ke eyangnya Dayu yang lain (dayu punya banyak stok eyang, jadi kalau mau
bisa order ke dia). Disana agendanya makan soto purbalingga. You know, soto
yang paling aneh yang pernah aku makan. Ini soto perpaduan antara tiga jenis
makanan: soto, lontong sama gado-gado jadi satu. Aneh sih pas dilihat-lihat,
tapi enak juga pas masuk mulut. Mak nyuuuuuusssss…dan asal kalian tahu aja,
lontongnya impor dari Malaysia kalau gak salah, pakai lontong instan dan
bentuknya kotak, bukan lonjong. Keren pokoknya, kita mikir untuk menjadikan
lontong instan ini PKM, tapi seperti
biasa masih tergeletak di meja wacana.
Nah sampai di ending cerita. Ini moment paling nyesek,
pulang ke solo. Lagi senang-senangnya punya keluarga baru di purbalingga tapi
harus dipisahkan oleh waktu dan kenyataan. Jam lima lebih seperempat empat
power rangers berangkat ke agen Bus Efisiensi. Diantar sekeluarga ke agen bus
itu mengaharukan banget, sumpah, berat rasanya buat pulang, tapi kita udah
bilang sih kalau nanti ada waktu longgar mau main lagi kesana hehe..
Yang pulang cuma empat, dayu sama tian balik esok hari, mau
kangen-kangenan dulu mungkin. Lambaian tangan memisahkan kami. Sebenarnya ada tragedi
khusus yang gak boleh aku ceritakan nih, biarin deh. Harusnya kita naik bus X
jam enam pas tapi molor jadi setengah delapan malam karena gak ada kursi kosong
akibat kesalahan teknis. Sengaja enggak kasih tahu dayu, takut khawatir. Sempat
ada yang beradu mulut sama petugas bus, aku enggak berani lihat, suer, seram
amat kemarin itu. Jadi ada penumpang yang dipaksa turun padahal udah naik dari
terminal. Bapak-bapak sampingku malah manas-manasin sih
Menyusuri perjalanan purbalingga – solo dengan bis,
pengalaman baru. Pada akhirnya kita sampai solo jam satu dini hari dengan
selamat. Makasih Dayu sekeluarga, your family is so nice. Terasa kayak di rumah
sendiri. Trip selanjutnya entah kemana, tapi yang jelas aku lagi yang kebagian
mencatat perjalanan ini. I am so happy with it. Asal aku ada maka aku akan
tulis. Ini bagian dari impianku menjadi penulis, tidak ada penulis yang
langsung besar, mungkin ini jalan yang diberikan Allah untuk menjadikan Haniah
sebagai penulis yang besar melalui tulisan-tulisan sederhana yang salah satunya
tentang kalian, power rangers. Terima kasih sudah memberiku moment lagi, inilah
yang terkadang tidak aku dapatkan beberapa bulan belakangan. Selamat berkarya,
sampai jumpa di moment selanjutnya..
NB: yang kemarin enggak berkesempatan ikut, mungkin dengan
tulisan ini aku (*kami) berbagi bahagia dan berbagi semangat. Dengan cara
inilah kita bisa beriringan meraih mimpi
kita.









0 komentar:
Posting Komentar